Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pembagian PMT di Srumbung Bergas Kidul

AKURAT.CO, Mahasiswa Kelompok 82 KKN UPGRIS di Desa Bergas Kidul, bersama dengan Kader Posyandu Srumbung Bergas Kidul, menyelenggarakan acara sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting.
Acara ini juga mencakup pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mendukung kesehatan ibu hamil dan balita.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk upaya pencegahan stunting dan penanggulangan masalah gizi buruk.
"Kegiatan sosialisasi dimulai dengan penuh semangat di rumah Bapak Kadus Srumbung, dengan kehadiran Ibu Bagi, seorang bidan dari Bergas Kidul, sebagai pemateri utama," papar Ketua Kelompok 82 KKN UPGRIS, Mh Akmal Nur Hidayatullah.
Dipaparkan, jika sasaran sosialisasi adalah para ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita.
"Sebelum acara sosialisasi dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan posyandu dan pembagian makanan tambahan seperti telur, puding labu, bubur jagung, dan jeruk," terangnya.
Saat acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Bidan Bergas Kidul memberikan sambutan hangat dan menjelaskan tujuan dari sosialisasi tersebut.
Dia mengajak semua peserta untuk terlibat aktif dalam sesi diskusi yang akan dilakukan.
Selama sesi sosialisasi, Bidan dengan jelas menjelaskan tentang pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan anak-anak dan risiko stunting yang dapat terjadi jika gizi tidak mencukupi.
Dia juga memberikan informasi yang berharga tentang perawatan kesehatan maternal dan anak yang sangat diperlukan untuk mencegah stunting.
Para peserta terlibat secara aktif dalam sesi diskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman mereka sendiri.
Atmosfer yang tercipta menjadi sangat interaktif dan mendidik, menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang masalah kesehatan ini.
Acara sosialisasi berakhir dengan kesan yang positif dan semangat baru untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan.
Para peserta pulang dengan pemahaman yang lebih baik tentang stunting dan keyakinan baru dalam menerapkan praktik-praktik kesehatan yang baik dalam keluarga mereka.
Langkah kecil ini, meskipun terlihat sederhana, memiliki dampak yang besar dalam upaya mencegah stunting dan memastikan pertumbuhan serta perkembangan optimal bagi generasi mendatang.
Inilah contoh konkret dari bagaimana pendidikan dan sosialisasi dapat membentuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless
- 10Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG





