Kripto Gak Bakal Tembus ke Massa? Ini 5 Tantangan Besar yang Dihadapi Ethereum Saat Ini!

JATENG.AKURAT.CO, Ethereum adalah salah satu blockchain paling populer di dunia. Tapi, di balik popularitasnya, ada banyak tantangan yang harus dihadapi.
Jika tantangan ini tidak bisa diatasi, adopsi kripto secara massal mungkin akan sulit terwujud.
Penasaran apa saja tantangan besar yang dihadapi Ethereum saat ini? Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Interoperabilitas yang Rumit
Pernah coba kirim aset dari satu jaringan ke jaringan lain? Prosesnya seringkali ribet dan makan waktu.
Meskipun ada jembatan (bridges) lintas rantai, pengguna harus melalui langkah-langkah yang canggung.
Agar Ethereum bisa benar-benar siap untuk adopsi massal, interoperabilitas harus lebih mulus.
Kabar baiknya, proyek-proyek seperti Arbitrum dan Optimism terus berupaya membuat transaksi lintas jaringan jadi lebih cepat dan mudah.
2. Pengalaman Pengguna (UX) yang Kurang Mulus
Banyak pengguna pemula yang masih bingung saat menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dApps) atau dompet kripto.
Salah satu masalahnya adalah biaya gas yang harus dibayar untuk setiap transaksi.
Dengan pembaruan terbaru seperti EIP-7702, dompet bisa berfungsi seperti kontrak pintar untuk sementara, yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi lebih sedikit dan membayar biaya dalam token lain.
Ini akan membuat pengalaman pengguna jauh lebih baik.
Baca Juga: JANGAN KETINGGALAN! Ini 5 Aplikasi Keren di Ethereum yang Bikin Transaksi Kripto Makin Gampang!
3. Skalabilitas yang Terbatas
Masalah skalabilitas adalah tantangan klasik Ethereum. Meskipun solusi Layer 2 (L2) sudah membantu, efisiensi Layer 1 (L1) tetap harus ditingkatkan.
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, sendiri mengakui pentingnya hal ini.
Rencana untuk menggandakan jumlah data availability blobs diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan membuat transaksi secepat blockchain lain seperti Solana.
4. Biaya Gas yang Mahal
Siapa yang tidak kesal dengan biaya gas yang mahal, apalagi saat jaringan sedang ramai?
Biaya yang tinggi menjadi penghalang besar bagi banyak orang untuk masuk ke ekosistem Ethereum.
Dengan pembaruan Pectra, Ethereum berharap bisa meningkatkan kapasitas transaksi, sehingga biaya gas bisa ditekan dan Ethereum menjadi lebih ramah di kantong.
5. Ancaman Keamanan
Seiring dengan bertambahnya pengguna, potensi serangan seperti rug pulls dan honeypots juga meningkat.
Ethereum terus berupaya mengembangkan fitur keamanan baru untuk melindungi aset pengguna.
Meskipun tantangan ini masih ada, upaya untuk meningkatkan keamanan menjadi prioritas utama demi keberlanjutan ekosistem.
Dengan segala tantangan ini, Ethereum terus berinovasi untuk menjadi blockchain yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih aman.
Akankah pembaruan di tahun 2025 ini mampu mengatasi semua masalah tersebut? Kita tunggu saja perkembangannya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










