Jateng

Kini Jadi Destinasi Wisata Religi, Inilah 5 Masjid dengan Gaya Arsitektur Unik yang Ada di Kota Solo

Theo Adi Pratama | 18 Juli 2024, 23:41 WIB
Kini Jadi Destinasi Wisata Religi, Inilah 5 Masjid dengan Gaya Arsitektur Unik yang Ada di Kota Solo

JATENG.AKURAT.CO, Kini Jadi Destinasi Wisata Religi, Inilah 5 Masjid dengan Gaya Arsitektur Unik yang Ada di Kota Solo. 

Masjid merupakan bangunan suci yang digunakan sebagai tempat peribadatan bagi kaum muslim. 

Kota Solo tak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa, melainkan juga memiliki berbagai masjid dengan arsitektur unik. 

Baca Juga: Wisata Hits Semarang! Prewedding Impianmu Bakal Terwujud, Cobalah 4 Lokasi Estetik di Semarang Ini Bisa Bikin Foto Preweddingmu Berkesan!

Berikut ini beberapa masjid di Solo dengan arsitektur yang unik.

Bahkan ada yang ornamennya mirip dengan kulit buah salak.

Berikut ini 5 Bangunan Masjid di Kota Solo dengan Arsitektur Unik 

  1. Masjid Laweyan

Terletak di Jalan Liris I, Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Masjid ini dibangun pada tahun 1564, masa Kerajaan Pajang. Keunikan dari bangunan masjid Laweyan yaitu dipengaruhi oleh budaya Hindu.

Masjid Laweyan masih berada satu kompleks dengan pemakaman Ki Ageng Henis, tokoh penting dalam membangun peradaban di Kampung Laweyan. 

Sebelum didirikan masjid Laweyan, bangunan tersebut merupakan Pura yang telah diwakafkan untuk dibangun masjid.

Baca Juga: Semarang Healing Hits! 4 Destinasi Wisata Petik Buah di Semarang yang Wajib Dikunjungi, Bisa Langsung Dipetik dari Pohonnya

  1. Masjid Raya Sheikh Zayed

Masjid yang berlokasi di Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta ini merupakan hadiah dari Uni Emirates Arab (UEA) untuk Indonesia. Masjid Sheikh Zayed dibuka untuk umum pada Februari 2023.

Bangunan masjid ini dibuat mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA. Masjid dengan dominasi warna putih ini dapat menampung hingga 10.000 jemaah. 

Dengan desain yang memukau, masjid Sheikh Zayed menjadi daya tarik bagi masyarakat muslim.

  1. Masjid Agung Surakarta

Masjid peninggalan Kerajaan Mataram ini berlokasi di Jl. Masjid Agung No.1, Kauman, Kecamatan Pasar. Kliwon, Kota Surakarta. 

Bangunan masjid ini dipengaruhi gaya arsitektur Jawa Kuno dan Belanda. Masjid Agung Surakarta didominasi oleh penggunaan bahan kayu

Letak yang strategis ini membuat kondisi dari Masjid Agung Surakarta sendiri tidak pernah sepi akan kedatangan umat Islam, baik yang berniat untuk datang beribadah ke Masjid Agung Surakarta ataupun hanya berwisata ke masjid ini saja. 

Keberadaan Masjid Agung Surakarta tidak lepas dari perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala, dimana kemudian tepat di Desa Sala dibangun menjadi Keraton Kasunanan Surakarta. 

Baca Juga: Brebes Cafe Hits! Jelajahi 6 Surga Kuliner yang Wajib Dikunjungi Pecinta Nongkrong dan Kuliner! Jadi Pilihan Menarik Buat Tempat Nongkrong

Proses pembangunan dari Masjid Agung Surakarta dilakukan pada saat Pakubuwono III tahun 1763 hingga selesai tahun 1768. Pada awalnya masjid ini hanya terdiri dari bangunan utama masjid

Akan tetapi seiring berjalannya waktunya dan pergantian pemimpin di Keraton Kasunanan Surakarta terjadi penambahan dan perubahan terhadap masjid ini.

  1. Masjid Darussalam

Masjid ini dibangun sejak tahun 1900-an oleh para perantau masyarakat Banjar yang tinggal di Solo. 

Bangunan masjid ini berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jayengan, Serengan. Keunikan dari masjid Darussalam adalah gaya arsitekturnya perpaduan Jawa dan Sumatera.

Saat ini, masjid Darussalam menjadi bagian dari wisata religi yang sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah. 

Keunikan lainnya dari masjid ini yaitu sering memasak hingga ribuan porsi untuk dibagikan ke masyarakat dan jemaah masjid sebagai menu berbuka puasa.

Baca Juga: Kebumen Hidden Gems! Jelajahi 5 Desa Wisata Eksotis dengan Keindahan Alam yang Memukau! Agendakan Kunjunganmu Kesini Minimal Dua Kali Setahun

  1. Masjid Saminah Sihyadi

Bangunan masjid ini berlokasi di Jalan Tirtonadi No.9, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. 

Masjid Saminah memiliki bentuk bundar atau melingkar. Keunikan dari bangunan masjid ini adalah ornamennya mirip dengan kulit buah salak.

Masjid Saminah tidak terdapat dinding, melainkan hanya jendela kayu yang berukuran besar. 

Jendela tersebut mengelilingi hampir setengah dari bangunan masjid. Masjid ini mulai dibuka secara umum sejak tahun 2023, tidak pernah tutup, dan selalu terbuka untuk semua kalangan.

Itulah informasi tentang 5 Bangunan Masjid di Kota Solo dengan Arsitektur Unik. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.