Jateng

Jalur Kereta Gubug-Karangjati Lumpuh Akibat Banjir Grobogan

Afri Rismoko | 6 Februari 2024, 10:52 WIB
 Jalur Kereta Gubug-Karangjati Lumpuh Akibat Banjir Grobogan

AKURAT.CO, Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang hari ini mengumumkan bahwa banjir yang terjadi di antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, di kilometer 32+5/7 lintas Semarang-Surabaya, telah menyebabkan jalur tersebut tidak dapat dilewati oleh kereta api sejak pukul 05.03 WIB, Selasa, 6 Februari 2024.

Manager Humas Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa upaya perbaikan jalur rel telah dimulai dengan mengirimkan petugas prasarana dan material ke lokasi banjir untuk pemulihan secepat mungkin.

"KAI Daop 4 Semarang segera melakukan upaya perbaikan jalur rel di lokasi tersebut, dengan mengerahkan petugas prasarana dan menyiapkan material di lokasi yang terendam banjir tersebut," ungkap Manager Humas Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Baca Juga: Banjir Kali Tuntang Putus Akses, Gubug- Grobogan Lumpuh

Sementara itu, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan pengalihan jalur melalui Stasiun Gambringan-Gundih-Gubug dan membatalkan perjalanan beberapa kereta api.

Penumpang yang terdampak oleh pembatalan ini akan diinformasikan melalui WhatsApp bisnis resmi KAI121 dan diberikan opsi untuk pembatalan tiket dengan pengembalian dana penuh melalui loket-loket stasiun online.

Pembatalan dapat diajukan hingga tujuh hari dari tanggal keberangkatan yang terjadwal.

Baca Juga: Banjir Grobogan, Tanggul Sungai Jragung Jebol

Franoto meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang akibat keterlambatan perjalanan kereta.

"Kami memohon maaf kepada pelanggan KA atas ketidaknyamanan, akibat keterlambatan KA menuju maupun dari stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang," kata Franoto.

Sebagai bentuk kompensasi, KAI menyediakan Service Recovery (SR) berupa minuman dan makanan untuk pelanggan yang mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Banjir Grobogan, Ratusan Rumah Terendam Akibat Luapan Kali Tuntang

Banjir Grobogan, khususnya dari luapan Kali Tuntang, telah membawa dampak serius pada infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru dan melakukan segala upaya untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang.

Banjir besar yang melanda Kabupaten Grobogan telah menyebabkan beberapa jalur transportasi utama di Jawa Tengah tidak dapat dilalui.

Pengendara di wilayah Semarang dan Purwodadi kini menghadapi kendala perjalanan akibat beberapa jalan yang terblokir.

Berdasarkan informasi terkini, jalur Semarang-Purwodadi tepatnya di Gubug tidak bisa dilewati.

Baca Juga: Kronologi Banjir Kabupaten Grobogan 05 Februari 2024

Situasi yang sama terjadi pada jalur Kedungjati Gubug di area Gardusili dan jalur Ngroto Jeketro, di mana jembatan Ngroto kini tidak dapat dilintasi.

Penutupan jalan ini mengakibatkan gangguan signifikan pada mobilitas penduduk setempat dan logistik.

Tidak hanya itu, jalur Glapan-Kapung tepatnya di Ngambakrejo juga mengalami nasib yang serupa, menambah daftar jalur yang terputus akibat banjir.

Kondisi ini memaksa warga untuk mencari rute alternatif atau menunda perjalanan mereka.

Bupati Grobogan Sri Sumarni dikabarkan bakal meninjau titik banjir di Gubug pagi ini. Namun, belum diketahui titik mana yang akan disambangi.

Baca Juga: Stasiun Gubug-Kedungjati Terdampak Banjir, 5 Kereta Api Mengalami Keterlambatan

Sebelumnya diberitakan, sebelas kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terendam banjir.

Meski ada yang sudah berangsur-angsur surut, namun di beberapa kecamatan air masih terus meninggi.

Baca Juga: Gunung Pulosari: Misteri Hantu Banaspati dan Makhluk Halus yang Menghantui di Puncak

Sebelas kecamatan itu yakni Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Godong, Penawangan, Purwodadi.

Kemudian Toroh, Geyer, Tegowanu, Tawangharjo, dan Tanggungharjo. Laporan BPBD Grobogan menyebutkan, ada total 29 desa terdampak banjir hingga pagi ini.

Jumlah desa maupun kecamatan terdampak masih berpotensi bertambah.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A