Ekonomi Digital Jawa Tengah Makin Terhubung, Transaksi QRIS Tembus Rp73,45 Triliun

JATENG.AKURAT.CO, Transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Perluasan transaksi digital tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara hingga digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari implementasi semangat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026, yang digelar Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
FEKDI x IFSE 2026 dihadiri sekitar 30.000 pengunjung secara daring dan luring.
Kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 30 seminar dan talkshow, melibatkan lebih dari 40 institusi serta 50 ahli dan praktisi, sekaligus memfasilitasi lebih dari 340 business and talent matching.
Mengusung penguatan sinergi nasional, pengembangan talenta dan inovasi digital, serta konektivitas ekonomi digital antarnegara, kegiatan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan teknologi.
Kolaborasi antara otoritas, pemerintah daerah, industri, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin solid.
Transaksi QRIS di Jateng Capai Rp73,45 Triliun
Semangat tersebut turut tercermin di Jawa Tengah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, perbankan, pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis terus memperluas digitalisasi untuk memberikan manfaat nyata bagi aktivitas ekonomi daerah.
Salah satu indikatornya terlihat dari semakin luasnya penggunaan QRIS. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS di Jawa Tengah mencapai 870,01 juta transaksi dengan nominal Rp73,45 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Digitalisasi juga semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi lintas negara. Transaksi QRIS Antarnegara (inbound) di Jawa Tengah tercatat mencapai 495,89 ribu transaksi dengan nominal Rp136,37 miliar.
Kehadiran QRIS Antarnegara membuka peluang semakin luasnya keterhubungan ekonomi Jawa Tengah dengan masyarakat global, terutama pada sektor yang bersinggungan langsung dengan mobilitas masyarakat seperti pariwisata, perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah
Transformasi digital juga diperluas pada sektor pemerintahan melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Digitalisasi transaksi pemerintah diarahkan untuk membangun tata kelola yang semakin efisien sekaligus memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian Jawa Tengah dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026.
Berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 514 Tahun 2026, Provinsi Jawa Tengah meraih Peringkat II TP2DD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Jawa-Bali.
Sementara itu, Kota Semarang meraih Peringkat III TP2DD Terbaik Tingkat Kota Wilayah Jawa-Bali.
Penguatan ETPD juga dilakukan melalui kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, serta Bank Jateng selaku Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Transaksi Non Tunai (TNT) Awards Jawa Tengah 2026.
Pada ajang tersebut, peringkat I hingga III diberikan kepada Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Kebumen.
Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pati sebagai OPD Penghasil Retribusi Terbaik dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang sebagai OPD Implementasi KKI Terbaik.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang terus mendorong inovasi dan memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Upaya itu sekaligus diarahkan untuk mendukung optimalisasi penerimaan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
QRIS Antarnegara dan Jejak Cheng Ho
Sejalan dengan arah kebijakan strategis Bank Indonesia dalam mendorong konektivitas sistem pembayaran dan ekonomi digital antarnegara, termasuk implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok, penguatan konektivitas juga diwujudkan melalui pendekatan budaya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026 di kawasan Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.
Kegiatan tersebut mengangkat hubungan antarmasyarakat Jawa Tengah dan Tiongkok yang telah terbangun selama berabad-abad melalui jalur perdagangan dan pertukaran budaya.
Perjalanan Laksamana Cheng Ho menjadi salah satu inspirasi untuk mempertemukan sejarah, budaya, ekonomi, dan teknologi dalam satu rangkaian kegiatan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa konektivitas ekonomi digital dapat berjalan beriringan dengan penguatan hubungan sosial dan budaya yang telah lama terbentuk.
Digitalisasi Pembayaran Dukung Pengendalian Inflasi
FEKDI x IFSE 2026 juga dirangkaikan dengan Rakornas Pengendalian Inflasi. Dalam momentum tersebut, pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam pengendalian inflasi turut mendapatkan apresiasi.
Kolaborasi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Pada 2026, Jawa Tengah kembali memperoleh apresiasi dalam pengendalian inflasi.
Berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 505 Tahun 2026, Provinsi Jawa Tengah meraih Peringkat I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Jawa-Bali selama dua tahun berturut-turut.
Sementara pada kategori kabupaten/kota, Kabupaten Kebumen meraih Peringkat II TPID Kabupaten/Kota Berprestasi Wilayah Jawa-Bali.
Digitalisasi dan pengendalian inflasi juga dipertemukan dalam rangkaian kegiatan RTB melalui pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan masyarakat.
Salah satunya dilakukan melalui edukasi sistem pembayaran digital dan QRIS yang dipadukan dengan edukasi ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengikuti inovasi tebus murah komoditas pangan strategis dengan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.
Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap transaksi pembayaran digital, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai kebijakan Bank Indonesia terkait pangan strategis, hilirisasi, serta diversifikasi produk pangan.
Ekosistem Digital Jateng Terus Diperluas
Berbagai capaian tersebut memperlihatkan bahwa semangat FEKDI x IFSE 2026 telah diterapkan dalam berbagai aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.
Digitalisasi tidak hanya menyentuh transaksi UMKM dan pelaku usaha, tetapi juga perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, pengendalian inflasi, hingga konektivitas pembayaran antarnegara.
Ke depan, penguatan digitalisasi di Jawa Tengah diharapkan semakin terintegrasi dengan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Ekosistem pembayaran digital masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan guna mendukung aktivitas UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta peningkatan kualitas layanan pemerintah daerah.
Pada saat yang sama, semakin luasnya konektivitas pembayaran lintas negara membuka peluang bagi pelaku ekonomi lokal untuk terhubung lebih erat dengan aktivitas ekonomi global.
Dengan demikian, transformasi ekonomi dan keuangan digital tidak hanya menjadi perubahan dalam cara masyarakat melakukan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi Jawa Tengah yang semakin terhubung, inklusif, dan memberikan dampak nyata.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa Oktober 2026: Daftar Hari Baik untuk Akad Nikah, Pindah Rumah, dan Usaha
- 2UPDATE Klasemen Akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Siapa Juara Grup Indonesia atau Malaysia?
- 3Astra Financial Hadir di GIIAS Semarang 2026, Tawarkan Solusi Pembiayaan dan Layanan Keuangan Terintegrasi
- 4UPDATE! LIVE SCORE Malaysia vs Singapura, Skor 2-0 Babak Pertama Cek Hasil Babak Kedua Skor Akhir Full Time
- 5Link Live Streaming Gratis Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kickoff 19.30 WIB
- 6BAGANA Bantu Pencarian Altaf Akbar, Jika Masyarakat Menemukan Segera Hubungi Kontak Ini
- 7GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Kendaraan Global Ramaikan Muladi Dome UNDIP
- 8LIVE SCORE! Update Skor Indonesia vs Bangladesh: Garuda Unggul 6-1 di Babak Pertama, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 9Terungkap dari CCTV, Kuasa Hukum Nathan Sebut Maher Diduga Pukul Anggota TNI dalam Keributan di Jl Veteran Semarang
- 10Kian Panas! BMKG Prediksi Musim Hujan Jawa Tengah Mulai November 2026, Sejumlah Wilayah Mundur hingga Desember




