Pecinta Sejarah Wajib Datang! Jelajahi Candi Selogriyo Magelang dan Rasakan Sensasi Keindahan Arsitektur Kuno di 2024

JATENG.AKURAT.CO, Di antara perbukitan hijau Magelang, Jawa Tengah, tersembunyi sebuah candi Hindu yang memesona bernama Candi Selogriyo.
Dibangun pada abad ke-9 M, candi ini menawarkan pesona arsitektur kuno yang memukau dan suasana magis yang tak terlupakan.
Bagi para pecinta sejarah dan budaya, Candi Selogriyo adalah destinasi wisata wajib kunjung di tahun 2024 ini.
Lebih dari sekadar candi biasa, Candi Selogriyo menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan.
Di sini, Anda dapat menjelajahi bangunan candi yang kokoh dengan relief-relief yang indah, belajar tentang sejarah dan budaya Hindu di masa lampau, serta merasakan atmosfer spiritual yang menenangkan jiwa.
Mari kita telusuri lebih lanjut pesona dan keindahan arsitektur dan sejarah Candi Selogriyo Magelang:
Lokasi Candi Selogriyo
Candi Selogriyo terletak di lereng timur kumpulan tiga bukit, yakni Bukit Condong, Giyanti, dan Malang.
Tepatnya berada di Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Jaraknya hanya sekitar 12 km dari pusat kota Magelang.
Rute Menuju Candi Selogriyo
Rute menuju Candi Selogriyo dapat ditempuh dengan menuju Kecamatan Bandongan atau Kecamatan Secang.
Jalur yang paling cepat dan mudah ialah melalui Kecamatan Bandongan.
Ketika tiba di Bandongan, Anda akan menemukan pertigaan jalan dengan petunjuk arah menuju Kecamatan Windusari.
Ikuti petunjuk arah tersebut. Disarankan menggunakan kendaraan roda dua, karena akses jalan menuju Candi Selogriyo sempit dan hanya bisa dilalui motor.
Jam Buka Candi Selogriyo
Candi Selogriyo buka setiap hari Senin hingga Minggu, mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore.
Tiket Masuk Candi Selogriyo
Tiket masuk Candi Selogriyo hanya sebesar Rp. 10.000,- per orang.
Sejarah Candi Selogriyo
Candi Selogriyo diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi, namun baru ditemukan pada tahun 1835 M oleh Residen Magelang yang menjabat pada masa penjajahan Belanda, Hartmann.
Karena banyaknya penemuan candi di Indonesia pada masa penjajahan Belanda, pemerintah Belanda mendirikan sebuah institusi bernama Oudheidkundige Dienst pada tahun 1913, atau disebut juga lembaga kepurbakalaan.
Lembaga tersebut bertujuan melestarikan candi-candi yang ada, mendaftarkannya, dan menjadikannya sebagai situs atau cagar budaya, termasuk Candi Selogriyo Magelang.
Candi Selogriyo pertama kali dipugar pada tahun 1955 hingga 1957.
Namun, terjadi peristiwa yang memporakporandakan sebagian besar bangunan candi tersebut.
Pada tahun 2000, dilakukan pemasangan ulang secara bertahap terhadap kondisi Candi Selogriyo yang terdampak longsor.
Penataan tersebut baru selesai pada tanggal 10 November 2019.
Kini, Anda bisa menikmati kembali bangunan bersejarah tersebut yang dikelilingi oleh pesona alam yang mengagumkan.
Mitos Candi Selogriyo
Sama seperti banyak objek wisata di Indonesia, Candi Selogriyo juga memiliki mitos yang masih terjaga dari masa ke masa.
Mitos di Candi Selogriyo merujuk pada sebuah mata air di kawasan tersebut yang dipercaya memiliki khasiat awet muda bagi mereka yang membasuh mukanya di mata air tersebut, terutama jika dilakukan antara tanggal 1 – 10 Muharram.
Mitos lainnya adalah tentang bunyi gamelan. Dahulu, masyarakat setempat sering mendengar bunyi gamelan di sekitar area Candi Selogriyo, terutama di hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.
Nama lain dari Candi Selogriyo adalah Omah Watu, yang berarti rumah batu.
Terlepas dari percaya atau tidaknya Anda tentang mitos tersebut, hal ini tentu memiliki pesan moral yang tinggi.
Daya Tarik Candi Selogriyo
1. Candi Bersejarah
Candi Selogriyo adalah candi bersejarah yang diperkirakan dibangun pada masa Mataram Kuno, sebagai bukti perkembangan agama Hindu dan Buddha.
Candi Selogriyo memiliki ukuran 4,2 meter x 4,2 meter dengan ketinggian sekitar 4,96 meter. Bagian atapnya memiliki dua tingkatan.
2. Panorama Alam Sekitar
Candi Selogriyo menawarkan panorama alam sekitar yang menawan, terutama view terasering yang hijau menghampar.
Terletak di kaki Gunung Sumbing, tepatnya di Bukit Giyanti dan Bukit Condong, keindahan alam tersaji sejak perjalanan menapaki anak tangga menuju lokasi utama candi.
Setelah sampai, mata pengunjung akan terpana dengan pemandangan candi yang berpadu dengan alam yang masih asri.
Jelajahi pesona arsitektur kuno dan keindahan alam di Candi Selogriyo Magelang.
Rasakan sensasi spiritual dan keindahan yang ditawarkan di tahun 2024 ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi salah satu warisan sejarah yang memukau ini!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya









