Akselerasi Program JKN bagi Mahasiswa, BPJS Kesehatan - Polimarin Semarang Jalin Kerjasama

AKURAT.CO SEMARANG – Dorong akselerasi kepersertaan dan pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan (JKN) bagi mahasiswa, BPJS Kesehatan Cabang Semarang menjalin kerja sama penguatan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program JKN, dengan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Rabu 16 Agustus 2023.
Perlu diketahui, kepesertaan Program JKN ini wajib bagi seluruh penduduk Indonesia, tanpa terkecuali.
Polimarin sebagai salah satu instansi pendidikan pemerintah, civitas akademika pastinya sudah terdaftar dalam Program JKN sebagai Peserta Peperja Penerima Upah (PPU).
Sedangkan pada mahasiswa, pihak Polimarin sepakat untuk mendorong seluruh mahasiswa terdaftar aktif dalam Program JKN.
Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman ketika Naik Kereta Api, Lakukan Langkah Mudah Ini
Direktur Polimarin, Akhmad Nuriyanis mengungkapkan, mahasiswa memiliki resiko baik dalam kegiatan praktek ataupun sehari-hari, dan dengan adanya kerja sama dalam Program JKN, pihaknya benar-benar terbantu untuk menangani berbagai permasalahan kesehatan yang seringkali menyasar mahasiswa.
Diterangkan, jika Program JKN ini memiliki manfaat komprehensif baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam menjamin resiko tersebut.
“Mahasiswa kami tinggal di asrama, sehingga pada periode tertentu, ada kalanya mahasiswa pesiar ataupun pulang kampung dimana jiwa manusia ini memiliki potensi yang dinamis yang dapat membawa resiko penyakit bagi teman-teman lainnya,” ucap Nuriyanis.
Selama ini, dalam menjamin kesehatan mahasiswanya, Polimarin telah menyelenggarakan skrining kesehatan bagi mahasiswa, bekerja sama dengan puskesmas dan dokter poliklinik yang ada di Polimarin.
Namun dengan adanya Program JKN ini, pelayanan kesehatan mahasiswa akan lebih tercover dari segala macam resiko.
“Mahasiswa Polimarin sudah paham mengenai informasi seputar pentingnya Program JKN. Apalagi dalam perkuliahan juga dibekali pendidikan kesehatan, saya yakin dengan adanya kerjasama terkait Program JKN ini, secara pribadi mahasiswa kami akan sadar bahwa jaminan kesehatan ini merupakan kebutuhan mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah, BI Jateng Kembali Gelar CJIBF 2023
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Abdul Hakam, yang turut hadir menyaksikan penandatanganan kerja sama mengatakan, gencarnya kerjasama penguatan Program JKN ke perguruan tinggi merupakan momen tepat.
"Kita ketahui, tingkat persebaran Penyakit Tidak Menular (PTM) angkanya sudah meningkat dan menyasar usia muda.Jadi dengan adanya kerjasama ini selain untuk mengcover pelayanan kesehatan, dari sisi promotif preventif perlu kita kuatkan," terangnya.
Disisi lain, pihaknya uga berharap agar para mahasiswa bisa mengatur pola dan kualitas hidup agar lebih bagus sehngga angka derajat kesehatannya meningkat.
Baca Juga: Jelang Libur HUT RI, Lonjakan Penumpang Mulai Banjiri Stasiun, Cek Promo Tiket Kereta Murah KAI
Iapun kembali menegaskan hadirnya Program JKN ini, tidak semata-mata dimanfaatkan saat sakit saja, namun saat sehat Peserta JKN juga dapat memanfaatkan program ini.
“Kita tidak boleh berpangku pada kuratif rehabilitatif saja, hal ini akan mengakibatkan angka-angka penyakit semakin tinggi, dan pembiayaan pelayanan kesehatan semakin tinggi. Karena itu mari kita sukseskan pula program promotif preventif,” tuturnya.
Mengamini pernyataan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, serta fasilitas kesehatan setempat.
Terutama, dalam menyediakan keterbukaan akses pelayananan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Semarang, khususnya mahasiswa serta civitas akademika Polimarin.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Komentari Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi, Faktor Ini Jadi Sorotan
“Dapat kami laporkan saat ini BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan kurang lebih 24 faskes di Kota Semarang, sehingga keterbukaan akses bagi masyarakat Kota Semarang menjadi nilai lebih dibanding kota/ kabupaten lainnya,” ucap Andi.
Selain sisi pelayanan kesehatan, dengan adanya kerja sama ini BPJS Kesehatan juga membuka peluang hubungan kelembagaan lainnya seperti penelitian ataupun joint research.
Sehingga kedepannya BPJS Kesehatan, stakeholders dan mahasiswa dapat bersama-sama mengkawal Program JKN ini melalui berbagai penelitian studi ilmiah.
“Penyelenggraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program JKN yang bertujuan agar mahasiswa dan para akademisi dapat menjadi akselator dalam mencapai tujuan pemerintah dan menjadi agent perubahan dalam penjaminan kesehatan yang bermutu,” tandasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










