Jateng

5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo

Theo Adi Pratama | 13 Juni 2025, 22:07 WIB
5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo

JATENG.AKURAT.CO, Simak 5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo. Simak selengkapnya di Artikel Ini.

Kalau kamu mampir ke Kampung Batik Laweyan, jangan cuma lihat-lihat batik dari etalase toko saja ya. Sekali-kali cobain deh bikin sendiri. 

Di kampung batik paling legendaris ini, kamu bisa merasakan secara langsung serunya nyanting malam di atas kain sambil dengerin cerita seru dari para pengrajin batik yang sudah puluhan tahun berkarya.

Baca Juga: Ini 4 Rekomendasi Wisata Pantai yang Ada di Kawasan Kabupaten Wonogiri

Bukan cuma motifnya yang punya makna filosofi dalam, tapi suasana kampungnya juga berasa banget nuansa Jawanya yang tenang, hangat, dan artistik. 

Buat kamu yang liburannya bareng keluarga, rombongan sekolah, atau outing kantor, aktivitas membuat batik ini bisa banget jadi momen bonding yang beda dari biasanya. 

meskipun kota Solo terkenal dengan suasananya yang ramai, Kampung Batik Solo ini justru kasih ruang buat slow travel dan belajar budaya lokal sambil tetap fun.

Baca Juga: Cek 6 Pilihan Penginapan di Sekitar Kawasan Wisata Ungaran, Menginap Nyaman dan Suasana Sejuk

Berikut 5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo. 

1. Foto-foto Cantik di Gang Heritage

Kalau kamu tipe yang gak bisa liat spot estetik tanpa langsung buka kamera, siap-siap jatuh cinta sama gang-gang kecil di Kampung Batik Laweyan.

Di balik suasananya yang tenang, kampung ini diam-diam menyimpan banyak sudut fotogenik yang bakal bikin feed Instagram kamu naik level.

Kamu bisa jalan-jalan di antara gang sempit dengan dinding bata merah, pintu kayu tua, jendela kaca patri, dan mural batik warna-warni yang menggoda buat difoto. 

Beberapa gang bahkan masih punya nuansa klasik ala rumah juragan batik zaman dulu, lengkap dengan ornamen arsitektur Indis dan langit-langit tinggi.

Waktu terbaik buat foto-foto adalah pagi sekitar jam 7–9 atau sore mulai jam 4 ke atas. Cahaya mataharinya lagi cakep-cakepnya dan suasananya masih adem. 

Kalau kamu datang bareng keluarga, bisa banget bikin sesi foto santai ala prewed atau potret keluarga dengan tema klasik.

2. Nongkrong di Kedai Estetik

Setelah muter-muter, belajar batik, dan belanja sampai puas, saatnya kamu istirahat sejenak. Tenang, Kampung Batik Laweyan nggak cuma soal jual kain aja.

Di balik suasana heritage-nya yang syahdu, ternyata ada spot nongkrong yang asik banget.

Beberapa rumah lawas di Laweyan sudah disulap jadi kafe klasik yang tetap mempertahankan arsitektur aslinya. 

Kamu bisa mampir buat ngopi dan beli kudapan tradisional seperti serabi solo, jadah goreng, atau roti gambang. 

Baca Juga: Jelajah Wisata Jateng: Menilik Pesona Keindahan Alam Telaga Menjer yang Ada di Kabupaten Wonosobo

Tentu saja tempatnya adem, tenang, dan bikin lupa kalau kamu lagi ada di tengah kota Solo.

Salah satu cafe favorit di sini menyajikan kopi tubruk khas Jawa dengan penyajian jadul yaitu pakai cangkir enamel bergambar ayam jago. 

Vibes-nya dapet banget buat kamu yang suka suasana slow living.

Baca Juga: Simak 4 Objek Wisata Bernuansa Sejarah yang Berada di Kabupaten Kudus, Pas Buat Piknik Bersama Anak Anda

Kalau kamu bawa anak-anak, biasanya ada menu yang ramah anak juga, kayak es coklat dan roti bakar.

3. Ikut Tur Jalan Kaki Bareng Pemandu Lokal

Di sepanjang perjalanan, kamu juga bakal diajak menyelami sejarah Kampung Batik Laweyan, yang ternyata udah ada sejak abad ke-14 dan jadi salah satu sentra batik tertua di Indonesia. 

Laweyan dulu dikenal sebagai kampung para saudagar batik yang punya pengaruh besar, bahkan sampai masa kolonial.

Para juragan di sini nggak cuma kaya, tapi juga aktif dalam pergerakan nasional, ada yang jadi tokoh Muhammadiyah, ada juga yang ikut mendorong kemajuan pendidikan. 

Jadi, saat jalan-jalan di sini kamu bukan cuma lihat batik sebagai kain, tapi sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Tur jalan kaki ini cocok banget buat kamu yang suka eksplorasi budaya.

4. Belajar Membatik Langsung dari Ahlinya

Begitu memasuki kawasan Kampung Batik Laweyan, kamu akan disambut dengan aroma malam batik yang langsung bikin penasaran. 

Di sini kamu nggak cuma bisa lihat batik digantung rapi atau numpuk di etalase toko.

Kamu bisa langsung belajar membatik dari para pengrajin lokal yang sudah puluhan tahun hidup di dunia batik.

Mulai dari teknik batik cap yang simpel sampai batik tulis yang butuh ketelatenan, semua bisa kamu coba. Biasanya, workshop ini berlangsung sekitar 1–2 jam. 

Baca Juga: 3 Rekomendasi Wisata Bernuansa Sejarah yang Ada di Purwokerto, Cocok untuk Liburan Anak Sekolah

Kamu akan diajari cara membuat pola, nyanting, sampai mewarnai. Jangan khawatir, semuanya dipandu dengan sabar, jadi cocok juga buat anak-anak atau orang tua.

Hasil karyamu nantinya bisa dibawa pulang dan jadi oleh-oleh Solo yang personal banget dan penuh cerita. 

Kalau mau ikutan, kamu tinggal datang ke salah satu rumah batik di Laweyan. Banyak yang buka workshop harian dengan harga mulai dari 30 ribuan aja sudah termasuk kain dan malam. Terjangkau banget buat pengalaman sekeren ini.

5. Berburu Batik Tulis Eksklusif Langsung di Rumah Produksinya

Salah satu alasan kenapa orang betah banget keliling Kampung Batik Laweyan yaitu karena momen belanja di sini bukan sekadar transaksi saja, tapi bakal jadi pengalaman yang penuh cerita. 

Kamu nggak cuma mampir ke toko, tapi masuk ke rumah-rumah produksi batik yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Beda banget rasanya dibanding belanja batik di tempat lain. 

Di sini, kamu bisa langsung lihat proses batik tulis dari awal sampai akhir. Dari gambar pola, nyanting dengan tangan, sampai pewarnaan alami yang penuh kesabaran. 

Nggak jarang, kamu juga diajak ngobrol langsung sama pemiliknya yang ramah dan senang bercerita.

Kalau kamu sempat kepo soal perbedaan Kampung Batik Laweyan dan Kauman, jawabannya juga bisa kamu temui di sini. 

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Piknik, Ada Wisata Alam Air Terjun Dung Grujug di Kabupaten Sragen

Di Laweyan, batik cenderung lebih ekspresif dan modern, karena pengrajinnya lebih bebas berkreasi tanpa banyak aturan. 

Sementara di Kampung Batik Kauman, batiknya lebih klasik dan cenderung konservatif karena terikat dengan nilai-nilai keraton.

Itulah Ulasan Mengenai 5 Kegiatan Wisata Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mampir di Kampung Batik Laweyan Kota Solo. *** 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.