Maksimalkan Irigasi Pertanian, Mahasiswa S3 Teknik Sipil Unissula Inisiasi Model Bendung Berpori

AKURAT.CO SEMARANG - Ketersediaan air untuk irigasi, menjadi salah satu kendala yang banyak dihadapi daerah pertanian di Indonesia.
Ketersediaan air irigasi pada musim kemarau sering terjadi kekurangan, sedangkan pada musim hujan air yang tersedia sangat banyak.
Selain untuk irigasi, air juga dibutuhkan untuk persediaan air baku air minum dan industri.
Baca Juga: Bangkitkan Kesadaran Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Undip Gelar Edukasi dan Demo Masak MPASI
Hal itu disampaikan oleh mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Unissula, Abdul Khamid ST MT, di Semarang, Selasa 15 Agustus 2023.
"Secara umum untuk mendapatkan air irigasi masih sangat mengandalkan air sungai. Namun, sungai maupun saluran irigasi yang kurang terawat, akan terjadi pendangkalan, sehingga pada musim penghujan sering kali terjadi luapan air yang bisa berakibat jebolnya beberapa bagian tanggul," terangnya.
Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan tanggul darurat yang tepat dan cepat, agar bisa mengurangi dan mengatasi gerusan tanah akibat luapan air.
Baca Juga: Cek Cara Dapatkan Promo Tiket Kereta KAI Sambut Kemerdekaan RI, Lengkap Daftar Rute KA
"Sebaliknya pada musim kemarau, rata-rata tinggi muka air sungai maupun saluran irigasi mengalami penurunan, hingga sulit untuk memberikan konstribusi irigasi yang dibutuhkan oleh petani guna mengairi sawah," lanjutnya.
Untuk itu sangat diperlukan sebuah bendung guna menampung, menaikkan elevasi tinggi muka air dan sebagai filter air baku.
Bendung yang tepat adalah bendung darurat multifungsi yang sewaktu-waktu bisa dilepas dan bisa dipasang kembali.
"Bendung darurat dan berpori biasanya dibangun pada daerah hulu dan hilir sungai atau muara," tambah Abdul.
Baca Juga: Peringati HUT Ke-78 RI, KAI Hadirkan Tiket Kereta Promo Satset 78 Persen hingga Tarif Hanya 78 Ribu
Bendung yang menjadi salah satu komponen penting dalam sistem irigasi, harus direncanakan dan dibangun semaksimal mungkin dan mampu bertahan lama.
Bendung berpori yang dibangun juga harus memenuhi persyaratan hidraulik, yang menjadi salah satu persyaratan penting, guna menjamin umur bendung dan kemampuannya untuk menaikkan muka air yang mengalir pada saat banjir.
Pada keadaan bendung yang demikian maka kekurungan air dapat diatasi.
Stabilitas bendung adalah bentuk gambaran yang mendefinisikan bahwa bendung tersebut dalam keadaan sempurna.
Dapat dimanfaatkan sebagai suatu bendung, yang ditinjau dari ketahanan bendung, menerima gaya-gaya internal dan eksternal yang dialaminya seperti, gaya guling, gaya pergeseran, keruntuhan dan gaya eksternal yang diakibatkan oleh gempa.
Baca Juga: Polresta Cilacap Tangkap Pelaku Penyebar Video Asusila Kekasihnya Karena Nomernya Diblokir
Penelitian bendung berpori sebagai alternative teknologi tepat guna, merupakan langkah awal untuk pemanfaatan irigasi pada lahan pertanian di musim kemarau dan digunakan sebagai filter penangkap sediment melayang.
Merupakan langkah awal menangani permasalahan pengendalian air sungai guna mengairi lahan pertanian sawah dan air baku.
Abdul Khamid akan mempresentasikan penelitiannya tentang model bendung berpori dengan bronjong untuk pengatur aliran sistem irigasi dan drainase, dalam ujian terbuka di Program Doktor Teknik Sipil Unissula pada Rabu (16/8/2023) ini.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








