Eceng Gondok hingga Limbah Styrofoam Disulap Jadi Inovasi, Mahasiswa UNDIP Berjaya di PIMNAS 2026

JATENG.AKURAT.CO – Inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium berteknologi tinggi. Limbah styrofoam, sekam padi, eceng gondok, hingga pelepah pisang pun bisa menjadi bahan penelitian yang menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Hal tersebut dibuktikan mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026.
Berkompetisi dengan mahasiswa dari 100 perguruan tinggi di Indonesia, delegasi UNDIP berhasil mengoleksi 11 medali dan tiga penghargaan Tim Favorit.
Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UNDIP dalam mengembangkan gagasan ilmiah menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat.
Sebanyak 11 medali yang diraih terdiri atas satu emas, lima perak, dan lima perunggu dari kategori presentasi dan poster. Dengan hasil tersebut, UNDIP menempati peringkat kesembilan nasional.
Pengumuman penghargaan sekaligus penganugerahan medali berlangsung dalam upacara penutupan PIMNAS ke-39 di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Jumat (6/11/2026).
Inovasi dari Persoalan Sehari-hari
Salah satu hal menarik dari capaian mahasiswa UNDIP adalah keberagaman tema penelitian yang diangkat.
Persoalan kesehatan, lingkungan, energi, hingga perlindungan masyarakat adat menjadi bagian dari gagasan yang dipresentasikan dalam kompetisi ilmiah mahasiswa terbesar tingkat nasional tersebut.
Pada kategori poster, medali emas diraih tim yang diketuai Rizky Rahmad Danu Saputra dari kelas PKM RE-2.
Tim tersebut mengembangkan agen nanosensor mikroplastik PET berbasis titik kuantum karbon terdoping nitrogen dari sekam padi untuk mendeteksi mikroplastik pada limbah cair pencucian pakaian.
Penelitian ini menarik karena memadukan pemanfaatan limbah pertanian dengan teknologi deteksi pencemaran lingkungan.
Sementara itu, pada kategori presentasi, salah satu medali perak diraih tim Muhammad Fikri dari kelas PKM KC-3 melalui pengembangan prototipe wearable ECG berbasis Edge AI dengan algoritma 1D-CNN untuk deteksi dini gangguan aritmia.
Inovasi tersebut mengarah pada pengembangan teknologi kesehatan yang dapat membantu mendeteksi gangguan irama jantung.
Mahasiswa UNDIP juga mengembangkan inovasi baterai dengan memanfaatkan limbah styrofoam. Tim yang diketuai Irgi Maulana Hakim dari kelas PKM RE-2 meraih medali perak melalui penelitian integrasi Graphene Quantum Dots dari limbah styrofoam dengan Carbon Nanotube untuk meningkatkan konduktivitas dan difusi ion litium pada katode LiMnFePO.
Berbagai inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana penelitian mahasiswa dapat menjangkau persoalan yang berbeda, sekaligus menawarkan pendekatan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.
Eceng Gondok hingga Bawang Merah Jadi Objek Inovasi
Tidak hanya teknologi kesehatan dan energi, perhatian terhadap persoalan lingkungan juga menjadi kekuatan delegasi UNDIP.
Tim yang diketuai Zahra Najla Raniah dari kelas PKM K-2 meraih medali perunggu kategori presentasi melalui inovasi KIREI.
Penelitian tersebut mengembangkan tisu Jepang ramah lingkungan berbasis eceng gondok dan pelepah pisang melalui teknologi biopulp untuk konservasi dokumen fisik.
Inovasi ini mengangkat potensi bahan alami yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, tim Bintang Adhiyaksa Dani Saputro dari kelas PKM KC-2 meraih medali perunggu melalui inovasi sistem inaktivasi jamur pada bawang merah menggunakan Plasma Activated Water.
Tim lain yang diketuai Naurah Safa Labibah juga memperoleh medali perunggu melalui gagasan pengolahan sampah terintegrasi berbasis ekonomi sirkular dan valorisasi untuk mendukung kemandirian energi Indonesia 2045.
Pada kategori poster, medali perunggu juga diraih tim Sarah Uzmaya dari kelas PKM K-1 melalui pengembangan obat kumur herbal Dentavera berbasis kulit pisang dan minyak cengkeh.
Adapun tim Argitta Nova Triana dari kelas PKM RE-4 meraih medali perunggu melalui penelitian senyawa metabolit potensial apoptotik daun Bruguiera gymnorrhiza terhadap sel kanker kolorektal HCT-116.
Beragam penelitian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNDIP tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tiga Tim Raih Penghargaan Favorit
Prestasi UNDIP di PIMNAS ke-39 semakin lengkap dengan keberhasilan tiga tim memperoleh penghargaan Tim Favorit.
Penghargaan pertama diraih tim yang diketuai Ja'far Omar Sidiq dari kelas PKM GFT melalui gagasan pemanfaatan Vehicle-to-Everything dan Smart Microeconomy Hub untuk optimalisasi mobilitas, ekonomi, dan transformasi IKN 2045.
Penghargaan berikutnya diberikan kepada tim Rivalino Marcha F.M. dari kelas PKM RSH-3.
Tim tersebut mengangkat penelitian mengenai peneguhan hak masyarakat adat Samin dari kriminalisasi lingkungan melalui reformulasi delik perintangan aktivitas pertambangan berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, tim yang diketuai Okhan Dimas Pramudya dari kelas PKM RE-3 memperoleh penghargaan Tim Favorit melalui penelitian sintesis dan modifikasi nanokomposit SnO₂ yang terdispersi pada reduced graphene oxide turunan limbah styrofoam sebagai anode baterai ion litium berkinerja tinggi.
Ketiga penghargaan tersebut melengkapi capaian UNDIP yang berhasil memperoleh apresiasi di seluruh kategori kompetisi, yakni presentasi, poster, dan Tim Favorit.
Rektor UNDIP Apresiasi Perjuangan Mahasiswa
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap seluruh mahasiswa yang telah berjuang membawa nama UNDIP dalam kompetisi nasional tersebut.
Menurutnya, capaian 11 medali dan tiga penghargaan Tim Favorit merupakan hasil kerja keras, semangat juang, serta keberanian mahasiswa untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Selamat dan sukses untuk seluruh delegasi UNDIP. Raihan 1 medali emas, 5 medali perak, 5 medali perunggu, serta 3 penghargaan Tim Favorit merupakan pencapaian yang luar biasa dan membanggakan bagi UNDIP. Terima kasih atas kerja keras, semangat juang, dan keberanian kalian untuk berkompetisi di tingkat nasional. Kalian semua telah memberikan yang terbaik dan menjadi kebanggaan UNDIP,” ujarnya.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., yang telah mengoordinasikan persiapan dan pembinaan kontingen UNDIP.
Apresiasi turut diberikan kepada dosen pembimbing, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung prestasi mahasiswa sekaligus menyukseskan penyelenggaraan PIMNAS ke-39.
Sebagai tuan rumah, UNDIP juga memiliki tanggung jawab besar memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik sejak pembukaan hingga penutupan.
Bukan Sekadar Medali, tetapi Investasi Inovasi
Capaian di PIMNAS ke-39 menjadi modal penting bagi UNDIP untuk terus mengembangkan budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Keberhasilan mahasiswa mengangkat persoalan lingkungan, kesehatan, teknologi, energi, dan sosial menjadi karya ilmiah menunjukkan luasnya potensi penelitian yang dapat dikembangkan di perguruan tinggi.
UNDIP berkomitmen memperkuat pembinaan riset, inovasi, dan kompetensi mahasiswa melalui pendampingan berkelanjutan.
Hasil PIMNAS ke-39 juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan agar mahasiswa mampu menghasilkan karya yang semakin kompetitif pada ajang berikutnya.
Sebelas medali dan tiga penghargaan Tim Favorit bukan sekadar deretan prestasi. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa gagasan mahasiswa, ketika didukung pembinaan dan riset yang kuat, dapat berkembang menjadi inovasi yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Persis Siap-siap Disanksi Komdis PSSI Usai Dua Kartu Merah
- 4Update Skor Java United vs Persib: Tuan Rumah Unggul 2-0, Ciro Alves dan Gustavo Hancurkan Pertahanan Maung Bandung
- 5Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 6Persijap Kian Merana, Kalah Kandang di Tangan Garudayaksa FC, Jurang Degradasi Kian Dekat, Skor Akhir 1-2
- 7Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 8Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 9Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 10Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak



