Merasakan Kelezatan Rasa Khas Daerah Pantura: Rekomendasi 4 Kuliner Hits dari Pemalang yang Rasanya Selalu Nendang Abis

JATENG.AKURAT.CO, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang mempesona, tetapi juga kekayaan kulinernya yang menggoda selera.
Dari hidangan tradisional yang kaya rasa hingga jajanan kekinian yang trendi, Pemalang menawarkan petualangan kuliner yang tak terlupakan.
Artikel ini akan mengajak Anda untuk mencicipi surga kuliner Pemalang dengan rekomendasi makanan lezat yang menggugah selera.
Siap untuk memanjakan lidah Anda? Mari kita simak bersama!
Sate Blengong
Salah satu kuliner khas dari Pemalang adalah Sate Blengong. Berasal dari Desa Bojong, sate ini bukan hanya hidangan kuliner tetapi juga bagian dari sejarah masyarakat setempat.
Bahan utama sate ini adalah daging burung blengong, jenis burung yang hidup di rawa-rawa atau daerah persawahan.
Dahulu, burung ini sering dianggap sebagai perusak tanaman padi.
Namun, masyarakat Desa Bojong menemukan cara untuk memanfaatkan daging burung blengong ini menjadi makanan khas.
Sate Blengong berbeda karena bahan utamanya adalah daging burung blengong.
Sate ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang unik. Biasanya disajikan dengan bumbu kacang kaya rempah dan sambal tomat yang menjadikan sate ini nikmat saat disantap.
Nasi Grombyang
Nasi Grombyang adalah kuliner tradisional yang berasal dari Pemalang. Hidangan ini dikenal karena berisi banyak bahan.
Nasi Grombyang terdiri dari nasi putih, lauk-pauk, dan sambal yang biasanya sangat pedas untuk memberikan rasa khas.
Lauk-pauk yang disajikan bisa bermacam-macam, tergantung selera.
Nasi Grombyang bukan hanya sekadar hidangan kuliner, tetapi juga bagian penting budaya Jawa Tengah.
Kuliner ini sering disajikan pada acara adat dan memiliki nilai budaya yang tinggi.
Nasi Grombyang tidak hanya menyajikan kelezatan bagi para pecinta kuliner, tetapi juga memberikan kebanggaan akan kuliner Indonesia.
Lontong Dekem
Lontong Dekem adalah kuliner yang juga berasal dari Pemalang.
Kata "dekem" diyakini berasal dari kata "deke" yang artinya rempah, sehingga kuliner ini kaya akan bumbu dan rempah-rempah.
Lontong Dekem biasanya cenderung pedas, disajikan dengan kuah santan kental berwarna kuning, dan daging sapi yang dimasak dengan banyak rempah.
Hidangan ini biasanya juga disajikan dengan telur rebus dan pelengkap lainnya.
Lontong Dekem sering dijumpai pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, lebaran, dan acara besar keluarga. Hidangan ini juga banyak ditemui di warung-warung di Pemalang.
Apem Comal
Apem Comal adalah kuliner khas dari Pemalang yang masih sering disukai banyak orang.
Nama "Apem Comal" berasal dari wilayah Comal, Pemalang, tempat asal pedagang apem ini.
Proses pembuatan Apem Comal masih menggunakan alat tradisional.
Apem Comal memiliki bentuk bulat pipih dengan tekstur mirip serabi tetapi lebih merata dan lengket.
Warnanya kecoklatan karena campuran gula merah. Apem ini memiliki rasa yang manis dan legit, menjadikannya favorit di kalangan masyarakat Pemalang dan sekitarnya.
Pemalang, dengan kekayaan kulinernya, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pecinta makanan.
Dari keunikan Sate Blengong hingga manisnya Apem Comal, setiap hidangan memberikan sensasi rasa yang berbeda dan menggugah selera.
Jadi, kapan Anda akan mencicipi kelezatan kuliner Pemalang dan menikmati petualangan rasa yang memikat ini?***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









