5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo

JATENG.AKURAT.CO, Simak 5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo. Simak selengkapnya di Artikel Ini.
Kalau kamu mampir ke Kampung Batik Laweyan, jangan cuma lihat-lihat batik dari etalase toko saja ya. Sekali-kali cobain deh bikin sendiri.
Di kampung batik paling legendaris ini, kamu bisa merasakan secara langsung serunya nyanting malam di atas kain sambil dengerin cerita seru dari para pengrajin batik yang sudah puluhan tahun berkarya.
Baca Juga: Ini 4 Rekomendasi Wisata Pantai yang Ada di Kawasan Kabupaten Wonogiri
Bukan cuma motifnya yang punya makna filosofi dalam, tapi suasana kampungnya juga berasa banget nuansa Jawanya yang tenang, hangat, dan artistik.
Buat kamu yang liburannya bareng keluarga, rombongan sekolah, atau outing kantor, aktivitas membuat batik ini bisa banget jadi momen bonding yang beda dari biasanya.
meskipun kota Solo terkenal dengan suasananya yang ramai, Kampung Batik Solo ini justru kasih ruang buat slow travel dan belajar budaya lokal sambil tetap fun.
Baca Juga: Cek 6 Pilihan Penginapan di Sekitar Kawasan Wisata Ungaran, Menginap Nyaman dan Suasana Sejuk
Berikut 5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo.
1. Foto-foto Cantik di Gang Heritage
Kalau kamu tipe yang gak bisa liat spot estetik tanpa langsung buka kamera, siap-siap jatuh cinta sama gang-gang kecil di Kampung Batik Laweyan.
Di balik suasananya yang tenang, kampung ini diam-diam menyimpan banyak sudut fotogenik yang bakal bikin feed Instagram kamu naik level.
Kamu bisa jalan-jalan di antara gang sempit dengan dinding bata merah, pintu kayu tua, jendela kaca patri, dan mural batik warna-warni yang menggoda buat difoto.
Beberapa gang bahkan masih punya nuansa klasik ala rumah juragan batik zaman dulu, lengkap dengan ornamen arsitektur Indis dan langit-langit tinggi.
Waktu terbaik buat foto-foto adalah pagi sekitar jam 7–9 atau sore mulai jam 4 ke atas. Cahaya mataharinya lagi cakep-cakepnya dan suasananya masih adem.
Kalau kamu datang bareng keluarga, bisa banget bikin sesi foto santai ala prewed atau potret keluarga dengan tema klasik.
2. Nongkrong di Kedai Estetik
Setelah muter-muter, belajar batik, dan belanja sampai puas, saatnya kamu istirahat sejenak. Tenang, Kampung Batik Laweyan nggak cuma soal jual kain aja.
Di balik suasana heritage-nya yang syahdu, ternyata ada spot nongkrong yang asik banget.
Beberapa rumah lawas di Laweyan sudah disulap jadi kafe klasik yang tetap mempertahankan arsitektur aslinya.
Kamu bisa mampir buat ngopi dan beli kudapan tradisional seperti serabi solo, jadah goreng, atau roti gambang.
Baca Juga: Jelajah Wisata Jateng: Menilik Pesona Keindahan Alam Telaga Menjer yang Ada di Kabupaten Wonosobo
Tentu saja tempatnya adem, tenang, dan bikin lupa kalau kamu lagi ada di tengah kota Solo.
Salah satu cafe favorit di sini menyajikan kopi tubruk khas Jawa dengan penyajian jadul yaitu pakai cangkir enamel bergambar ayam jago.
Vibes-nya dapet banget buat kamu yang suka suasana slow living.
Kalau kamu bawa anak-anak, biasanya ada menu yang ramah anak juga, kayak es coklat dan roti bakar.
3. Ikut Tur Jalan Kaki Bareng Pemandu Lokal
Di sepanjang perjalanan, kamu juga bakal diajak menyelami sejarah Kampung Batik Laweyan, yang ternyata udah ada sejak abad ke-14 dan jadi salah satu sentra batik tertua di Indonesia.
Laweyan dulu dikenal sebagai kampung para saudagar batik yang punya pengaruh besar, bahkan sampai masa kolonial.
Para juragan di sini nggak cuma kaya, tapi juga aktif dalam pergerakan nasional, ada yang jadi tokoh Muhammadiyah, ada juga yang ikut mendorong kemajuan pendidikan.
Jadi, saat jalan-jalan di sini kamu bukan cuma lihat batik sebagai kain, tapi sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Tur jalan kaki ini cocok banget buat kamu yang suka eksplorasi budaya.
4. Belajar Membatik Langsung dari Ahlinya
Begitu memasuki kawasan Kampung Batik Laweyan, kamu akan disambut dengan aroma malam batik yang langsung bikin penasaran.
Di sini kamu nggak cuma bisa lihat batik digantung rapi atau numpuk di etalase toko.
Kamu bisa langsung belajar membatik dari para pengrajin lokal yang sudah puluhan tahun hidup di dunia batik.
Mulai dari teknik batik cap yang simpel sampai batik tulis yang butuh ketelatenan, semua bisa kamu coba. Biasanya, workshop ini berlangsung sekitar 1–2 jam.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Wisata Bernuansa Sejarah yang Ada di Purwokerto, Cocok untuk Liburan Anak Sekolah
Kamu akan diajari cara membuat pola, nyanting, sampai mewarnai. Jangan khawatir, semuanya dipandu dengan sabar, jadi cocok juga buat anak-anak atau orang tua.
Hasil karyamu nantinya bisa dibawa pulang dan jadi oleh-oleh Solo yang personal banget dan penuh cerita.
Kalau mau ikutan, kamu tinggal datang ke salah satu rumah batik di Laweyan. Banyak yang buka workshop harian dengan harga mulai dari 30 ribuan aja sudah termasuk kain dan malam. Terjangkau banget buat pengalaman sekeren ini.
5. Berburu Batik Tulis Eksklusif Langsung di Rumah Produksinya
Salah satu alasan kenapa orang betah banget keliling Kampung Batik Laweyan yaitu karena momen belanja di sini bukan sekadar transaksi saja, tapi bakal jadi pengalaman yang penuh cerita.
Kamu nggak cuma mampir ke toko, tapi masuk ke rumah-rumah produksi batik yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.
Beda banget rasanya dibanding belanja batik di tempat lain.
Di sini, kamu bisa langsung lihat proses batik tulis dari awal sampai akhir. Dari gambar pola, nyanting dengan tangan, sampai pewarnaan alami yang penuh kesabaran.
Nggak jarang, kamu juga diajak ngobrol langsung sama pemiliknya yang ramah dan senang bercerita.
Kalau kamu sempat kepo soal perbedaan Kampung Batik Laweyan dan Kauman, jawabannya juga bisa kamu temui di sini.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Piknik, Ada Wisata Alam Air Terjun Dung Grujug di Kabupaten Sragen
Di Laweyan, batik cenderung lebih ekspresif dan modern, karena pengrajinnya lebih bebas berkreasi tanpa banyak aturan.
Sementara di Kampung Batik Kauman, batiknya lebih klasik dan cenderung konservatif karena terikat dengan nilai-nilai keraton.
Itulah Ulasan Mengenai 5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



