Terungkap! Ini Dia Rahasia Kuliner Sate Padang, Bukan Cuma Daging, Ada Varian yang Bikin Lidah Bergoyang!

JATENG.AKURAT.CO, Begitu seporsi Sate Padang terhidang, aroma rempah dari kunyit dan sereh langsung menyambut.
Irisan daging dan lidah sapi yang ditusuk rapi diselimuti kuah kental kekuningan yang mengundang.
Ditambah potongan ketupat yang bersembunyi di balik siraman kuah, sepiring Sate Padang siap menggoyang lidah.
Tiga Varian yang Wajib Kamu Tahu
Tahukah kamu, yang kita kenal sebagai Sate Padang sebenarnya merupakan gabungan hidangan sate khas dari tiga daerah di Sumatera Barat?
Tiga daerah tersebut adalah Padang, Padang Panjang, dan Padang Pariaman.
Meskipun sama-sama menggunakan daging dan lidah sapi, ketiganya punya ciri khas yang berbeda.
- Sate Padang Pariaman: Varian ini punya warna kuah yang cenderung merah. Kenapa? Karena bumbu cabai yang dominan. Buat kamu yang suka pedas, ini pilihan yang pas!
- Sate Padang Panjang: Kuahnya berwarna kekuningan. Warna ini berasal dari kunyit yang jadi bumbu utama. Rasanya gurih dan creamy, tapi tidak sepedas varian Pariaman.
- Sate Padang Kota: Varian ini adalah perpaduan dari dua daerah di atas. Kuahnya berwarna lebih kecokelatan, menawarkan keseimbangan rasa yang pas antara gurih, pedas, dan earthy.
Selain daging dan lidah, sate Padang juga sering menggunakan jeroan sapi seperti usus, paru, dan jantung, menambah variasi tekstur yang kaya.
Sate Padang: Lebih dari Sekadar Makanan
Sate Padang adalah cerminan sempurna dari kekayaan gastronomi Minangkabau.
Kekuatan aroma rempah yang dominan pada kuahnya menunjukkan keahlian orang Minang dalam meracik bumbu.
Setiap tusuk sate membawa cita rasa khas yang tak ada duanya, berhasil menembus batas geografis dan disukai oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Tak salah jika banyak orang menempatkan sate Padang dan kuliner Minangkabau lainnya sebagai salah satu kuliner terbaik di Nusantara.
Jadi, mana sate Padang favoritmu? Pariaman, Padang Panjang, atau Padang Kota?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








