Jateng

Jogja Vibes! Nikmati Liburan Seru di Tebing Breksi: Transformasi Tambang Menjadi Destinasi Wisata Artistik di Yogyakarta

Theo Adi Pratama | 2 Desember 2024, 14:00 WIB
Jogja Vibes! Nikmati Liburan Seru di Tebing Breksi: Transformasi Tambang Menjadi Destinasi Wisata Artistik di Yogyakarta

JATENG.AKURAT.CO, Jogja tak pernah habis menghadirkan destinasi wisata yang unik dan memukau.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Tebing Breksi, bekas area tambang yang kini menjelma menjadi primadona wisata di kawasan Sleman, Jogja Utara.

Keindahannya bahkan sempat menjadikan Tebing Breksi sebagai destinasi wisata terpopuler pada tahun 2017.

Sejarah Tebing Breksi: Dari Tambang Hingga Geoheritage

Tebing Breksi terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, tak jauh dari Candi Prambanan, Candi Ijo, dan Keraton Boko.

Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, Tebing Breksi merupakan kawasan tambang aktif.

Batuan yang ada di Tebing Breksi berasal dari endapan abu vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran.

Setelah berabad-abad, abu vulkanik tersebut mengeras menjadi batuan tufan yang dimanfaatkan warga sekitar untuk bahan dekorasi bangunan.

Namun, pada tahun 2014, aktivitas penambangan dihentikan setelah penelitian dari ITB dan UPN Yogyakarta menemukan bahwa batuan di kawasan ini merupakan jenis batuan tufan langka.

Dengan penghentian tersebut, Tebing Breksi ditetapkan sebagai Geoheritage Yogyakarta pada tahun 2015, karena nilai geologisnya yang tinggi.

Pasca penetapan itu, warga lokal berinisiatif mengubah kawasan bekas tambang ini menjadi destinasi wisata.

Sisa-sisa tebing setinggi 30 meter diukir dengan berbagai relief artistik, menciptakan daya tarik visual yang memukau.

Ditambah dengan promosi melalui media sosial, Tebing Breksi pun mulai dikenal luas dan menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru.

Daya Tarik Tebing Breksi

Tebing Breksi menawarkan pengalaman wisata yang unik, mulai dari keindahan tebing artistik hingga panorama alam sekitar yang memesona.

Berikut beberapa daya tarik utamanya:

1. Relief Artistik

Tebing bekas tambang dihiasi ukiran relief yang menggambarkan seni dan budaya lokal. Relief ini menjadi latar foto favorit wisatawan.

2. Pemandangan Kota Jogja dari Ketinggian

Tebing Breksi menyediakan area pandang untuk menikmati keindahan Jogja dari atas ketinggian, terutama saat matahari terbenam.

3. Dekat dengan Destinasi Lain

Lokasinya yang strategis memudahkan pengunjung menjelajahi destinasi wisata lain seperti Candi Ijo, Keraton Boko, dan Candi Prambanan.

4. Panggung Terbuka untuk Acara Seni

Tebing Breksi memiliki panggung terbuka yang sering digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya, menambah daya tarik wisata ini.

5. Akses yang Mudah

Lokasi Tebing Breksi mudah dijangkau, hanya sekitar 28 menit perjalanan dari pusat Kota Jogja dengan jarak sekitar 17 km.

Harga Tiket dan Biaya Parkir

Untuk menikmati keindahan Tebing Breksi, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau:

Wisatawan domestik: Rp10.000
Wisatawan mancanegara: Rp20.000

Selain tiket masuk, pengunjung juga dikenai biaya parkir:

Motor: Rp2.000
Mobil: Rp5.000
Minibus: Rp15.000
Bus besar: Rp25.000

Jam operasional Tebing Breksi adalah pukul 07.00–21.00 WIB, memberi wisatawan fleksibilitas waktu untuk menikmati destinasi ini.

Tips Berwisata ke Tebing Breksi

Datang pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik dan menikmati pemandangan terbaik.

Siapkan kamera atau ponsel untuk menangkap momen dan keindahan relief artistik.

Kenakan alas kaki nyaman karena medan di sekitar Tebing Breksi berbatu.

Jangan lupa membawa air minum untuk menjaga hidrasi selama berkeliling.

Tebing Breksi adalah contoh sempurna bagaimana bekas area tambang bisa disulap menjadi destinasi wisata berkelas dunia.

Dengan pemandangan memukau, relief artistik, dan suasana yang asri, Tebing Breksi cocok untuk wisata keluarga, pecinta seni, maupun pemburu spot foto unik.

Jadi, jika berencana ke Jogja, jangan lewatkan kunjungan ke Tebing Breksi, destinasi yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan nilai sejarah!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.