Geger! Terbongkar Rahasia Kuliner Rendang, Ternyata Ada Versi Rendang Paru yang Bikin Nagih dan Mengandung Filosofi Hidup!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tak kenal rendang? Masakan Padang yang satu ini bukan hanya jadi primadona di Indonesia, tapi juga berhasil menyabet gelar makanan terenak di dunia versi CNN International.
Saking mendunianya, koki sekelas Gordon Ramsay pun sampai dibuat penasaran.
Baca Juga: Bikin Nagih! Ini Dia Kisah di Balik Kuliner Keripik Sanjai, Oleh-Oleh Wajib dari Bukittinggi
Bukan Sekadar Daging, Ada "Rendang Paru" yang Lezat
Jika rendang daging sudah biasa, mungkin kamu perlu mencoba rendang paru.
Jeroan paru-paru sapi yang diolah menjadi rendang ternyata punya tekstur kenyal dan rasa gurih yang bikin ketagihan.
Meski begitu, bagi kamu yang punya kolesterol tinggi, sebaiknya nikmati rendang paru secukupnya, ya!
Kisah di Balik Kelezatan yang Mendunia
Tahukah kamu, kata "rendang" berasal dari bahasa Minang, randang, yang artinya adalah teknik memasak lambat.
Prosesnya disebut marandang, yaitu mengolah masakan dengan api kecil selama berjam-jam hingga benar-benar kering.
Menurut penelitian, rendang adalah hasil perpaduan budaya Minangkabau dengan pedagang India yang membawa hidangan kari.
Masyarakat Minang mengadaptasi kari menjadi gulai, lalu mengolahnya lagi menjadi rendang dengan kuah yang sangat sedikit.
Proses memasak yang memakan waktu 6-7 jam ini bertujuan agar rendang menjadi kering dan tahan lama, cocok sebagai bekal para perantau.
Tradisi ini sudah ada sejak sekitar 1550 M. Dulu, rendang sering dibungkus dengan daun pisang dan dibawa saat bepergian jauh.
Rendang bukan hanya makanan, tapi juga punya peran penting dalam ritual adat, lho!
Filosofi di Setiap Gigitannya
Dalam setiap sajian rendang, terkandung tiga filosofi hidup orang Minangkabau:
- Kesabaran: Terlihat dari proses memasaknya yang sangat lama.
- Kebijaksanaan: Diperlukan kecermatan dalam memilih bahan dan mengatur api.
- Kegigihan: Butuh ketekunan untuk terus mengaduk rendang agar kering sempurna.
Beda Rendang Daging dan Paru
Meski sama-sama lezat, rendang paru punya beberapa perbedaan dari rendang daging.
Tekstur paru lebih kenyal, dan untuk mengolahnya, dibutuhkan waktu memasak yang sedikit lebih lama.
Selain itu, bumbu dan santan yang digunakan juga harus lebih banyak untuk menghasilkan cita rasa yang sempurna.
Jadi, tertarik untuk mencoba rendang paru? Atau mau mencoba membuat rendang sendiri di rumah?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








