Jateng

Tim Pengabdi Unnes Gelar Penguatan Ekowisata melalui Training Home Industry Conservation di Desa Wisata Kandri

Theo Adi Pratama | 4 September 2023, 11:08 WIB
Tim Pengabdi Unnes Gelar Penguatan Ekowisata melalui Training Home Industry Conservation di Desa Wisata Kandri

AKURAT.CO SEMARANG - Pariwisata berbasis masyarakat dalam bentuk desa wisata, telah berkembang di berbagai pelosok tanah air.

Seperti halnya Desa Wisata Wisata Kandri Gunungpati Semarang.

Hasilnya, selain masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan dari usaha wisata, kelestarian lingkungan dan budaya lokal dapat lebih terjaga.

Baca Juga: Melalui Aswaja Center, Unwahas Lakukan Penguatan Ideologi Aswaja Angkatan Pertama

Disisi lain, sampah menjadi  permasalahan  umum  yang semakin menyita  perhatian,  pikiran  dan  tenaga.    

Untuk itu, pemberdayaan masyarakat yang bergerak dalam memanfatakan limbah organik dan non organik untuk di daur ulang kembali menjadi barangpakai, pun diperlukan.

Berlatar belakang hal tersebut, tim pengabdi Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang diketuai Dr. Nina Oktarina, SPd, MPd, dengan anggota Yohana Endang Trirahayu, S.Pd dan Tafriyadhur Risa Billah, S.Or, menggelar kegiatan penguatan ekowisata melalui Training Home Industry Conservation di Desa Wisata Kandri Gunungpati Semarang, pada Jumat (1/9/2023).

Baca Juga: Muslimat NU Ungaran Timur Targetkan Visi Satukan Semua Potensi NU Untuk Kemaslahatan yang Lebih Luas

Diketahui, berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdi di  tempat mitra yaitu Pokdarwis Pandanaran Kandri Kota Semarang, dapat diidentifikasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh mitra sekarang ini.

Termasuk, bagaimana caranya untuk memfasilitasi para pemuda pelestari lingkungan hidup dan pengurus kelompok Pokdarwis Pandanaran Kandri Kota Semarang.

"Training home industry conservation kita pilih, karena memiliki nilai praktis, karena dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas," papar anggota tim pengabdi Unnes, Yohana Endang Trirahayu disela kegiatan.

Baca Juga: Cuaca Panas Berkepanjangan, Polda Jateng Himbau Para Pendaki Gunung Tak Sembarangan Menyalakan Api

Kegiatan tersebut hadir untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan peluang yang sangat potensial dikembangkan, karena bahan bakunya murah dan mudah diperoleh.

Hasil yang dicapai dari kegiatan pengolahan sampah dapat membantu perekonomian masyarakat, karena dengan adanya pelatihan mengenai kreasi-kreasi yang dapat dibuat dari sampah dan memiliki nilai jual.

Hal tersebut selaras dengan tujuan dari sosialisasi Training Home Industry Conversation, untuk meningkatkan ekonomi keluarga, dengan daur ulang barang bekas agar masyarakat setempat dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, Dekranasda dan Pemkot Semarang Gelar Kompetisi Kita Pemuda

Dengan berkreasi, berkarya dan berdaya juang untuk mengubah barang bekas yang tidak bernilai secara ekonomis menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi tinggi.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang ini, diharapkan dapat turut berkontribusi membangun desa Wisata Kandri.

"Kegiatan Training Home Industry Conservation daur ulang barang bekas ini, dimaksudkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuannya dan berkarya sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat sekitar," papar anggota tim, Yohana Endang Trirahayu disela kegiatan.

Baca Juga: Kiai Rofiq Mahfudz Kader Terbaik yang Cocok Jadi Ketua PWNU Jateng 2023-2028

Dipaparkan, dalam kegiatan tersebut perserta, yang terdiri dari perwakilan RT, diajak untuk memanfaatkan limbah kertas dan lainnya, untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi, berupa tempat menabung atau celengan.

Ditambahkan, dalam kegiatan tersebut tim pengabdi Unnes juga melibatkan LSM lingkungan hidup, penggiat dan pemuda Desa Kandri, dan tokoh masyarakat untuk saling berbagi informasi hingga sampai monitoring dan evaluasi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.