Jateng

Fakta Unik Vibes! Mari Menelusuri Jejak Sejarah Stasiun Magelang Kota, Transformasi dari Stasiun Kereta Api menjadi Terminal Kota

Theo Adi Pratama | 12 Agustus 2024, 11:00 WIB
Fakta Unik Vibes! Mari Menelusuri Jejak Sejarah Stasiun Magelang Kota, Transformasi dari Stasiun Kereta Api menjadi Terminal Kota

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda membayangkan sebuah bangunan megah yang dulunya menjadi pusat lalu lalang kereta api, kini berubah menjadi terminal kota yang ramai?

Stasiun Magelang Kota, dengan arsitektur kolonialnya yang khas, menyimpan kisah transformasi yang menarik.

Dari stasiun kereta api yang menghubungkan Kota Magelang dengan berbagai daerah, kini bangunan bersejarah ini telah beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadi pusat transportasi umum.

Mari kita telusuri jejak sejarah Stasiun Magelang Kota dan menyaksikan bagaimana sebuah bangunan dapat bertransformasi seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Menguak Perjalanan Dunia Perkeretaapian, Ini Sejarah Singkat dan Kondisi Terkini Stasiun Situbondo

Sejarah dan Pengembangan Stasiun

Stasiun Magelang Kota dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) sebagai bagian dari perpanjangan jalur kereta api Yogyakarta–Magelang.

Stasiun ini resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1898, seiring dengan pembukaan segmen jalur kereta api yang menghubungkan Magelang dan Secang pada tanggal 15 Mei 1903.

Pada masa kejayaannya, Stasiun Magelang Kota merupakan stasiun besar yang melayani kebutuhan transportasi bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya.

Stasiun ini menjadi titik penting bagi pengangkutan penumpang dan barang, menghubungkan Magelang dengan Yogyakarta dan daerah-daerah lainnya.

Penurunan dan Penutupan Stasiun

Memasuki tahun 1970-an, stasiun ini mulai mengalami penurunan jumlah penumpang secara drastis.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kereta api yang berjalan sangat lambat, sehingga membuat masyarakat lebih memilih moda transportasi lain seperti bus atau mobil.

Akibatnya, stasiun ini menjadi kurang diminati dan terus merugi.

Akhirnya, pada tahun 1976, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), yang saat itu mengelola jalur kereta api ini, terpaksa menutup operasi jalur Yogyakarta–Magelang, termasuk Stasiun Magelang Kota.

Penutupan ini menandai berakhirnya era transportasi kereta api di kota ini.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengukir Perjalanan Masa Lalu Situbondo, Yuk Kita Melihat Sekilas Sejarah dan Kondisi Terkini Stasiun Panarukan

Transformasi Menjadi Terminal Kebonpolo

Setelah dinonaktifkan, lokasi Stasiun Magelang Kota tidak dibiarkan begitu saja.

Area bekas stasiun ini kemudian diubah menjadi Terminal Angkutan Kota Kebonpolo, yang melayani transportasi darat bagi warga Magelang.

Meskipun fungsi stasiun ini telah berubah, beberapa elemen dari masa lalu tetap dipertahankan untuk menjaga kenangan sejarah.

Di depan bekas stasiun ini, sempat dipajang sebuah gerbong kayu CR sebagai penanda bahwa lokasi tersebut dulu merupakan stasiun kereta api.

Namun, pada tahun 2011, gerbong CR tersebut dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa sebagai bagian dari koleksi sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Sisa-Sisa Bangunan Bersejarah

Meskipun bangunan utama Stasiun Magelang Kota dan overcapping yang dulu menaunginya telah hilang, beberapa bagian dari stasiun ini masih bertahan.

Salah satunya adalah bekas gudang stasiun yang kini dipasangi ornamen logo "Wahana Daya Pertiwi".

Gudang ini saat ini disewakan oleh sebuah perusahaan kurir.

Di seberang bekas stasiun, terdapat pula depo lokomotif yang menjadi salah satu saksi bisu kejayaan kereta api di Magelang pada masa lalu.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Jejak Langkah Masa Lalu Magelang, Mengungkap Sejarah serta Kondisi Terkini Stasiun Mertoyudan

Kenangan yang Terus Hidup

Transformasi Stasiun Magelang Kota menjadi Terminal Kebonpolo adalah contoh bagaimana ruang-ruang bersejarah dapat diadaptasi dan diberdayakan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern.

Meskipun stasiun ini sudah tidak lagi berfungsi sebagai pusat transportasi kereta api, jejak sejarahnya tetap hidup dalam bentuk bangunan yang tersisa dan ingatan kolektif warga Magelang.

Kisah Stasiun Magelang Kota adalah bagian penting dari sejarah perkeretaapian di Indonesia, yang menggambarkan bagaimana perkembangan teknologi dan perubahan sosial dapat mempengaruhi keberlangsungan fasilitas transportasi.

Semoga kenangan akan stasiun ini terus dikenang, dan menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian situs-situs bersejarah lainnya di Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.