Jateng

Banjir Grobogan Merendam Jalur Kereta Api Semarang - Surabaya, KAI Daop 4 Berikan Pelayanan dan Penyesuaian Operasional

Theo Adi Pratama | 6 Februari 2024, 11:06 WIB
Banjir Grobogan Merendam Jalur Kereta Api Semarang - Surabaya, KAI Daop 4 Berikan Pelayanan dan Penyesuaian Operasional

AKURAT.CO, Pada hari Selasa, tanggal 6 Februari 2024, pukul 05.03 WIB, jalur kereta api antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, di kilometer 32+5/7 lintas Semarang - Surabaya, terbenam akibat banjir Grobogan.

Kejadian ini dikonfirmasi oleh KAI Daop 4 Semarang, yang menyatakan bahwa untuk sementara waktu, jalur kereta api di lokasi tersebut tidak dapat dilewati oleh kereta api.

"KAI Daop 4 Semarang segera melakukan upaya perbaikan jalur rel di lokasi tersebut, dengan mengerahkan petugas prasarana dan menyiapkan material di lokasi yang terendam banjir tersebut," ungkap Manager Humas Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Baca Juga: Jalur Kereta Gubug-Karangjati Lumpuh Akibat Banjir Grobogan

Sehubungan dengan kejadian ini, KAI akan melakukan penyesuaian pola operasi dengan mengalihkan jalur melalui Stasiun Gambringan-Gundih-Gubug.

Beberapa perjalanan kereta api juga akan dibatalkan.

Franoto menegaskan bahwa penumpang yang terdampak pembatalan akan mendapatkan notifikasi melalui WhatsApp KAI121 di nomor 0811-1211-1121, yang merupakan WhatsApp bisnis resmi dan terverifikasi dengan centang hijau.

"Kami memohon maaf kepada pelanggan KA atas ketidaknyamanan, akibat keterlambatan KA menuju maupun dari stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang," kata Franoto.

Baca Juga: Banjir Grobogan, Tanggul Sungai Jragung Jebol

Bagi penumpang yang ingin membatalkan perjalanannya, KAI menyediakan layanan pembatalan di loket-loket stasiun online, dan dana akan dikembalikan 100% di luar biaya pemesanan.

Pembatalan dapat dilakukan dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari ke depan dari jadwal keberangkatan kereta api.

KAI juga memberikan Service Recovery (SR) sebagai bentuk kompensasi kepada pelanggan yang mengalami kelambatan akibat banjir tersebut.

Layanan ini mencakup minuman, makanan ringan, dan berat, dengan harapan dapat memberikan kenyamanan kepada para penumpang dalam menghadapi situasi yang tidak terduga ini.

Baca Juga: Stasiun Gubug-Kedungjati Terdampak Banjir, 5 Kereta Api Mengalami Keterlambatan

KAI Daop 4 Semarang terus berupaya meminimalkan dampak dan memastikan keamanan serta kenyamanan penumpang selama proses perbaikan dan penyesuaian operasional berlangsung.

Seperti diberitakan sebelumnya banjir menerjang Grobogan dipicu oleh hujan deras dan luapan kali Tuntang.

Dampak yang meluas ini telah menyebabkan 29 desa di berbagai kecamatan seperti Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Godong, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Geyer, Tawangharjo, dan Tanggungharjo terendam.

Baca Juga: Arus Banjir di Grobogan Makin Deras, Petugas Berusaha Menyelamatkan Diri Karena Situasi Kian Mengkhawatirkan

Kecamatan Kedungjati, yang paling parah terdampak, melaporkan delapan desanya telah terendam.

Banjir juga telah merambah ke wilayah perkotaan Purwodadi, menenggelamkan desa dan kelurahan termasuk Purwodadi, Kalongan, Candisari, Ngraji, dan Cingkrong.

Perumahan Permata Hijau menjadi salah satu area yang paling terdampak, dengan 120 unit rumah terendam air dengan ketinggian yang bervariasi antara 40 hingga 60 cm.

Baca Juga: Rute Alternatif Menuju Grobogan Blora, usai Akses Jalan Terputus Akibat Banjir Kali Tuntang

Sementara itu, warga di Kampung Banaran dan Kebondalem mengalami genangan air setinggi 30 hingga 50 cm, mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan di Jalan Raya Dr. Sutomo dan Simpang Lima Purwodadi.

Situasi menjadi lebih genting di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, di mana jebolnya sungai Jajar di Karangrayung menyebabkan banjir di sawah dan perumahan warga.

Di Dusun Jono Krajan, Desa Jono Krajan, Kecamatan Tawangharjo, ketinggian air mencapai hingga 100 cm, merendam jalan-jalan perkampungan dan rumah-rumah penduduk.

Baca Juga: Banjir Kali Tuntang Putus Akses, Gubug- Grobogan Lumpuh

BPBD Grobogan terus melakukan pendataan dan pengukuran untuk memahami skala kerusakan serta jumlah warga yang terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena tingkat air di beberapa wilayah masih berpotensi meningkat dan jumlah wilayah terdampak bisa bertambah.

Banjir ini merupakan hasil dari hujan deras pada tanggal 5 Februari, yang diperburuk oleh tidak mampunya sungai Lusi, Serang, dan Tuntang menampung air lebih banyak.

Dalam menghadapi kondisi yang masih dinamis, BPBD mengajak warga untuk bersama-sama merespons situasi dengan tanggap dan tangguh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.