Jateng

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 88 Gelar Sosialisasi dan Praktek Pertanian Hidroponik bagi Masyarakat Watuagung

Arixc Ardana | 11 Maret 2024, 18:28 WIB
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 88 Gelar Sosialisasi dan Praktek Pertanian Hidroponik bagi Masyarakat Watuagung

AKURAT.CO, Hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, namun menggunakan air dan larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai media tumbuh.

Selain air dan larutan nutrisi, hidroponik juga menggunakan media tanam lain seperti rockwool, arang sekam,dan berbagai media yang ringan dan steril lainnya.

Hidroponik merupakan salah satu sistem budidaya yang populer dikalangan masyarakat khususnya di daerah perkotaan, karena sistem budidaya ini tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya sehingga sistem bercocok tanam secara hidroponik dapat memanfaatkan lahan yang sempit.

Baca Juga: Memperbaiki dan Manfaatkan Taman TOGA Bersama Ibu-Ibu PKK, Inovasi Mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Bergas Kidul

Berlatar hal tersebut para mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 88 di Kelurahan Watuagung Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, menggelar sosialisasi dan pelatihan project hidroponik bagi masyarakat sekitar.

"Langkah pertama dalam memulai petualangan hidroponik adalah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Ini termasuk tray penyemaian, benih tanaman, spon, dan nutrisi," papar penanggung jawab kegiatan dari Kelompok 88 KKN UPGRIS Adelia Hanum Rahmadhani,

Proses pembenihan dimulai dengan menempatkan benih ke dalam lubang tanam satu per satu.

"Setelah benih tumbuh dan menampilkan daun sejati, yang biasanya terjadi dalam waktu 10 hingga 12 hari setelah penaburan benih, tanaman siap untuk dipindahkan ke sistem hidroponik," lanjut Adelia.

Dalam budidaya hidroponik, menjaga ketersediaan nutrisi sangatlah penting.

Nutrisi harus disuplai secara teratur dan dijaga agar pH larutan berada dalam kisaran yang optimal, yakni antara 5,5 hingga 6,5.

Suhu larutan juga harus diawasi, dengan batasan maksimal tidak melebihi 30°C. Penting juga untuk melindungi tanaman dari sinar matahari langsung, biasanya dengan menggunakan paranet untuk menyaring cahaya.

Kebersihan sistem hidroponik juga harus diperhatikan untuk mencegah penyebaran penyakit dan hama.

"Yang penting diperhatikan dalam budidaya secara hidroponik adalah menjaga ketersediaan nutrisi, memastikan pH air berada pada 5,5 – 6,5, suhu larutan tidak lebih dari 30o C, serta tanaman tidak terpapar sinar matahari secara langsung, bisa juga menggunakan paranet 60%, dengan lama penyinaran optimal 6-8 jam per hari," tandasnya

Sistem hidroponik menawarkan sejumlah keunggulan.

Pertama-tama, tanaman dalam hidroponik cenderung mendapatkan lebih banyak oksigen, karena akarnya terendam dalam larutan yang kaya akan oksigen.

Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara keseluruhan.

Selain itu, perawatan tanaman menjadi lebih mudah karena nutrisi diserap lebih efisien, berkat pemberian nutrisi dalam bentuk yang lebih mudah diserap oleh tanaman.

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, hidroponik juga memiliki tantangan tersendiri.

Salah satu masalah yang sering muncul adalah kesalahan dalam pengaturan pH larutan nutrisi.

Tingkat pH yang tidak sesuai dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan jika nutrisi yang diberikan sudah sesuai.

Selain itu, peningkatan suhu air saat musim kemarau juga dapat menjadi masalah, mengganggu kondisi optimal untuk pertumbuhan tanaman.

Terakhir, kebersihan sistem hidroponik juga harus dijaga dengan baik, karena keberantakan dan kotoran dapat menyebabkan penyebaran penyakit dan hama yang merugikan tanaman.

Meskipun tantangan dan kekurangan yang ada, hidroponik tetap menjadi salah satu inovasi yang menarik dalam dunia pertanian modern.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.