F1 2026 Belum Pernah Sesesi Basah, GP Bahrain di Malaysia Berpotensi Hujan

JATENG.AKURAT.CO, Formula 1 musim 2026 hingga kini belum pernah menggelar satu pun sesi basah dengan mobil regulasi terbaru.
Padahal, hujan sempat mengancam di beberapa balapan, seperti GP Miami yang dimajukan tiga jam, GP Kanada yang berstatus Rain Hazard, dan GP Belgia.
Namun, semuanya berakhir kering. Situasi ini membuat 15 race weekend berlalu tanpa pengalaman basah.
Kini, ramalan cuaca untuk GP Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, akhir pekan ini, memberikan harapan sekaligus kekhawatiran.
Hujan diprediksi mengguyur kelima sesi, dengan risiko badai petir pada Sabtu dan Minggu.
Jika benar, ini akan menjadi sesi basah pertama bagi generasi mobil 2026.
Sebelumnya, hanya beberapa tim yang sempat merasakan lintasan basah saat shakedown di Barcelona.
Baca Juga: Tanpa Langganan! Apple TV Tayangkan Seluruh Akhir Pekan GP Bahrain di Sepang
Belum Ada Sesi Basah dengan Mobil 2026
Hingga saat ini, belum ada satu pun sesi resmi F1 2026 yang digelar dalam kondisi basah.
Padahal, hujan sempat mengancam di Miami, Kanada, dan Belgia. Di Miami, balapan dimajukan tiga jam untuk menghindari badai, tetapi lintasan tetap kering.
Kanada bahkan berstatus Rain Hazard, namun tidak ada hujan yang turun saat sesi berlangsung.
Begitu pula di Belgia, hujan yang turun di luar sesi tidak mengganggu jalannya balapan.
Akibatnya, para pembalap dan tim belum memiliki data tentang perilaku mobil 2026 di lintasan basah.
Baca Juga: Jadwal Lengkap F1 GP Bahrain di Malaysia 2–4 Oktober 2026, Ada Live Streaming
Ramalan Cuaca GP Bahrain di Malaysia: Hujan Mengintai
Menurut ramalan cuaca BBC, hujan berpotensi mengguyur kelima sesi di Sepang.
Suhu udara diperkirakan panas dan lembap sepanjang akhir pekan. Bahkan, ada risiko badai petir pada Sabtu dan Minggu.
Cuaca di Malaysia memang terkenal sulit diprediksi. Kondisi bisa berubah dalam hitungan menit.
Jika hujan benar-benar turun, ini akan menjadi ujian pertama bagi mobil 2026 di lintasan basah.
Tim harus cepat beradaptasi dengan ban basah dan strategi yang berbeda.
Sejarah Cuaca Ekstrem di Sepang
Sepang bukanlah lokasi asing bagi cuaca ekstrem. Pada 2009, balapan dihentikan di tengah jalan akibat hujan deras.
Saat itu, poin hanya diberikan setengah. Pada 2012, balapan juga sempat dihentikan sementara karena kondisi lintasan yang tidak aman.
Sepanjang sejarahnya, Sepang sering dilanda hujan tropis yang datang tiba-tiba.
Inilah yang membuat balapan di Malaysia selalu dinanti sekaligus diwaspadai. Para pembalap harus siap menghadapi segala kemungkinan.
Status Heat Hazard Kembali Diberlakukan
Selain hujan, GP Bahrain di Malaysia juga menghadapi tantangan panas.
Suhu diperkirakan mencapai 32–35 derajat Celsius. Karena itu, status heat hazard diberlakukan.
Ini menjadi putaran ketiga musim ini yang mendapat status serupa. Dengan status ini, tim boleh memasang sistem pendingin untuk pembalap.
Jika tidak digunakan, mobil harus membawa pemberat 5 kilogram.
Kombinasi panas dan hujan membuat balapan akhir pekan ini menjadi salah satu yang paling menantang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa Oktober 2026: Daftar Hari Baik untuk Akad Nikah, Pindah Rumah, dan Usaha
- 2UPDATE Klasemen Akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Siapa Juara Grup Indonesia atau Malaysia?
- 3Astra Financial Hadir di GIIAS Semarang 2026, Tawarkan Solusi Pembiayaan dan Layanan Keuangan Terintegrasi
- 4UPDATE! LIVE SCORE Malaysia vs Singapura, Skor 2-0 Babak Pertama Cek Hasil Babak Kedua Skor Akhir Full Time
- 5Link Live Streaming Gratis Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kickoff 19.30 WIB
- 6BAGANA Bantu Pencarian Altaf Akbar, Jika Masyarakat Menemukan Segera Hubungi Kontak Ini
- 7GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Kendaraan Global Ramaikan Muladi Dome UNDIP
- 8Terungkap dari CCTV, Kuasa Hukum Nathan Sebut Maher Diduga Pukul Anggota TNI dalam Keributan di Jl Veteran Semarang
- 9Kian Panas! BMKG Prediksi Musim Hujan Jawa Tengah Mulai November 2026, Sejumlah Wilayah Mundur hingga Desember
- 10RUPSLB Indosat, Jabatan President Director dan CEO Masih Dipegang Vikram Sinha





