Tim Pengabdi Unnes Gelar Penguatan Ekowisata melalui Training Home Industry Conservation di Desa Wisata Kandri

AKURAT.CO SEMARANG - Pariwisata berbasis masyarakat dalam bentuk desa wisata, telah berkembang di berbagai pelosok tanah air.
Seperti halnya Desa Wisata Wisata Kandri Gunungpati Semarang.
Hasilnya, selain masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan dari usaha wisata, kelestarian lingkungan dan budaya lokal dapat lebih terjaga.
Baca Juga: Melalui Aswaja Center, Unwahas Lakukan Penguatan Ideologi Aswaja Angkatan Pertama
Disisi lain, sampah menjadi permasalahan umum yang semakin menyita perhatian, pikiran dan tenaga.
Untuk itu, pemberdayaan masyarakat yang bergerak dalam memanfatakan limbah organik dan non organik untuk di daur ulang kembali menjadi barangpakai, pun diperlukan.
Berlatar belakang hal tersebut, tim pengabdi Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang diketuai Dr. Nina Oktarina, SPd, MPd, dengan anggota Yohana Endang Trirahayu, S.Pd dan Tafriyadhur Risa Billah, S.Or, menggelar kegiatan penguatan ekowisata melalui Training Home Industry Conservation di Desa Wisata Kandri Gunungpati Semarang, pada Jumat (1/9/2023).
Baca Juga: Muslimat NU Ungaran Timur Targetkan Visi Satukan Semua Potensi NU Untuk Kemaslahatan yang Lebih Luas
Diketahui, berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdi di tempat mitra yaitu Pokdarwis Pandanaran Kandri Kota Semarang, dapat diidentifikasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh mitra sekarang ini.
Termasuk, bagaimana caranya untuk memfasilitasi para pemuda pelestari lingkungan hidup dan pengurus kelompok Pokdarwis Pandanaran Kandri Kota Semarang.
"Training home industry conservation kita pilih, karena memiliki nilai praktis, karena dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas," papar anggota tim pengabdi Unnes, Yohana Endang Trirahayu disela kegiatan.
Baca Juga: Cuaca Panas Berkepanjangan, Polda Jateng Himbau Para Pendaki Gunung Tak Sembarangan Menyalakan Api
Kegiatan tersebut hadir untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan peluang yang sangat potensial dikembangkan, karena bahan bakunya murah dan mudah diperoleh.
Hasil yang dicapai dari kegiatan pengolahan sampah dapat membantu perekonomian masyarakat, karena dengan adanya pelatihan mengenai kreasi-kreasi yang dapat dibuat dari sampah dan memiliki nilai jual.
Hal tersebut selaras dengan tujuan dari sosialisasi Training Home Industry Conversation, untuk meningkatkan ekonomi keluarga, dengan daur ulang barang bekas agar masyarakat setempat dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, Dekranasda dan Pemkot Semarang Gelar Kompetisi Kita Pemuda
Dengan berkreasi, berkarya dan berdaya juang untuk mengubah barang bekas yang tidak bernilai secara ekonomis menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi tinggi.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang ini, diharapkan dapat turut berkontribusi membangun desa Wisata Kandri.
"Kegiatan Training Home Industry Conservation daur ulang barang bekas ini, dimaksudkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuannya dan berkarya sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat sekitar," papar anggota tim, Yohana Endang Trirahayu disela kegiatan.
Baca Juga: Kiai Rofiq Mahfudz Kader Terbaik yang Cocok Jadi Ketua PWNU Jateng 2023-2028
Dipaparkan, dalam kegiatan tersebut perserta, yang terdiri dari perwakilan RT, diajak untuk memanfaatkan limbah kertas dan lainnya, untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi, berupa tempat menabung atau celengan.
Ditambahkan, dalam kegiatan tersebut tim pengabdi Unnes juga melibatkan LSM lingkungan hidup, penggiat dan pemuda Desa Kandri, dan tokoh masyarakat untuk saling berbagi informasi hingga sampai monitoring dan evaluasi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini








