Pecinta Kuliner Wajib Tahu! 5 Soto Legendaris di Indonesia Ini Wajib Dicoba! Mana yang Jadi Inceranmu?

JATENG.AKURAT.CO, Bagi para pecinta kuliner, Indonesia adalah surga dengan kekayaan rasa yang tak terhitung jumlahnya.
Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki hidangan khasnya sendiri yang memanjakan lidah. Salah satu hidangan yang paling digemari di seluruh Indonesia adalah soto.
Soto merupakan sup berkuah kaldu gurih dengan isian daging ayam, sapi, atau jeroan yang disajikan bersama nasi putih, aneka pelengkap, dan sambal.
Rasanya yang kaya dan menghangatkan membuat soto menjadi hidangan favorit untuk dinikmati kapanpun, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Di Indonesia, terdapat banyak sekali jenis soto dengan ciri khasnya masing-masing.
Ada soto Lamongan dengan kuah bening dan segar, soto Betawi dengan kuah santan yang kental dan gurih, soto Madura dengan isian daging sapi dan babat yang empuk, soto Banjar dengan bihun dan telur rebus, dan masih banyak lagi.
Nah, bagi kamu yang ingin menjelajahi kekayaan kuliner soto di Indonesia, artikel ini akan membawamu dalam petualangan rasa yang tak terlupakan.
Akurat Jateng akan mengantarkanmu untuk mencicipi 5 soto legendaris yang telah melegenda selama bertahun-tahun dan menjadi favorit para pecinta kuliner.
Siap untuk memulai petualangan kulinermu? Yuk, baca terus artikel ini untuk mengetahui 5 soto legendaris di Indonesia yang wajib kamu coba!
1. Soto Kadipiro
Warung soto asal Yogyakarta ini sudah ada sejak tahun 1921, usianya kini sudah 102 tahun.
Ciri khas hidangan sotonya adalah berkuah bening dilengkapi dengan suwiran ayam dan aneka sayuran.
Sotonya juga dilengkapi dengan aneka sate-satean, tahu, tempe, hingga kerupuk.
Kelezatan soto ini tetap terjaga hingga kini, menjadikannya favorit bagi wisatawan dan warga lokal.
2. Soto Bangkong
Seperti soto khas Semarang lainnya, Soto Bangkong memiliki tampilan kuah bening dan tidak terlalu berminyak menyerupai sop.
Berisi mi soun, taoge, tomat, dan irisan daging sapi lembut nan melimpah.
Tempat makan soto ini sudah ada sejak 1946, dan kelezatannya tetap terjaga hingga sekarang.
Soto Bangkong selalu ramai pengunjung, baik dari Semarang maupun dari luar kota.
3. Soto Padang H. St. Mangkuto
Tempat makan soto Padang satu ini sudah ada sejak 1966.
Hingga kini, warung soto yang berlokasi di Pasar Baru tersebut masih ramai dan sudah memiliki banyak cabang.
Dalam buku "100 Mak Nyus Jakarta" karya almarhum Bondan Winarno, Soto Padang H. St. Mangkuto disebut sebagai perintis soto Padang di Jakarta.
Dengan daging sapi yang gurih dan renyah, serta kaldu yang kaya rempah, soto ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
4. Soto Betawi H. Ma'ruf
Soto Betawi H. Ma'ruf merupakan salah satu hidangan legendaris di Jakarta.
Warung soto milik almarhum H. Ma'ruf bin Sahib ini sudah berdiri sejak 1943.
Keunikan dari soto Betawi di sini adalah tidak menggunakan santan, melainkan pakai kuah susu.
Rasanya yang gurih dan khas membuat soto ini tetap diminati hingga sekarang.
Soto Betawi H. Ma'ruf adalah pilihan tepat untuk merasakan cita rasa asli Betawi.
5. Soto Ayam Ambengan Pak Sadi
Soto ayam khas Ambengan merupakan usaha dari almarhum Hasi Sadi atau yang akrab disapa Pak Sadi.
Diketahui, Pak Sadi merantau dari Lamongan ke Surabaya.
Di sana dia berjualan sotonya dengan pikulan berkeliling kampung.
Namun pada 1971, akhirnya Pak Sadi bisa membuka tempat makannya sendiri yang saat itu berlokasi di pojokan Jalan Ambengan Surabaya.
Soto Ayam Ambengan Pak Sadi terkenal dengan kuah kuningnya yang kaya rempah, serta potongan ayam yang melimpah dan empuk.
Itulah 5 soto legendaris di Indonesia yang wajib kamu coba. Setiap mangkuk soto ini tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga sejarah dan budaya yang kaya.
Jadi, kapan kamu akan memulai petualangan kulinermu? Jangan lupa untuk mencicipi kelezatan soto-soto legendaris ini saat kamu berkunjung ke daerahnya!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









