Jateng

Film Horor Trinil: Kembalikan Tubuhku Tayang di Bioskop 4 Januari 2024: Kisah Seram dengan Latar Politik Era 1970-an

Theo Adi Pratama | 4 Januari 2024, 09:53 WIB
Film Horor Trinil: Kembalikan Tubuhku Tayang di Bioskop 4 Januari 2024: Kisah Seram dengan Latar Politik Era 1970-an

AKURAT.CO, Pada tanggal 4 Januari 2024, film horor yang sangat dinantikan, "Trinil: Kembalikan Tubuhku," akan resmi tayang di bioskop.

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini membawa penontonnya kembali ke masa lalu, mengusung latar belakang sejarah dan politik Indonesia pada tahun 1970-an.

Dengan bintang-bintang ternama seperti Carmela Van De Kruk, Rangga Nattra, Fattah Amin, Shalom Razade, dan Wulan Guritno, film ini menjadi sorotan pecinta film horor.

Hanung Bramantyo, selain menjadi sutradara, juga turut berperan sebagai penulis skenario bersama Haqi Ahmad.

"Trinil: Kembalikan Tubuhku" sendiri merupakan adaptasi dari sandiwara radio yang populer pada tahun 80-an.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Kembali ke Dunia Horor dengan Film Trinil: Kembalikan Tubuhku, Berikut 7 Fakta Menarik Lainnya!

Sinopsis

Film ini mengisahkan tentang pasangan baru menikah, Rara dan Sutan, yang mewarisi kebun teh luas dari ayahnya Rara di Jawa Tengah.

Ayah Rara, William Saunder, memiliki darah Belanda yang kuat.

Suatu malam, Rara merasakan hal aneh saat sedang tidur, dia merasa seperti tertindih oleh sesuatu.

Sutan, merasa ada sesuatu yang tidak beres, memutuskan untuk mencari bantuan dari teman sekolahnya di Penang, Malaysia, seorang ahli mistis bernama Yusof.

Awalnya, Rara menolak konsep mistis yang dipercayai oleh Sutan, tapi kejadian-kejadian mengerikan mulai menghantui mereka berdua.

Tensi meningkat saat muncul hantu kepala tanpa badan yang mengucapkan permintaan misterius, "Trinil, Balekno Gembungku (Kembalikan Badanku)."

Baca Juga: Menantikan Kisah Seram: 6 Film Horor Indonesia yang Akan Tayang dan Siap Menemani di Bulan Januari 2024

Kisah Dibalik Film Trinil

Berikut beberapa kisah menarik dibalik pembuatan film "Trinil: Kembalikan Tubuhku":

Gamblong Studio Alam sebagai Lokasi Syuting

Gamblong Studio Alam di Sleman, yang digunakan sebagai lokasi syuting, kini menjadi salah satu wahana rekreasi uji nyali.

Proses pembuatan studio ini sempat tertunda beberapa saat karena beberapa pekerja merasa takut mengerjakan proyek ini.

Produksi oleh Dapur Film milik Hanung Bramantyo

Film ini diproduksi oleh Dapur Film, rumah produksi milik Hanung Bramantyo yang didirikan sejak tahun 2007.

"Trinil: Kembalikan Tubuhku" menjadi film perdana dari rumah produksi ini.

Produksi Tahun 2022, Tayang Tahun 2024

Meskipun proses produksi dimulai pada tahun 2022, film ini baru akan tayang pada 4 Januari 2024.

Hal ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras tim produksi dalam memberikan kualitas terbaik.

Baca Juga: Kisah Nyata Dibalik Film Siksa Neraka, Gambaran bagi Orang-Orang Durhaka Pendosa Bikin Merinding Hingga Tobat Tak Melakukan Lagi

Ketidakyakinan Hanung Bramantyo

Hanung Bramantyo sempat ragu sebelum membuat film ini, melihat tren penonton yang cenderung malas ke bioskop dan lebih suka menonton di platform streaming.

Namun, dengan semangat, ia mencari investor dan giat berpromosi.

Drama Konflik Ibu dan Anak

Meski bergenre horor, "Trinil: Kembalikan Tubuhku" juga menyajikan elemen drama dengan konflik antara ibu dan anak.

Hal ini menunjukkan kedalaman cerita yang ingin disampaikan oleh sutradara.

Wulan Guritno dan Shalom Razade

Film ini menjadi momen pertama Wulan Guritno bermain bersama putrinya, Shalom Razade.

Meskipun tidak berada dalam satu adegan, keduanya memerankan karakter yang sama, menambah nilai emosional dalam film.

Jadi, daripada penasaran, segera nonton "Trinil: Kembalikan Tubuhku" di bioskop mulai 4 Januari 2024.

Film ini tidak hanya menawarkan horor yang menegangkan, tetapi juga menghadirkan kisah yang kaya akan nuansa sejarah dan politik Indonesia. Selamat menonton!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.