Jateng

Seolah Menyinari Langit Malam, Semarak Keseruan Tradisi Unik Perang Obor Tegalsambi Jepara

Arixc Ardana | 26 Mei 2024, 08:05 WIB
Seolah Menyinari Langit Malam, Semarak Keseruan Tradisi Unik Perang Obor Tegalsambi Jepara

AKURAT.CO, Kabupaten Jepara Jawa Tengah tidak hanya dikenal pada seni ukirnya yang memukau, hingga destinasi wisata pantai yang tak kalah menakjubkan dibandingkan dengan Bali.

Namun, di tengah kekayaan kerajinan dan alamnya, Jepara juga menyimpan budaya tradisi unik yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun, tepatnya di sebuah desa pesisir bernama Tegalsambi.

Terletak di Kecamatan Tahunan, desa ini hanya berjarak sekitar 10 menit dari Pantai Kartini Jepara.

Baca Juga: Wisata Kuliner Jateng: 6 Makanan Khas Kabupaten Grobogan, Ada Menu ‘Sego Japede’

Tradisi unik yang dimaksud adalah Perang Obor, atau sering disebut juga sebagai Obor-Oboran.

Meskipun disebut perang, namun sebenarnya ini bukan pertempuran nyata, melainkan sebuah upacara tradisional yang dilakukan untuk mengusir roh jahat dan menolak bencana dari desa.

Perang Obor Tegalsambi diadakan secara rutin setiap Senin Pahing, malam Selasa Pon, pada bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Arab atau bulan Apit dalam penanggalan Jawa.

Upacara ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah, kesehatan, dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat setempat sepanjang tahun.

Dalam Perang Obor, para pemuda desa memainkan peran utama dengan saling memukulkan pelepah kelapa dan daun pisang kering yang telah dibakar.

Ini dipercaya sebagai langkah untuk menolak bala dan musibah dari desa mereka, menciptakan suasana aman.

Obor yang digunakan dalam upacara ini terbuat dari gulungan dua atau tiga pelepah kelapa kering yang diisi dengan daun pisang kering.

Mereka dinyalakan bersama untuk digunakan sebagai senjata dalam pertarungan, sering kali menghasilkan percikan api yang besar, sehingga menciptakan istilah perang obor

Ada puluhan peserta berpartisipasi dalam permainan ini, masing-masing membawa obor dan melemparkannya ke arah lawan-lawannya.

Suasana magis tercipta dengan lebih dari 350 obor yang dinyalakan, menerangi langit malam Desa Tegalsambi.

Sebelum perang obor dimulai, ritual diisi dengan doa dan upacara adat yang membangkitkan semangat dan kesucian acara tersebut.

Di samping itu, ada juga jajanan langka bernama Kintelan yang tersedia, berbentuk bulat seperti ketan dengan rasa manis, yang hanya dijual di sekitar Tegalsambi.

Perang Obor Tegalsambi telah menjadi bagian dari agenda wisata tahunan Jepara, menarik tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga internasional.

Bahkan, ada turis asing yang secara khusus datang untuk menyaksikan acara ini, menunjukkan daya tarik budaya yang kuat dari tradisi ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.