Wisata Religi Jawa Tengah: Al-Quran Raksasa jadi Daya Tarik Masjid Jami Aulia di Pekalongan

JATENG.AKURAT.CO, Sejarah perkembangan agama Islam di wilayah Jawa Tengah memang tidak pernah ada habisnya untuk ditelusuri, salah satunya di Pekalongan.
Di kota yang mendapat julukan sebagai Kota Batik ini kaya dengan peninggalan peradaban agama Islam.
Baca Juga: 5 Lokasi Tempat Wisata Religi yang Ada di Wilayah Kabupaten Cirebon
Hal ini salah satunya ditandai dengan keberadaan masjid tertua di Pekalongan, yakni Masjid Jami Aulia.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, masjid yang berada di wilayah Kelurahan Sapuro Kebulen, Kota Pekalongan ini didirikan pada tahun 1035 H atau 1614 M.
Konon masjid yang berusia sekitar empat abad ini dibangun oleh empat utusan dari Kerajaan Demak.
Mereka adalah Kiai Maksum, Kiai Sulaiman, Kiai Lukman, dan Nyai Kudung.
Disebutkan bahwa keempat utusan tersebut pada awalnya ingin membangun masjid di kawasan alas roban.
Mereka bahkan sudah membuat pondasi dan tempat wudhunya.
Namun karena mendapat petunjuk bahwa area tersebut tidak akan ada penghuninya.
Mereka pun mengganti lokasi masjid ke daerah Sapuro, yang merupakan bantaran kali kupang.
Pada awalnya masjid ini bernama Masjid Galuh Rantai. Namun karena lokasi masjid berada tengah-tengah kompleks makam waliyullah seperti Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasyim dan lainnya.
Maka pada tahun 1980-an masjid ini resmi berganti nama menjadi Masjid Jami Aulia.
Masjid yang didirikan pada 1035 H ini juga diyakini berhubungan dengan Masjid Agung Demak.
Pasalnya, kayu-kayu bangunan Masjid Jami Aulia diyakini merupakan sisa pembangunan Masjid Agung Demak yang lebih dulu dibangun pada 1479 M oleh Walisongo.
Selain usianya yang sudah tua, hal istimewa dan menarik lainnya dari Masjid Jami Aulia adalah adanya Al-Qur’an berukuran raksasa.
Al-Quran ini diperkirakan berukuran 2 x 2,30 meter dan berisi juz 30 yang terdiri atas 17 surat, termasuk tambahan surat Al Fatihah.
Baca Juga: 5 List Objek Wisata Curug di Kabupaten Banyumas yang Cocok Buat Rekreasi saat Weekend
Masih dari laman Pemprov Jateng, disebutkan bahwa Al-Quran raksasa itu ditulis oleh Haji Rahmat warga Kraton, Pekalongan.
Keberadaan Masjid Jami Aulia di Pekalongan bukan hanya menjadi peninggalan bersejarah islam semata.
Melainkan juga menjadi bukti sejarah peradaban Islam di Kota Batik.
Oleh karena itu, Masjid Jami Aulia ini merupakan cagar budaya yang harus dipelihara bersama.
Agar anak cucu kita bisa melihat bukti sejarah dari peradaban Islam masa lalu di Pekalongan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya









