Yuk Mampir di Wisata Pabrik Limun Oriental di Kawasan Pantura Pekalongan, Dulu Pernah Dikenal Sebagai ‘Aer Belanda’

AKURAT.CO JATENG - Yuk Mampir di Wisata Pabrik Limun Oriental di Kawasan Pantura Pekalongan, Dulu Pernah Dikenal Sebagai ‘Aer Belanda’.
Bicara soal Kabupaten Pekalongan, daerah ini adalah salah satu Kabupaten di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) yang terkenal dengan produk batik dan kuliner Nasi Megono.
Namun ternyata ada sebuah ‘Hidden Gem’ Kabupaten Pekalongan yang jarang orang luar daerah situ tahu. Yups, ada sebuah pabrik yang memproduksi minuman limun yang sudah ada sejak zaman Hindia Belanda.
Pabrik limun legendaris itu dikenal sebagai Pabrik Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet. Lokasinya berada di Jl. Rajawali Utara no. 15, Panjang Wetan, Kota Pekalongan.
Letak kedai dan pabriknya pun bisa terbilang strategis lantaran berada di area pusat budaya Kota Pekalongan, Jetayu.
Kunjungan ke Limun Oriental pun bisa menjadi satu paket wisata saat anda berkeliling ke daerah Jetayu.
Di pabrik sekaligus kedai yang berada di Jalan Rajawali Utara Panjang Wetan ini anda bisa menikmati berbagai varian rasa Limun Oriental.
Mulai dari rasa kopi, nanas, sirsak, mangga, frambros, jeruk dan lemon. Bagi yang ingin mencoba rasa lain, ada juga rasa soda original yang biasa disajikan dalam menu soda gembira.
Baca Juga: 5 Sajian Kuliner Khas Kawasan Pantura Pati yang Bikin Lidah Anda Bergoyang, Ada Nasi Gandul
Generasi Gen Z mungkin belum banyak yang tahu apa itu minuman limun, tapi bagi anda generasi lawas pasti sudah kenal minuman Limun. Setidaknya anda generasi lawas pernah minum limun saat di bangku sekolah dasar.
Minuman Limun sebenarnya sudah eksis sejak Hindia Belanda sekitar awal tahun 1900. Minuman ini y
kerap disebut "Aer Belanda" karena dulunya sering diminum orang Belanda saat sedang kongkow atau bersantai.
Jika anda sedang berlibur atau mampir ke Pekalongan tak ada salahnya untuk berkunjung sejenak dan menikmati Limun di Pabrik Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet.
Tak hanya melihat pabriknya, disana juga ada kedai dengan nuansa jadul yang disediakan untuk tempat santai menikmati limun.
Untuk meneguk kesegarannya, anda pun tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Jika diminum di tempat, hanya akan dikenakan biaya Rp7.500 per botolnya.
Dan jika ingin di bawa pulang anda hanya dikenakan biaya Rp10.000 per botol. Namun bagi anda yang ingin menjadikannya buah tangan, anda tak perlu khawatir.
Di sini anda juga bisa mendapatkan kemasan kardus isi enam botol yang dibanderol Rp60.000 per boksnya.
Itulah ulasan wisata Pabrik Limun Oriental di Kawasan Pantura Pekalongan, Dulu Pernah Dikenal Sebagai ‘Aer Belanda’. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time


