Jateng

5 Tradisi di Tiap Daerah Saat Menyambut Lebaran di Indonesia: Tradisi yang Unik dan Penuh Makna Filosofis

Theo Adi Pratama | 4 April 2024, 11:57 WIB
5 Tradisi di Tiap Daerah Saat Menyambut Lebaran di Indonesia: Tradisi yang Unik dan Penuh Makna Filosofis

AKURAT.CO, Hari Raya Idulfitri atau Lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Di Indonesia, kegembiraan menyambut Lebaran terasa begitu kuat, dengan tradisi-tradisi khas yang dipraktikkan oleh masyarakat setiap daerah.

Selain mudik dan sungkem, ternyata ada beragam tradisi Lebaran di Indonesia yang menarik dan sarat makna. Berikut beberapa di antaranya:

Baca Juga: 6 Lokasi Surfing di Indonesia Buat Pecinta Selancar: Petualangan Menantang Ombak bagi Para Pencari Adrenalin

1. Grebeg Syawal (D.I. Yogyakarta)

Grebeg Syawal merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap 1 Syawal di Keraton Yogyakarta. Ritual ini sebagai ungkapan syukur setelah melewati bulan Ramadan.

Tujuh gunungan dibawa oleh abdi dalem dari Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, dan Kantor Kepatihan, sebelum dibagikan kepada masyarakat.

2. Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)

Perang Topat adalah tradisi unik dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tradisi ini merupakan simbol kerukunan antar umat Hindu dan Islam di Lombok.

Ketupat-ketupat yang dilemparkan saat perang kemudian dipercaya membawa kesuburan bagi tanaman, sehingga menjadi perayaan kemenangan setelah berpuasa.

Baca Juga: Makna Filosofi Angka 21, 25, 50 dan 60 dalam Bahasa Jawa: Sebuah Usia dan Juga Fase Kehidupan

3. Ronjok Sayak (Bengkulu)

Ronjok Sayak adalah tradisi dari Bengkulu yang melibatkan pembakaran tumpukan batok kelapa.

Dipercaya sebagai penghubung antara manusia dan leluhur, tradisi ini dilakukan secara hikmat dan diiringi dengan doa-doa.

Proses pembakaran batok kelapa ini dilakukan setelah salat Isya pada 1 Syawal.

4. Binarundak (Sulawesi Utara)

Binarundak adalah tradisi dari Sulawesi Utara, khususnya masyarakat Motoboi Besar.

Tradisi ini melibatkan pembuatan atau memasak nasi jaha secara bersama-sama selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Idulfitri.

Nasi jaha dimasak dalam batang bambu dan dipercaya menjadi sarana silaturahmi dan bentuk syukur kepada Allah SWT.

Baca Juga: Daftar Film-Film Bernuansa Islami untuk Mengisi Waktu Senggang di Bulan Ramadan

5. Festival Meriam Karbit (Kalimantan Barat)

Festival Meriam Karbit adalah tradisi dari Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.

Tradisi ini menjadi pengingat akan keberanian dan semangat kebersamaan.

Festival ini digelar selama tiga hari berturut-turut sebelum, saat, dan setelah Lebaran.

Selain menjadi tradisi Lebaran, Festival Meriam Karbit juga memiliki nilai historis yang kuat.

Setiap tradisi Lebaran di Indonesia memiliki keunikan dan makna tersendiri, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan keagamaan masyarakat setempat.

Meskipun beragam, tradisi-tradisi ini senantiasa menjaga semangat kebersamaan, syukur, dan toleransi antar umat beragama, mewarnai keindahan perayaan Hari Raya Idulfitri di tanah air.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.