Jangan Salah Paham, Kuliner Bakmi Shibitsu dari Jogja Ini Punya Nama Aneh dan Bikin Geger! Ada Kisah Sedih di Balik Namanya!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau dengar kata Yogyakarta, pikiran kita pasti langsung lari ke gudeg.
Padahal, ada satu kuliner legendaris yang nggak kalah enaknya, bahkan bisa bikin lidahmu bergoyang hebat sampai kehabisan kata-kata! Namanya Bakmi Shibitsu.
Tapi, jangan salah, ada cerita unik di balik nama "Shibitsu" yang bikin bakmi ini jadi perbincangan.
Bakmi Legendaris Sejak 25 Tahun Lalu
Bakmi Shibitsu ini lokasinya gampang banget dicari, di Jalan Raya Bantul No.106.
Warung ini sudah berdiri sejak 25 tahun lalu dan sampai sekarang nggak pernah sepi dari pembeli.
Mayoritas pengunjungnya adalah pelanggan setia yang sudah jatuh cinta dengan rasanya.
Sekilas, penampilan bakmi goreng ini mirip dengan bakmi pada umumnya.
Tapi, warnanya sedikit lebih cerah karena tidak menggunakan terlalu banyak kecap.
Rasanya? Luar biasa! Perpaduan mie kuning dan bihun yang dimasak dengan bumbu tebal, dilengkapi dengan potongan daging ayam dan seledri, bikin setiap suapan terasa nikmat dan meresap di lidah.
Baca Juga: Ukurannya Kecil Banget, Tapi Kuliner Roti Unyil Ini Bikin Ratusan Orang Rela Antre Panjang di Bogor!
'Mie Bisu' dan Kisah Sedih di Baliknya
Ternyata, nama "Shibitsu" itu punya arti yang unik. Di kalangan warga Jogja, bakmi ini lebih dikenal dengan sebutan 'mie bisu'.
Awalnya, mungkin terdengar aneh, tapi ada kisah haru di baliknya.
Ternyata, sebutan 'mie bisu' muncul karena pelayan yang bertugas mengantarkan pesanan ke pelanggan adalah seorang wanita tuna wicara (bisu).
Tanpa perlu banyak bicara, kelezatan bakmi ini sudah jadi bahasa universal yang menyatukan semua orang.
Kisah di balik nama ini membuat Bakmi Shibitsu bukan hanya sekadar makanan lezat, tapi juga punya cerita yang menyentuh hati.
Ini membuktikan bahwa kenikmatan sejati bisa datang dari hal-hal yang sederhana, bahkan tanpa kata-kata.
Gimana, jadi penasaran kan sama Bakmi Shibitsu? Yuk, mampir ke Jogja dan buktikan sendiri kenapa bakmi ini jadi favorit banyak orang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








