Pengabdian Kepada Masyarakat DIKTISAINTEK–UPGRIS Dukung UMKM DK Iwak’e Naik Kelas

JATENG.AKURAT.CO, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), memberikan dukungan nyata bagi UMKM DK Iwak’e di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha pengolahan bandeng presto, yang merupakan salah satu produk unggulan kuliner pesisir Semarang.
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan Skema: Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dan Program: Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), yang didanai oleh oleh: DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dengan nomor kontrak: 123/C3/DT.04.00/PM/2025; 028/LL6/PM/AL.04/2025; 13/SP2H/LPPMUPGRIS/PPM/V/2025.
UMKM DK Iwak’e telah lama berproduksi dengan nama branding awal Bandeng Presto Bu Subagyo.
Namun UMKM ini menghadapi keterbatasan sarana dan strategi usaha.
Permasalahan utama yang muncul adalah peralatan produksi sederhana, kapasitas produksi yang terbatas, serta sistem pemasaran yang masih konvensional. Kondisi tersebut membuat daya saing produk belum optimal.
Untuk menjawab tantangan ini, tim pengabdi dari UPGRIS hadir dengan solusi berupa serah terima Teknologi Tepat Guna dan pendampingan usaha.
Dalam kegiatan serah terima, mitra mendapatkan bantuan peralatan produksi berupa mesin penggiling daging, vacuum sealer, panci presto berkapasitas besar, showcase, dan rak pengering, serta pembelian blower.
Dukungan peralatan tersebut ditujukan agar proses produksi lebih efisien, higienis, serta mampu meningkatkan volume produksi.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Rini Umiyati, menjelaskan, dengan adanya alat baru ini, diharapkan proses produksi bandeng presto bisa lebih cepat dan hasilnya lebih terjaga kualitasnya.
"Selain bantuan alat, tim juga melakukan pelatihan dan pendampingan untuk memperkuat kapasitas mitra dalam pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk,"jelasnya.
Tim turut menyusun Standard Operating Procedure (SOP) produksi, serta rancangan ulang tata letak ruang produksi agar lebih sesuai dengan standar higienitas dan efisiensi kerja.
Ketua LPPM UPGRIS, Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
“PKM ini bukan hanya soal bantuan fisik, tetapi lebih kepada transfer pengetahuan dan teknologi yang dapat memperkuat kemandirian UMKM. Kami berharap UMKM DK Iwak’e bisa menjadi contoh pemberdayaan UMKM pesisir Semarang yang berhasil, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan dampak nyata.
Tidak hanya meningkatkan pendapatan mitra, tetapi juga mendukung penguatan konsep ekonomi biru berbasis sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal






