Jateng

Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan, Pemprov Jateng Bersinergi dengan BI dan OJK

Afri Rismoko | 30 Oktober 2023, 10:33 WIB
Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan, Pemprov Jateng Bersinergi dengan BI dan OJK

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), secara proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang layanan keuangan yang benar dan aman.

“Kami terus berupaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Jawa Tengah,” ungkap Sumarno, Sekretaris Daerah Jateng, di sela acara “The Jewel of Central Java“, di Lapangan Pancasila (Simpanglima) Semarang, Sabtu (28/10/2023) malam.

Baca Juga: Erick Thohir Tegas, Regulasi Promosi dan Degradasi Liga 1 Tetap Tiga Tim

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BI dan OJK merupakan langkah vital dalam mencapai target inklusi dan literasi keuangan 100% di wilayah tersebut.

Literasi dan inklusi keuangan yang masih rendah menjadi penghambat utama bagi masyarakat dalam mengakses layanan permodalan.

Pemerintah Jateng berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai inisiatif inklusi keuangan guna memperluas pemahaman masyarakat dan membuka akses modal, khususnya bagi UMKM dan kalangan masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Forum Genre Jateng Raih Terbaik Kedua dalam Adujaknas GenRe 2023, Ikut Andil Selesaikan Masalah Stunting

Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, menjelaskan bahwa BI dan OJK Jateng-DIY telah bersinergi menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan dan Safari Rupiah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya mencintai dan memahami mata uang rupiah, serta menggunakan rupiah dalam setiap transaksi.

Melalui Safari Rupiah, BI dan OJK juga ingin menumbuhkan rasa nasionalisme dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

“Ini adalah bentuk dari komitmen kami untuk menguatkan inklusi keuangan dan ekonomi di wilayah ini,” tutup Rahmat.

Kesimpulan:

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari praktik pinjaman online ilegal.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan komitmen kuat dalam mencapai tujuan ini dan memastikan bahwa setiap warga memiliki akses dan pemahaman yang benar mengenai layanan keuangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A