Jateng

BEI Gelar CMSE 2026, Perkuat Literasi Investasi dan Dorong Masyarakat Berinvestasi Secara Bijak

Arixc Ardana | 8 November 2026, 20:03 WIB
BEI Gelar CMSE 2026, Perkuat Literasi Investasi dan Dorong Masyarakat Berinvestasi Secara Bijak
penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung pada 5-7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

JATENG.AKURAT.CO – Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi pasar modal terus meningkat. Namun, bertambahnya jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren atau terjebak keputusan investasi tanpa perhitungan.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung pada 5-7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BEI bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

CMSE 2026 diselenggarakan BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenal lebih jauh berbagai instrumen investasi, memahami risiko, serta menyusun strategi keuangan sesuai kemampuan dan tujuan masing-masing.

Investasi Bukan Sekadar Ikut-ikutan

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa peningkatan jumlah investor pasar modal harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat mengenai investasi.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui cara membeli saham atau instrumen investasi lainnya. Mereka juga perlu memahami tujuan keuangan, karakteristik produk, hingga risiko yang mungkin dihadapi.

Dalam sambutannya pada pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11/2026), Jeffrey mengibaratkan perjalanan investasi seperti mengikuti perlombaan maraton.

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey.

Ia menjelaskan, setiap orang memiliki titik awal, kemampuan finansial, dan tujuan keuangan yang berbeda.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali berbagai pilihan instrumen investasi sebelum menentukan keputusan. Pemilihan instrumen juga harus disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan keuangan masing-masing.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak mudah mengambil keputusan hanya karena mengikuti rekomendasi orang lain, tren pasar, maupun potensi keuntungan yang ditawarkan.

BEI Dorong Masyarakat Bangga Menjadi Investor

Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal juga dilakukan melalui kampanye #AkuInvestorSaham.

Kampanye yang diluncurkan BEI pada 10 Agustus 2023 tersebut mengedepankan nilai kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan.

Melalui kampanye ini, BEI ingin mendorong masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal pasar modal dan mulai berpartisipasi sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa investasi bukan hanya untuk kelompok masyarakat tertentu atau mereka yang memiliki modal besar.

Dengan pengetahuan dan perencanaan yang tepat, masyarakat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sarana mempersiapkan masa depan keuangan.

CMSE 2026 Hadirkan Edukasi Investasi Selama Tiga Hari

Tidak hanya menyampaikan pesan mengenai pentingnya investasi yang terencana, CMSE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi melalui seremoni, seminar, talk show, hingga pameran produk dan layanan pasar modal.

Pada hari pertama, Kamis (5/11/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.

Seminar tersebut menjadi salah satu agenda penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi dan prospek investasi Indonesia.

Memasuki hari kedua, Jumat (6/11/2026), pengunjung mendapatkan kesempatan mengikuti peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).

Selain itu, terdapat berbagai sesi edukasi yang membahas perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, hingga pasar modal syariah.

Sementara itu, pada Sabtu (7/11/2026), agenda CMSE 2026 menghadirkan edukasi mengenai Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

Beragam materi tersebut dirancang untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai perkembangan industri pasar modal sekaligus membuka pemahaman terhadap berbagai alternatif investasi.

Libatkan Lebih dari 100 Tenant dalam Pameran

Daya tarik lainnya dari CMSE 2026 adalah kehadiran pameran yang melibatkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant.

Peserta pameran berasal dari berbagai unsur industri keuangan dan pasar modal.

Di antaranya OJK, Self-Regulatory Organization (SRO) beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Selain itu, pameran juga melibatkan perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta sejumlah mitra lainnya.

Kehadiran berbagai pelaku industri tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal produk, layanan, dan ekosistem pasar modal secara lebih dekat.

Masyarakat juga dapat memperoleh informasi langsung mengenai berbagai instrumen investasi yang tersedia, sehingga memiliki bekal lebih baik sebelum menentukan pilihan.

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID

Penyelenggaraan CMSE 2026 berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam industri pasar modal nasional.

Namun, peningkatan jumlah investor juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri untuk terus memperkuat edukasi dan perlindungan investor.

Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang cukup agar dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, bukan sekadar mengikuti euforia pasar.

Melalui CMSE 2026, BEI berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal pasar modal dan memiliki bekal memadai sebelum memulai perjalanan investasi.

Satu langkah awal yang disertai pengetahuan, perencanaan, dan konsistensi diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dalam membangun masa depan keuangan yang lebih baik.

Dengan demikian, investasi tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.