Jateng

Dari Warga, Oleh Warga, dan Untuk Warga, Begini Perkembangan Gade Village Borobudur Binaan PT Pegadaian

Theo Adi Pratama | 7 Maret 2025, 12:17 WIB
Dari Warga, Oleh Warga, dan Untuk Warga, Begini Perkembangan Gade Village Borobudur Binaan PT Pegadaian

JATENG.AKURAT.CO, Seorang pria asal Desa Parakan Ngargogondo membuat segelas kopi yang disuguhkan kepada tamu-tamunya.

Kebetulan saat itu, Sabtu (1/3/2025), pria bernama Arian Subekti (42) sedang libur. Dia bekerja di Gade Village Balkondes Ngargogondo Borobudur Kabupaten Magelang yang saat itu menerima beberapa tamu yang akan menginap.

Arian sendiri, walaupun sebenarnya mendapat jatah libur, memilih membersihkan halaman penginapan. Dia menyiangi (memotong tipis) rerumputan yang tumbuh kurang rapi sambil memilah sampah.

Gade Village Balkondes Ngargogondo Borobudur adalah penginapan yang dikelola oleh warga sekitar di bawah pengawasan Pemerintah Desa Parakan Ngargogondo yang berdiri sejak 13 September 2018 silam.

Balkondes atau Balai Perekonomian Desa Gade Village berdiri atas bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT Pegadaian yang masih di bawah holding group Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Saya bekerja di Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Ngargogondo semenjak berdirinya tanggal 13 September 2018 yang mana balkondes ini dibantu oleh CSR Pegadaian yang menjadi holding grup Bank Rakyat Indonesia (BRI),”ujar Arian kepada awak media yang berkunjung menikmati suasana alam di sekitar Gade Village.

Arian menceritakan bahwa dirinya sebelum bekerja di Gade Village adalah seorang pedagang lulusan SMA dan pernah bekerja di salah satu perusahaan di daerahnya.

“Saya sendiri, basik pendidikannya hanya lulusan SMA, dulu sebelum turun pembinaan dari PT Pegadaian saya itu jualan di sekitar Candi Borobudur, sempat juga menganggur. Setelah tamat SMA saya kerja di Sari Husada dari 2004-2017 akhir,” kisahnya.

“Saya masuk sini dapat informasi dari teman-teman bahwa ada pekerjaan di sini kemudian saya masuk dan lulus seleksi,” sambungnya.

Bengkok Desa yang Dikelola Profesional

Arian mengatakan, pengelolaan Gade Village dilakukan secara swadaya dan bersama-sama dengan masyarakat sekitar.

“Saya bekerjasama dengan temen-temen pengelola yang lain,”jelasnya.

Arian mengatakan bahwa lahan yang saat ini menjadi Gade Village itu adalah ladang bengkok desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kemudian dikembangkan menjadi penginapan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata prioritas Borobudur.

“Dulu ini ladang bengkok Desa yang berdampingan dengan Lapangan Sepakbola,” ungkapnya.

Meskipun dikelola bersama oleh warga, sistem perekrutan pegawai di penginapan ini terbilang cukup profesional, di antaranya perekrutan calon pekerja menggunakan lamaran dan seleksi.

“Tempat ini dikelola bersama oleh warga dan Pemerintah Desa dan pegawai di sini diseleksi termasuk saya dengan cara melamar sesuai dengan persyaratan yang ditentukan,”tuturnya.

Di kawasan Borobudur, atau Magelang pada umumnya, sistem pengelolaan ekonominya cukup unik namun terstruktur. Salah satunya membentuk Balkondes yang bertugas mengelola satu bidang ekonomi agar terfokus. Itu yang membuat istilah Balkondes di Kabupaten Magelang cukup populer yang mana istilah ini hampir tak digunakan di daerah lain.

“Nah Balkondes ini ada di bawah BUMDes di mana Balkondes lingkup pengembangannya terkonsentrasi di satu bidang, misalnya di bidang wisata atau kuliner,” ujarnya.

Bantuan PT Pegadaian untuk Warga

Di tempat terpisah, Alan Henry, Perangkat Desa Ngargogondo menjelaskan, bantuan yang diberikan oleh CSR PT Pegadaian di wilayahnya antara lain pembangunan fisik dan pelatihan pegawai, lalu kemudian mempercantik lapangan dengan dibangun taman dan tribun serta ada kios UMKM lalu setiap Idul Qurban juga rutin menyumbangkan hewan qurban.

“Lalu kelompok tani juga selama dua tahun ini diajari, dibina untuk membuat pupuk organik. Itu pihak PT Pegadaian menggandengan Unsoed, Intani, termasuk sertifikasi terhadap kelayakan fasilitator pertanian, ada tiga orang petani yang berhasil lolos sertifikasi yang digelar oleh PT Pegadaian. Sertifikasinya di Yogyakarta yang mana instrukturnya dari Unsoed,” ujarnya.

Kemudian pas saat Covid-19 Pegadaian juga menyalurkan bantuan Sembako. Jadi bantuan yang diberi oleh PT Pegadaian cukup banyak”,”sambungnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.