Jateng

Napoleon Tidak Pendek: Salah Konversi Inci Prancis Bikin Dia Terlihat Cebol 300 Tahun

Theo Adi Pratama | 28 Oktober 2026, 11:30 WIB
Napoleon Tidak Pendek: Salah Konversi Inci Prancis Bikin Dia Terlihat Cebol 300 Tahun

JATENG.AKURAT.CO, Mitos Napoleon Bonaparte berbadan pendek bukan lahir dari fakta, melainkan dari salah hitung satuan Prancis dan Inggris serta propaganda kartun London: pria Korsika itu sebenarnya sekitar 168–170 sentimeter, sedikit di atas rata-rata pria Prancis abad ke-18 yang hanya 164 sentimeter.

Bayangkan seorang perwira artileri muda berdiri di depan pasukannya pada 1796. Tingginya sekitar 168 sentimeter. Di antara para grenadier pengawal yang rata-rata lebih tinggi, ia memang terlihat kecil. Tapi “kecil” di sini bukan berarti cebol. Ia hanya berdiri di antara orang-orang yang dipilih karena tubuhnya jangkung.

Dari situlah julukan Le Petit Caporal—Kopral Kecil—muncul. Bukan karena Napoleon pendek, melainkan karena para prajurit menyukainya. Mereka memanggilnya “kecil” dengan nada sayang, seperti memanggil teman akrab, bukan seperti mengejek kekurangan fisik.

Satu inci yang mengubah sejarah

Kekacauan sebenarnya dimulai dari angka di surat kematian.

Dokter yang mendampingi jenazah Napoleon, Francesco Antommarchi, mencatat tinggi 5 kaki 2 inci pouce Prancis. Angka itu benar. Tapi inci Prancis saat itu sekitar 2,71 sentimeter, sementara inci Inggris modern hanya 2,54 sentimeter.

Ketika angka “5 kaki 2 inci” dipindahkan ke sistem Inggris tanpa mengubah satuannya, hasilnya 157 sentimeter. Napoleon langsung berubah dari pria berpostur biasa menjadi pria mungil. “Perbedaan sistem pengukuran Prancis dan Inggris” disebut National Geographic sebagai salah satu sumber kebingungan terbesar tentang tinggi Napoleon.

Seoul Shinmun bahkan menyebut kesalahan ini sebagai contoh klasik bagaimana angka yang sama bisa menghasilkan cerita yang sangat berbeda. “Napoleon memiliki tinggi 5 pied 2 pouce—sekitar 169 sentimeter—tetapi Inggris mengabaikan satuannya dan menuliskannya sebagai 5 kaki 2 inci, atau sekitar 157 sentimeter,” tulis mereka pada Juni 2026.

Propaganda Inggris: dari kartun ke kompleks psikologis

Setelah Napoleon kalah, Inggris tidak hanya merayakan kemenangan di medan perang. Mereka juga menang di medan gambar.

Kartunis James Gillray menciptakan karakter “Little Boney”—Napoleon yang digambarkan seperti anak kecil tantrum, memakai sepatu bot raksasa dan topi bicorne yang menelan seluruh tubuhnya. Kartun itu bukan potret, melainkan senjata politik.

“Kartun, julukan, dan desas-desus lain meninggalkan kesan abadi bahwa kaisar bertubuh pendek,” tulis Britannica dalam artikelnya tentang tinggi Napoleon.

Kesan itulah yang kemudian hidup lebih lama daripada fakta. Bahkan istilah “kompleks Napoleon”—anggapan bahwa pria pendek cenderung agresif untuk menutupi kekurangannya—diambil dari mitos ini, bukan dari data psikologi.

Sebuah studi replikasi pada 2025 justru menemukan hasil sebaliknya: narsisme dan psikopati lebih sering berkorelasi dengan tubuh tinggi daripada tubuh pendek. Dukungan data untuk “kompleks Napoleon” tidak berhasil direplikasi.

Berapa tinggi sebenarnya?

Berbagai sumber sepakat pada rentang yang tidak terlalu lebar.

Radio France menyebut 168 sentimeter, “sedikit di atas rata-rata orang Prancis abad ke-18 yang tingginya sekitar 164 sentimeter”.

Sloboden Pecat edisi Agustus 2026 mencatat sekitar 168 sentimeter dan menyebutnya “tinggi rata-rata untuk zamannya”.

Britannica menyimpulkan bahwa Napoleon lebih mungkin berada di kisaran 168–170 sentimeter daripada 157 sentimeter. Dengan standar abad ke-19, pria Prancis rata-rata berada di antara 158 dan 168 sentimeter. Artinya, Napoleon berada di batas atas rata-rata atau sedikit di atasnya.

Yang membuatnya terlihat pendek bukan tubuhnya, melainkan lingkungannya. Pengawal elitnya dipilih dari orang-orang bertubuh tinggi. Berdiri di antara mereka, Napoleon terlihat lebih kecil dari ukuran sebenarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.