Jateng

Menelusuri Keindahan Alam Mangrove Indonesia! Rekomendasi 5 Wisata Hutan Mangrove Buat Mengisi Waktu Santai

Theo Adi Pratama | 7 Juni 2024, 12:14 WIB
Menelusuri Keindahan Alam Mangrove Indonesia! Rekomendasi 5 Wisata Hutan Mangrove Buat Mengisi Waktu Santai

JATENG.AKURAT.CO, Wisata mangrove menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin merasakan petualangan alam yang berbeda dari wisata gunung atau pantai.

Ekosistem mangrove memiliki keunikan tersendiri dengan tumbuhan bakau yang mendominasi dan berbagai jenis satwa serta organisme yang hidup di dalamnya.

Meskipun banyak orang enggan mengunjungi wisata mangrove karena khawatir akan lumpur, kini banyak destinasi mangrove di Indonesia yang sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang sehingga Anda bisa menikmati keindahan alam tanpa merasa tidak nyaman.

Selain itu, wisata mangrove juga membantu mendukung perekonomian warga sekitar yang menjaga dan melestarikan hutan bakau ini.

Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat wisata mangrove yang bisa Anda kunjungi:

Baca Juga: Wisata Kuliner Malang: Surganya Hidangan Legendaris dan Makanan Kekinian! (Bagian 2)

1. Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta

Terletak di Jakarta Utara, Taman Wisata Alam Angke Kapuk memiliki luas sekitar 99,82 hektar dan bersebelahan dengan kawasan Pantai Indah Kapuk.

Kawasan ini mudah dijangkau menggunakan transportasi umum, sepeda motor, atau mobil, dengan jam operasional dari pukul 08.00-17.30 WIB.

Selain menikmati pemandangan mangrove, Anda bisa menyewa perahu kano seharga Rp 50.000 atau perahu dayung dengan harga sekitar Rp 100.000.

Jika ingin pengalaman yang lebih menantang, tersedia juga speed boat dengan harga sewa mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 350.000 tergantung kapasitasnya.

2. Hutan Mangrove Kulonprogo, Yogyakarta

Hutan Mangrove Kulonprogo terletak di dekat Sungai Bogowonto di Pantai Congot, memanjang dari timur ke barat.

Wisatawan bisa menikmati trekking di atas jembatan bambu dengan tiket masuk sekitar Rp 5.000 per orang.

Kawasan ini buka dari pukul 06.00-18.00 WIB dan menawarkan pemandangan menakjubkan dari beberapa jembatan bambu dan menara pengamatan.

Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Tersembunyi Lumajang: Wisata Alam yang Tak Boleh Dilewatkan! (Bagian 2)

3. Hutan Mangrove Karimunjawa, Jawa Tengah

Karimunjawa tidak hanya terkenal dengan pantainya, tetapi juga hutan mangrove yang indah.

Kawasan wisata ini buka 24 jam dan menawarkan trekking di jalur kayu sepanjang 1,3 kilometer dengan tiket masuk sekitar Rp 5.000 - Rp 7.500.

Anda juga bisa menikmati pemandangan dari menara pandang yang memungkinkan melihat Pulau Cemara Besar, Pulau Cemara Kecil, dan Pulau Menyawakan.

4. Mangrove Bedul Ecotourism, Jawa Timur

Di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, terdapat Mangrove Bedul Ecotourism yang juga dikenal sebagai Hutan Mangrove Bedul.

Kawasan ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan menjadi habitat berbagai satwa seperti belibis, elang laut, bangau, monyet, dan biawak.

Wisatawan bisa menyusuri segara anakan dengan tiket masuk sekitar Rp 7.500 - Rp 10.000 per orang.

Baca Juga: Serunya Petualangan Kecil di Beberapa Destinasi Wisata Ramah Anak di Semarang (Bagian 2)

5. Hutan Mangrove Tarakan, Kalimantan Utara

Hutan Mangrove Tarakan di Kalimantan Utara memiliki luas sekitar 21 hektar dan berfungsi sebagai paru-paru kota Tarakan.

Selain menjadi tempat wisata, kawasan ini sering menjadi lokasi penelitian tentang ekosistem mangrove.

Untuk masuk, Anda hanya perlu membayar tiket sekitar Rp 5.000 per orang.

Tempat ini buka setiap hari dari jam 09.00 hingga 17.00 WITA.

Mengunjungi wisata mangrove tidak hanya memberikan pengalaman berbeda dalam berlibur, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan ekonomi lokal.

Jadi, jika Anda mencari destinasi baru untuk petualangan Anda berikutnya, wisata mangrove bisa menjadi pilihan yang sempurna.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.