Jateng

Simulasi UMK Semarang vs Jogja 2027: Rp4,05 Juta vs Rp3,09 Juta, Siapa yang Lebih Untung?

Theo Adi Pratama | 31 Oktober 2026, 11:40 WIB
Simulasi UMK Semarang vs Jogja 2027: Rp4,05 Juta vs Rp3,09 Juta, Siapa yang Lebih Untung?
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Simulasi UMK 2027 menunjukkan Kota Semarang bisa menembus Rp4,05 juta, sementara Kota Jogja mentok di kisaran Rp3,09 juta; tapi KHL Jogja justru Rp4,6 juta, bikin gap di Jogja jauh lebih lebar daripada di Semarang, dan jawaban “mana yang lebih untung” ternyata nggak sesederhana angka di slip gaji.

Bayangkan dua pekerja muda. Yang satu kerja di Semarang, yang satu di Jogja. Keduanya lulusan baru, sama-sama lajang, sama-sama ngekos, dan sama-sama hobi ngopi. Di grup WhatsApp, mereka bertukar cerita soal gaji. Yang di Semarang bilang UMK-nya tahun depan bisa tembus Rp4 juta. Yang di Jogja cuma senyum, lalu mengirim screenshot KHL Jogja yang angkanya Rp4,6 juta.

Hening. Lalu yang di Jogja mengetik: “Berarti gaji saya belum apa-apa, bro.”

Baca Juga: UMK Semarang 2027 Naik Rp4,05 Juta, Tapi Listrik Ikut Naik: Sisa Uangmu Cuma Rp343 Ribu

UMK 2026: Semarang Sudah Unggul Sejak Awal

Tahun 2026, Kota Semarang menetapkan UMK Rp3.701.709. Itu tertinggi di Jawa Tengah, dan salah satu yang tertinggi di eks-Karesidenan Semarang. Kota Jogja, di sisi lain, menetapkan UMK Rp2.827.593. Selisihnya Rp874.116 per bulan.

Bandingkan dengan kota lain di Jateng: Solo cuma Rp2.570.000, bahkan kalah dari Karanganyar yang Rp2.592.154. Jadi, kalau kamu kerja di Semarang, kamu sudah “naik kelas” secara nominal dibanding temanmu yang di Solo atau Jogja.

Baca Juga: Simulasi UMK Semarang 2027: Skenario Moderat Rp3,9 Juta, Skenario Buruh Rp4,05 Juta

Simulasi 2027: Semarang Makin Jauh, Jogja Pelan

Pembahasan UMK 2027 masih berlangsung. KSPI mengusulkan kenaikan 7,5 sampai 9,5 persen. Ketua FSPIP sekaligus anggota Dewan Pengupahan Jateng, Karmanto, bilang pembahasan mandek karena menunggu panduan UU baru. Tapi simulasi tetap bisa dihitung.

Kota

UMK 2026

Simulasi 2027 (7,5%)

Simulasi 2027 (9,5%)

Kota Semarang

Rp3.701.709

Rp3.979.337

Rp4.053.371

Kota Jogja

Rp2.827.593

Rp3.039.662

±Rp3.096.214

Sumber: simulasi berdasarkan UMK 2026 dan usulan KSPI 7,5–9,5 persen.

Kalau skenario 9,5 persen dipakai, Semarang menembus Rp4 juta. Jogja baru di kisaran Rp3,09 juta. Selisihnya melebar jadi Rp957 ribu. Hampir satu juta. Itu setara uang kos setahun di Jogja, atau DP motor bekas.

Baca Juga: KHL Jateng 2027: Dari 10 Kg Beras sampai Kuota Internet, Totalnya Rp3,5 Juta

KHL: Di Sinilah Jogja Kena “Prank”

Angka UMK cuma separuh cerita. Yang menentukan hidup layak adalah KHL. Di Semarang, KHL kota ini disebut sekitar Rp4,1 juta. Di Jogja, KHL-nya Rp4.604.982.

Perhatikan implikasinya. Dengan UMK 2027 simulasi 9,5 persen, Semarang menghasilkan Rp4.053.371. Gap ke KHL sekitar Rp47 ribu. Itu pun kalau KHL-nya benar Rp4,1 juta. Kalau memakai KHL provinsi yang lebih rendah, Semarang justru surplus.

Jogja? UMK 2027 simulasi 9,5 persen sekitar Rp3.096.214. Gap ke KHL Rp4.604.982 adalah Rp1.508.768. Lebih dari Rp1,5 juta per bulan. Itu bukan gap. Itu jurang.

Biaya Hidup: Jogja Lebih Murah, Tapi Nggak Sejauh Itu

Jogja memang lebih murah untuk beberapa hal. Makan di warung sederhana: Rp20.000 di Jogja, Rp25.000 di Semarang. Kos sederhana: Rp400.000–Rp700.000 di Jogja, Rp400.000–Rp800.000 di Semarang.

Tapi selisih biaya hidup ini tidak sebanding dengan selisih UMK. Semarang memang lebih mahal, tapi gajinya juga jauh lebih tinggi. Kalau kamu memilih Jogja karena “katanya murah”, pastikan kamu sudah menghitung ulang.

Hitung-Hitungan Sisa Uang: Rp1,5 Juta vs Rp800 Ribu

Mari kita bedah dengan asumsi sederhana. Pekerja lajang, ngekos standar, makan tiga kali sehari di warung, transportasi hemat.

Pos

Semarang

Jogja

UMK 2026

Rp3.701.709

Rp2.827.593

Kos

Rp600.000

Rp500.000

Makan (Rp15.000 × 3 × 30)

Rp1.350.000

Rp1.350.000

Transportasi

Rp200.000

Rp150.000

Total basic

Rp2.150.000

Rp2.000.000

Sisa

Rp1.551.709

Rp827.593

Ilustrasi berdasarkan harga kos dan makan di kedua kota.

Sisa uang di Semarang hampir dua kali lipat sisa uang di Jogja. Itu sebelum dipotong listrik, kuota, dan jajan. Di Jogja, sisa Rp827 ribu akan cepat habis untuk kebutuhan yang sama.

Jadi, Mana yang Lebih Untung?

Kalau ukurannya nominal gaji dan sisa uang, jawabannya jelas: Semarang. UMK-nya lebih tinggi, gap ke KHL lebih kecil, dan sisa uang setelah biaya hidup dasar lebih besar. Kamu bisa menabung, atau setidaknya nggak deg-degan di tanggal 25.

Kalau ukurannya biaya hidup murah, Jogja memang sedikit lebih ramah. Tapi “sedikit” itu nggak cukup untuk menutup selisih UMK hampir Rp900 ribu. Jogja murah, tapi gajinya juga murah. Dan KHL-nya justru paling tinggi di antara keduanya.

Jadi, kalau kamu pekerja muda yang ingin memaksimalkan cuan dan kemampuan menabung, Jateng—terutama Semarang—lebih untung. Kalau kamu pekerja yang mengutamakan suasana kota, budaya, dan biaya makan yang lebih santai, Jogja tetap punya daya tarik. Tapi jangan bilang Jogja lebih “untung” secara finansial. Data bilang sebaliknya.

Semua angka 2027 di atas masih simulasi. Belum ada keputusan resmi. Tapi arahnya sudah kelihatan: Semarang terus menjauh, Jogja jalan di tempat. Dan selama KHL Jogja masih Rp4,6 juta, pekerja di sana akan terus bertanya, “Gaji UMK cukup buat apa?”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.