Jateng

Terungkap! Ini Rahasia Lompong Sagu, Kue Manis Khas Minang yang Mirip Ketimus tapi Lebih Menggoda!

Theo Adi Pratama | 20 September 2025, 11:03 WIB
Terungkap! Ini Rahasia Lompong Sagu, Kue Manis Khas Minang yang Mirip Ketimus tapi Lebih Menggoda!

JATENG.AKURAT.CO, Sumatera Barat memang gudangnya harta karun budaya, tak terkecuali dalam hal kuliner.

Selain rendang dan sate, ada satu lagi jajanan tradisional yang wajib kamu coba: Lompong Sagu.

Jangan salah, meski namanya sederhana, kue ini punya cita rasa dan keunikan yang bikin lidah bergoyang!

Baca Juga: Geger! Ternyata Kuliner Sate Padang Punya Dua Varian, Mana yang Paling Pedas?

Dibuat dari Sagu, Pisang, dan Gula Aren

Lompong Sagu adalah kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung sagu, pisang kepok, santan, kelapa, dan gula aren.

Rasanya manis dengan sedikit sentuhan gurih yang khas, serta tekstur yang kenyal dan padat.

Sekilas, kue berwarna cokelat ini memang mirip dengan kue Betawi, ketimus.

Namun, aroma lompong sagu terasa jauh lebih menggoda, apalagi saat baru diangkat dari panggangan.

Menariknya, kue ini juga punya "saudara kembar" di beberapa daerah lain. Ada lompong sagu khas Dharmasraya, Bengkulu, dan Lampung.

Masing-masing punya cara pembuatan dan bahan unik yang membedakannya.

Baca Juga: Terungkap! Kuliner Bareh Randang, Manisan Putih yang Punya Makna Mendalam di Ranah Minang

Inovasi Modern untuk Menarik Anak Muda

Meskipun merupakan kue tradisional, lompong sagu juga bisa dikreasikan dengan sentuhan modern, lho! Beberapa variasi yang bisa kamu coba, misalnya:

  • Cokelat: Tambahkan bubuk cokelat ke dalam adonan.
  • Keju: Tambahkan parutan keju untuk rasa gurih yang berbeda.
  • Pandan: Beri ekstrak pandan untuk aroma wangi yang khas.
  • Buah-buahan: Campurkan potongan buah seperti pisang atau nangka untuk menambah variasi rasa.

Dengan inovasi ini, diharapkan kue lompong sagu bisa menarik perhatian para anak muda dan tetap lestari di tengah zaman yang terus berubah.

Warisan Budaya yang Sarat Makna

Lebih dari sekadar camilan, lompong sagu punya nilai sejarah dan budaya yang mendalam.

Kue ini sering disajikan di acara-acara adat seperti pernikahan dan khitanan, menjadi simbol kebersamaan dan persatuan keluarga.

Bahkan, kelezatannya sampai diabadikan dalam lagu daerah Minang yang berjudul "Lompong Sagu".

Meskipun keberadaannya semakin langka dan sulit ditemukan, kamu bisa berburu lompong sagu otentik di pasar atau warung tradisional.

Dengan terus menikmati kuliner tradisional, kita ikut serta dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Jadi, kapan kamu mau coba lompong sagu?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.