Rute Alternatif Menuju Grobogan Blora, usai Akses Jalan Terputus Akibat Banjir Kali Tuntang

AKURAT.CO , Rute Alternatif Menuju Grobogan Blora, usai Akses Jalan Terputus Akibat Banjir Kali Tuntang
Berikut ini pilihan rute alternatif usai jalan raya menuju Grobogan Blora terendam banjir dari luapan Kali Tuntang yang terjadi hari ini, Selasa 6 Februari 2024
Beberapa jalur alternatif, saat ini telah disiapkan, lantaran adanya banjir di beberapa titik yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan, akibat luapan Kali Tuntang
Baca Juga: Banjir Grobogan, Tanggul Sungai Jragung Jebol
Banjir besar yang melanda Kabupaten Grobogan telah menyebabkan beberapa jalur transportasi utama di Jawa Tengah tidak dapat dilalui.
Pengendara di wilayah Semarang dan Purwodadi kini menghadapi kendala perjalanan akibat beberapa jalan yang terblokir.
Berdasarkan informasi terkini, jalur Semarang-Purwodadi tepatnya di Gubug tidak bisa dilewati.
Situasi yang sama terjadi pada jalur Kedungjati Gubug di area Gardusili dan jalur Ngroto Jeketro, di mana jembatan Ngroto kini tidak dapat dilintasi.
Berikut ini jalur alternatif yang bisa dipilih mulai dari wilayah barat, timur, dan selatan Kabupaten Grobogan.
Jalur alternatif di wilayah barat, diterapkan mulai dari Bundaran Gubug.
Untuk menuju Purwodadi atau Blora, pengendara dihimbau untuk melalui jalur Ngroto hingga masuk jalur Jeketro-Wolo atau Jeketro-Truko dan berjalan menuju ke arah Kota Purwodadi.
Sementara bagi pengendara dari arah Purwodadi atau Blora yang hendak menuju Semarang, juga diimbau menggunakan jalur yang sama, atau melewati jalur alternatif yang dimulai dari perempatan Danyang-Pengkol dan berlanjut melalui jalur Pengkol-Mojoagung dan diteruskan menuju Ngroto ke arah Gubug.
Untuk kendaraan berat dari arah Purwodadi menuju Blora, dialihkan melalui jalur arah Randublatung, sedangkan dari arah Blora menuju Purwodadi dialihkan menuju jalur pantura.
Dampak banjir meluas ke wilayah perkotaan Purwodadi dan beberapa desa seperti Purwodadi, Kalongan, Candisari, Ngraji, dan Cingkrong, serta merendam ratusan rumah di Perumahan Permata Hijau dan area lain seperti Kampung Banaran dan Kebondalem.
Ketinggian air yang bervariasi telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menghambat aktivitas sehari-hari warga, termasuk menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa titik penting seperti Jalan Raya Dr.
Sutomo dan Simpang Lima Purwodadi. Kecamatan Penawangan dan Tawangharjo juga mengalami kerusakan signifikan, termasuk jebolnya sungai Jajar di Karangrayung yang mengakibatkan luapan air ke sawah dan pemukiman warga.
""
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




