Jateng

Fakta Unik Napoleon: Bukan Cuma Jago Perang, Tapi Juga Katanya Takut Anabul

Theo Adi Pratama | 8 November 2026, 20:50 WIB
Fakta Unik Napoleon: Bukan Cuma Jago Perang, Tapi Juga Katanya Takut Anabul
Fakta Unik, Napoleon Bonaparte ternyata takut sama kucing

JATENG.AKURAT.CO, Di balik reputasinya sebagai jenderal yang menaklukkan Eropa, Napoleon Bonaparte konon kabarnya bisa gemetar ketakutan dan mengayunkan pedang ke udara hanya karena ada seekor kucing di balik tirai—tapi para sejarawan modern justru angkat tangan: tidak ada bukti nyata bahwa ia benar-benar ailurofobia.

Bayangkan malam setelah Pertempuran Wagram, 1809. Eropa baru saja menyaksikan salah satu kemenangan paling gemilang Napoleon.

Sang kaisar seharusnya beristirahat dengan tenang. Tapi di kamarnya, seorang aide-de-camp mendengar teriakan minta tolong.

Ia membuka pintu dan menemukan pemandangan yang sulit dipercaya: Napoleon, setengah berpakaian, mata melotot, keringat bercucuran, dan—ini bagian yang paling sering diceritakan ulang—mengayun-ayunkan pedang kemenangannya ke arah tirai dinding.

Ternyata, di balik tirai itu, ada seekor kucing yang bersembunyi. “Napoleon tidak membenci hewan itu, tapi ia terror olehnya,” tulis Sharpe's London Magazine dalam catatan abad ke-19 yang mengabadikan anekdot ini.

Anekdot Wagram: Legenda yang Terlalu Bagus untuk Dibantah

Kisah ini sudah beredar sejak lama. Surat kabar Salt Lake Herald tahun 1894 bahkan menuliskannya dengan detail: Napoleon terlihat “setengah berpakaian, mata melotot, dahi berkeringat, dan terus menusukkan pedang ke arah tirai” karena ada kucing di baliknya.

“Keberaniannya luar biasa, tapi ia gemetar ketakutan oleh kehadiran seekor kucing,” tulis koran itu.

Di abad ke-19, cerita seperti ini laris. Ia memberi dimensi manusiawi pada sosok yang dianggap setengah dewa.

Jenderal yang bisa menaklukkan Austria ternyata bisa kehilangan kendali karena hewan kecil berbulu. Publik menyukainya. Legenda pun menyebar.

Tapi, Sejarah Tidak Sepenuhnya Membeli Cerita Itu

Di sinilah plot twist-nya. Sepanjang 2026, beberapa media sains dan sejarah justru meragukan validitas kisah ini.

Futura Sciences, dalam artikel Juni 2026, menegaskan bahwa “bukti yang solid tidak ada” untuk klaim bahwa Napoleon menderita ailurophobia.

Ailurophobia sendiri adalah istilah klinis untuk rasa takut yang irasional dan intens terhadap kucing—jauh lebih dari sekadar tidak suka.

Gejalanya bisa berupa serangan panik, keringat dingin, hingga pingsan.

Tapi untuk Napoleon, tidak ada catatan medis atau kesaksian yang bisa memastikan bahwa ia mengalami kondisi ini.

El Debate, Juli 2026, bahkan menyebut kisah “Napoleon takut kucing” sebagai mitos yang dibesarkan internet.

“Pada dasarnya, tidak ada data atau dokumentasi apa pun yang mendukung pernyataan ini,” tulis mereka.

Sejarawan Inggris Katharine MacDonogh, yang meneliti sejarah hewan peliharaan di istana Eropa, sampai pada kesimpulan yang sama: tidak ada catatan bahwa Napoleon menyukai atau membenci kucing.

Slate, Maret 2025, menambahkan bahwa narasi ini sering dipakai untuk memberi “kelemahan kekanak-kanakan” pada tokoh-tokoh besar.

“Tidak ada, atau hampir tidak ada, yang membuktikan bahwa kaisar Prancis menderita fobia ini,” tulis mereka.

Tabel: Fakta vs. Mitos

Klaim

Status

Catatan

Napoleon mengayunkan pedang ke kucing di balik tirai

Anekdot abad ke-19

Dicatat di Sharpe's London Magazine dan Salt Lake Herald (1894), tapi tanpa verifikasi sumber primer

Napoleon menderita ailurophobia

Tidak terbukti

Tidak ada catatan medis atau kesaksian langsung

Tidak ada catatan ia suka atau benci kucing

Kesimpulan sejarawan

Katharine MacDonogh, peneliti hewan peliharaan istana Eropa

Kisah ini bagian dari mitos tokoh besar

Analisis media 2025–2026

Slate dan El Debate menyebutnya sebagai legenda tanpa dasar

Kenapa Legenda Ini Tetap Hidup?

Karena ia menjual. Manusia suka cerita tentang orang besar yang punya ketakutan kecil.

Ia membuat sejarah terasa lebih dekat, lebih manusiawi, lebih lucu. Di media sosial, kisah “Napoleon takut kucing” adalah konten yang sempurna: singkat, aneh, dan sulit dilupakan.

Tapi ada bahaya di baliknya. Ketika anekdot tanpa verifikasi terus diulang, ia berubah dari “kabar burung” menjadi “fakta sejarah” di kepala banyak orang.

Padahal, sejarawan sudah mengingatkan bahwa tidak ada bukti—dan ketiadaan bukti seharusnya membuat kita berhenti sejenak sebelum menyebarkannya sebagai kebenaran.

Napoleon Bukan Satu-satunya

Yang menarik, Napoleon bukan satu-satunya tokoh sejarah yang dikaitkan dengan fobia kucing.

Julius Caesar, Henry III, Elizabeth I, bahkan Hitler dan Mussolini, semuanya pernah “dituduh” ailurofobia dalam berbagai daftar internet.

Pola ini menunjukkan bahwa cerita semacam ini lebih sering lahir dari keinginan untuk memberi warna pada tokoh besar daripada dari penelitian sejarah yang ketat.

Kalau kamu mencari “Napoleon fobia kucing” di mesin pencari, kamu akan menemukan ratusan artikel yang mengulang kisah Wagram.

Tapi kalau kamu menelusuri sumber primernya, kamu akan berhenti di anekdot abad ke-19 yang tidak pernah dikonfirmasi.

Jadi, apakah Napoleon benar-benar takut kucing? Mungkin iya, mungkin tidak. Yang pasti, kisahnya lebih kuat sebagai legenda daripada sebagai fakta.

Ia adalah pengingat bahwa sejarah tidak selalu datang dalam bentuk dokumen resmi.

Kadang, ia datang dalam bentuk cerita yang terlalu bagus untuk tidak diulang—meskipun kebenarannya masih gelap.

Dan bagi kamu yang punya kucing di rumah, mungkin ada baiknya tidak membayangkan Napoleon di ruangan yang sama.

Karena kalau legenda itu benar, sejarah Eropa bisa berubah hanya karena seekor anabul yang masuk ke tenda yang salah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.