Jateng

Jelajah Kuliner Jateng: Mengenal Nasi Glewo, Kuliner Khas dari Daerah Semarang yang Kini Sudah Jarang Ditemukan

Theo Adi Pratama | 20 Mei 2025, 23:56 WIB
Jelajah Kuliner Jateng: Mengenal Nasi Glewo, Kuliner Khas dari Daerah Semarang yang Kini Sudah Jarang Ditemukan

JATENG.AKURAT.CO, Simak Jelajah Kuliner Jateng: Mengenal Nasi Glewo, Kuliner Khas dari Daerah Semarang yang Sudah Jarang Ditemukan. Selengkapnya cek di Artikel Ini. 

Kota Semarang menjadi salah satu kota yang menyimpan banyak sejarah. 

Bahkan hingga hari ini berbagai peninggalan sejarah zaman dahulu pun masih ada yang bertahan. Baik bangunan hingga kuliner tradisional.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Jateng: 5 Kuliner Enak Khas dari Kabupaten Kudus, Daerah Lain Belum Tentu Ada

Beberapa bangunan pun saat ini masih banyak yang bisa dinikmati kemegahan dan keindahan bangunannya. 

Namun berbeda dengan bangunan, kuliner tradisional khas Semarang makin hari makin sulit ditemukan. 

Salah satu kuliner tersebut yaitu nasi glewo. Makanan ini sudah jarang ditemukan di era modern sekarang. 

Baca Juga: Apa Saja 5 Kuliner Khas dari Daerah Tegal yang Sudah Melegenda? Ada Nasi Ponggol, Selengkapnya Cek Disini

Jelajah Kuliner Jateng: Mengenal Nasi Glewo, Kuliner Khas dari Daerah Semarang yang Sudah Jarang Ditemukan. 

Dalam buku Makanan Tradisional Indonesia yang ditulis Murdijati Gardjito dkk, nasi glewo sebenarnya lebih tepat disebut dengan bubur. 

Kuliner ini termasuk bubur gurih karena pembuatannya menggunakan santan.

Selain rasanya gurih, bubur glewo tergolong unik dan berbeda dengan bubur pada umumnya yang biasanya menggunakan pelengkap daging ayam. 

Adapun bubur glewo menggunakan pelengkap daging sapi, biasanya menggunakan daging ekor.

Daging sapi itu diolah menjadi masakan sambal goreng yang dituang di atas bubur hangat. 

Aroma petai dan bawang goreng menjadikan sajian itu terasa nikmat.

Saat ini sudah sangat sulit untuk menemukan warung yang menjual nasi atau bubur glewo. 

Padahal, kuliner ini cukup populer sekitar tahun 1970-an.

Adapun orang yang berjualan nasi glewo sempat ada di 2017 silam. 

Namun penjualnya bukan warung permanen, melainkan sebuah stand dalam Festival Kuliner Nusantara ‘Lezaatnesia’ yang digelar di Kota Semarang.

Dari puluhan stand yang mengikuti festival itu, hanya ada satu orang yang menjual kuliner langka tersebut.

Baca Juga: Selera Nusantara: 3 Rekomendasi Tempat Makan di Kawasan Puncak Bogor, Bisa Beristirahat Sambil Menikmati Kuliner Mantap

Penampakan nasi glewo yang dijual hampir serupa dengan bubur pada umumnya. 

Kuahnya seperti sayur terik namun dengan aroma kencur. Terik merupakan bumbu kuning untuk mengungkep tahu dan tempe dengan rasa agak manis.

Pembuat Nasi Glewo menjelaskan selain bahan utama koyor dan daging sapi, 

kuah santan dan penyajian dilengkapi emping melinjo menjadi rahasia nikmatnya Nasi Glewo.

Baca Juga: SURGA KULINER TERSEMBUNYI DI KOTA LAMA SEMARANG! Bikin Lidah Goyang, Dompet Aman!

Bedanya dari Nasi Ayam selain dagingnya yaitu pada bumbu rempahnya, ada kencurnya.

Kuliner langka itu dijual dengan harga hanya Rp 20 ribu sudah dengan satu botol air mineral. 

Para pembeli kebanyakan warga yang sudah berkeluarga dan bernostalgia karena Nasi Glewo sudah sulit ditemukan tahun 1990-an.

Itulah Ulasan Mengenal Nasi Glewo, Kuliner Khas dari Daerah Semarang yang Kini Sudah Jarang Ditemukan. ***  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.