Fakta Unik Napoleon: Bukan Cuma Jago Perang, Tapi Juga Katanya Takut Anabul

JATENG.AKURAT.CO, Di balik reputasinya sebagai jenderal yang menaklukkan Eropa, Napoleon Bonaparte konon kabarnya bisa gemetar ketakutan dan mengayunkan pedang ke udara hanya karena ada seekor kucing di balik tirai—tapi para sejarawan modern justru angkat tangan: tidak ada bukti nyata bahwa ia benar-benar ailurofobia.
Bayangkan malam setelah Pertempuran Wagram, 1809. Eropa baru saja menyaksikan salah satu kemenangan paling gemilang Napoleon.
Sang kaisar seharusnya beristirahat dengan tenang. Tapi di kamarnya, seorang aide-de-camp mendengar teriakan minta tolong.
Ia membuka pintu dan menemukan pemandangan yang sulit dipercaya: Napoleon, setengah berpakaian, mata melotot, keringat bercucuran, dan—ini bagian yang paling sering diceritakan ulang—mengayun-ayunkan pedang kemenangannya ke arah tirai dinding.
Ternyata, di balik tirai itu, ada seekor kucing yang bersembunyi. “Napoleon tidak membenci hewan itu, tapi ia terror olehnya,” tulis Sharpe's London Magazine dalam catatan abad ke-19 yang mengabadikan anekdot ini.
Anekdot Wagram: Legenda yang Terlalu Bagus untuk Dibantah
Kisah ini sudah beredar sejak lama. Surat kabar Salt Lake Herald tahun 1894 bahkan menuliskannya dengan detail: Napoleon terlihat “setengah berpakaian, mata melotot, dahi berkeringat, dan terus menusukkan pedang ke arah tirai” karena ada kucing di baliknya.
“Keberaniannya luar biasa, tapi ia gemetar ketakutan oleh kehadiran seekor kucing,” tulis koran itu.
Di abad ke-19, cerita seperti ini laris. Ia memberi dimensi manusiawi pada sosok yang dianggap setengah dewa.
Jenderal yang bisa menaklukkan Austria ternyata bisa kehilangan kendali karena hewan kecil berbulu. Publik menyukainya. Legenda pun menyebar.
Tapi, Sejarah Tidak Sepenuhnya Membeli Cerita Itu
Di sinilah plot twist-nya. Sepanjang 2026, beberapa media sains dan sejarah justru meragukan validitas kisah ini.
Futura Sciences, dalam artikel Juni 2026, menegaskan bahwa “bukti yang solid tidak ada” untuk klaim bahwa Napoleon menderita ailurophobia.
Ailurophobia sendiri adalah istilah klinis untuk rasa takut yang irasional dan intens terhadap kucing—jauh lebih dari sekadar tidak suka.
Gejalanya bisa berupa serangan panik, keringat dingin, hingga pingsan.
Tapi untuk Napoleon, tidak ada catatan medis atau kesaksian yang bisa memastikan bahwa ia mengalami kondisi ini.
El Debate, Juli 2026, bahkan menyebut kisah “Napoleon takut kucing” sebagai mitos yang dibesarkan internet.
“Pada dasarnya, tidak ada data atau dokumentasi apa pun yang mendukung pernyataan ini,” tulis mereka.
Sejarawan Inggris Katharine MacDonogh, yang meneliti sejarah hewan peliharaan di istana Eropa, sampai pada kesimpulan yang sama: tidak ada catatan bahwa Napoleon menyukai atau membenci kucing.
Slate, Maret 2025, menambahkan bahwa narasi ini sering dipakai untuk memberi “kelemahan kekanak-kanakan” pada tokoh-tokoh besar.
“Tidak ada, atau hampir tidak ada, yang membuktikan bahwa kaisar Prancis menderita fobia ini,” tulis mereka.
Tabel: Fakta vs. Mitos
Klaim | Status | Catatan |
|---|---|---|
Napoleon mengayunkan pedang ke kucing di balik tirai | Anekdot abad ke-19 | Dicatat di Sharpe's London Magazine dan Salt Lake Herald (1894), tapi tanpa verifikasi sumber primer |
Napoleon menderita ailurophobia | Tidak terbukti | Tidak ada catatan medis atau kesaksian langsung |
Tidak ada catatan ia suka atau benci kucing | Kesimpulan sejarawan | Katharine MacDonogh, peneliti hewan peliharaan istana Eropa |
Kisah ini bagian dari mitos tokoh besar | Analisis media 2025–2026 | Slate dan El Debate menyebutnya sebagai legenda tanpa dasar |
Kenapa Legenda Ini Tetap Hidup?
Karena ia menjual. Manusia suka cerita tentang orang besar yang punya ketakutan kecil.
Ia membuat sejarah terasa lebih dekat, lebih manusiawi, lebih lucu. Di media sosial, kisah “Napoleon takut kucing” adalah konten yang sempurna: singkat, aneh, dan sulit dilupakan.
Tapi ada bahaya di baliknya. Ketika anekdot tanpa verifikasi terus diulang, ia berubah dari “kabar burung” menjadi “fakta sejarah” di kepala banyak orang.
Padahal, sejarawan sudah mengingatkan bahwa tidak ada bukti—dan ketiadaan bukti seharusnya membuat kita berhenti sejenak sebelum menyebarkannya sebagai kebenaran.
Napoleon Bukan Satu-satunya
Yang menarik, Napoleon bukan satu-satunya tokoh sejarah yang dikaitkan dengan fobia kucing.
Julius Caesar, Henry III, Elizabeth I, bahkan Hitler dan Mussolini, semuanya pernah “dituduh” ailurofobia dalam berbagai daftar internet.
Pola ini menunjukkan bahwa cerita semacam ini lebih sering lahir dari keinginan untuk memberi warna pada tokoh besar daripada dari penelitian sejarah yang ketat.
Kalau kamu mencari “Napoleon fobia kucing” di mesin pencari, kamu akan menemukan ratusan artikel yang mengulang kisah Wagram.
Tapi kalau kamu menelusuri sumber primernya, kamu akan berhenti di anekdot abad ke-19 yang tidak pernah dikonfirmasi.
Jadi, apakah Napoleon benar-benar takut kucing? Mungkin iya, mungkin tidak. Yang pasti, kisahnya lebih kuat sebagai legenda daripada sebagai fakta.
Ia adalah pengingat bahwa sejarah tidak selalu datang dalam bentuk dokumen resmi.
Kadang, ia datang dalam bentuk cerita yang terlalu bagus untuk tidak diulang—meskipun kebenarannya masih gelap.
Dan bagi kamu yang punya kucing di rumah, mungkin ada baiknya tidak membayangkan Napoleon di ruangan yang sama.
Karena kalau legenda itu benar, sejarah Eropa bisa berubah hanya karena seekor anabul yang masuk ke tenda yang salah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Persis Siap-siap Disanksi Komdis PSSI Usai Dua Kartu Merah
- 4Update Skor Java United vs Persib: Tuan Rumah Unggul 2-0, Ciro Alves dan Gustavo Hancurkan Pertahanan Maung Bandung
- 5Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 6Persijap Kian Merana, Kalah Kandang di Tangan Garudayaksa FC, Jurang Degradasi Kian Dekat, Skor Akhir 1-2
- 7Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 8Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 9Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 10Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak



