Jateng

Berikut 4 Cara Menolak Tawarn Kerja yang Masuk dengan Baik dan Sopan

Theo Adi Pratama | 5 September 2023, 11:00 WIB
Berikut 4 Cara Menolak Tawarn Kerja yang Masuk dengan Baik dan Sopan

AKURAT.CO - Terkadang ada beberapa situasi dimana kita harus menolak beberapa tawaran kerja.

Seperti ketika diterima bekerja di 2-3 perusahaan sekaligus atau tawaran yang diterima tidak sesuai dengan ekspetasi kita baik dari segi benefit, gaji atau aturan kerja dari perusahaan yang menawarkan.

Tentu saja menolak sebuah tawaran kerja bukanlah hal yang mudah.

Bayangkan tadinya kita yang melamar, membuat dan mengirim cv terbaik kita dengan harapan akan diterima tiba-tiba saja situasinya terbalik menjadi 180 derajat dimana kita justru yang harus memikirkan cara bagaimana menolak tawaran kerja yang sudah ada dengan baik dan tanpa merusak citra baik kita dimata perusahaan tersebut.

Berikut ada beberapa cara menolak tawaran kerja yang masuk:

Baca Juga: Wagub Jateng Taj Yasin Ingatkan Isu Strategis Pemilu yang Harus Diwaspadai

Mengirim pesan penolakan tawaran kerja

Biasanya tawaran kerja dikirim melalui email atau ada yang dihubungi secara langsung melalui sms kenomor pribadi atau ditelepon langsung.

Nah, jika kamu memang sudah matang akan keputusan untuk menolak tawaran tersebut, lebih baik kamu langsung membalas email dan sms atau menjawab langsung mengenai penolakan kamu ketika ditelpon ke perusahaan terkait.

Jangan membuat mereka menunggu lama, karena untuk seorang recruiter pekerjaan mereka adalah memenuhi target sesuai deadline, dengan kamu terlalu lama mengulur-ngulur waktu dalam memberikan keputusan itu akan membuat pekerjaan mereka pun menjadi lebih sulit lagi.

Baca Juga: RKF Ceramic, Pilihan Kaca Film Low Budget Tetap dengan Teknologi Tolak Panas

Berikan alasan yang jelas dan jujur

Jangan menghindari tawaran kerja yang akan kamu tolak hanya karena takut akan responnya, dan jangan juga memberikan alasan aneh dan tidak masuk akal ketika akan menolak tawaran kerja.

Yang perlu kamu ingat, dalam merekrut kamu mulai dari proses tes, wawancara sampai akhirnya ke tahap pengiriman tawaran kerja merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi seorang Recruiter.

Untuk itu, jika memang akan menolak tawaran kerja yang ada berikanlah alasan yang masuk akal, jelas dan jujur sebagai salah satu bentuk menghargai kerja mereka.

Jika memang kamu sudah terlanjur diterima di perusahaan lain maka sampaikan demikian, dan jika kamu memang merasa penawaran kerjanya kurang cocok dikamu maka jelaskanlah dengan jelas dari sisi mana.

Baca Juga: Gelar Ajang Terima Kasih Jawa Tengah, Dishub Berlakukan Pengalihan Ruas Jalan

Pilih media untuk membalas penawaran kerja

Jika tawaran kerja yang dikirim oleh pihak perusahaan adalah melalui sms, maka kamu bisa membalas penolakan penawaran kerja tersebut melalui sms juga.

Jika via telepon maka kamu bisa langsung menolaknya ketika masih tersambung tentu dengan alasan yang tepat dan tutur kata yang sopan.

Begitu juga apabila penawaran kerja dikirim melalui e-mail, maka balas juga dengan media email.

Tulis subjek dari email dengan jelas dan kirim ke alamat e-mail yang sama yang mengirim tawaran kerja.

Namun jika pada kaki email ada alamat email bisnis langsung orang HR-nya, bisa cc langsung juga ke alamat email tersebut.

Baca Juga: Turun Lapangan, Mbak Ita Sentil OPD Supaya Lebih Aware Terhadap Lingkungan

Tetap bersikap sopan

Ingat dalam dunia bekerja selalu ada kemungkinan yang terjadi. Bisa jadi perusahaan yang kamu tolak saat ini menjadi tempat kamu bekerja di waktu berikutnya.

Untuk itu tetap jagalah kesan yang baik dimanapun kamu akan melamar kerja bahkan diperusahaan tempat kamu bekerja saat ini.

Walaupun akan menolak tawaran bekerja bukan berarti kamu bisa lakukan dengan bersikap sembarangan dan merasa tidak butuh dan tidak akan bertemu lagi dengan orang-orang yang sama dari perusahaan tersebut.

Ingat kesan yang jelek suatu saat bisa jadi karma buat kamu sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.