Menelusuri Jejak Masa Lalu: Benteng Kaloran Pasar Pagi Tegal Menyimpan Kisah Sejarah yang Menakjubkan! Bangunannya Masih Ada Lho Hingga Sekarang

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda membayangkan bagaimana Kota Tegal pada masa lampau? Berjalan di tengah keramaian Pasar Pagi Tegal, Anda mungkin tak menyadari bahwa di balik hiruk pikuk perdagangan, tersimpan jejak sejarah yang memukau.
Ya, di tengah keramaian pasar, berdiri kokoh Benteng Kaloran, saksi bisu perjalanan sejarah Kota Tegal yang menyimpan kisah menakjubkan.
Berdiri sejak ratusan tahun lalu, Benteng Kaloran menjadi bukti kejayaan masa lampau Tegal.
Di balik kokohnya tembok bata merah, terukir kisah perjuangan para leluhur dalam mempertahankan wilayah dan membangun peradaban.
Ingin menelusuri jejak masa lalu dan menguak kisah menakjubkan Benteng Kaloran? Mari simak kisahnya dalam artikel ini!
Baca Juga: Siapa Sangka? Ternyata di Tegal Punya 4 Mall Terbaik dengan Segudang Keunggulan! Mau Tahu Apa Saja?
Sejarah Benteng Kaloran
Dikutip dari laman Pemkot Tegal tentang Daftar Bangunan yang Diduga Cagar Budaya, dahulu Kaloran merupakan wilayah perkampungan yang berada di sebelah lor (utara) keraton Kabupaten Tegal.
Dipercaya sebelum menduduki pusat pemerintahan yang sekarang ini, Kabupaten Tegal pernah memiliki pusat pemerintahan yang berada di wilayah Kaloran.
Batas penanda adanya pusat pemerintahan dan pendapa Kaloran adalah bangunan yang menyerupai bidak catur, dua buah mengapit di lokasi Pasar Pagi Tegal.
Kedua bangunan tersebut terbuat dari bahan batu bata tebal serta pilar menyerupai benteng pertahanan dengan panjang mencapai 6 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3,5 meter.
Fungsi dan Arsitektur Benteng Kaloran
Masih dari laman Pemkot Tegal, terdapat asumsi bahwa kedua benteng tersebut merupakan pintu masuk menuju keraton Kaloran.
Benteng ini melapisi kediaman Adipati Tegal dan pusat pemerintahan kadipaten Tegal. Sebelumnya, pusat pemerintahan Tegal ada di wilayah Kraton Tegal.
Kaloran menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat kota.
Menariknya, kampung-kampung di sekitarnya berkaitan dengan pejabat pemerintahan. Contohnya, Sentanan (dari bahasa Sentana yang artinya prajurit).
Kampung Sejarah di Sekitar Benteng
Beberapa kampung bersejarah di sekitar Kaloran mencerminkan keterkaitan dengan pejabat pemerintahan masa lalu. Contohnya adalah:
1. Sentanan: Berarti prajurit, tempat tinggal para prajurit kerajaan.
2. Pungkuran: Terletak di jalan Kartini dan jalan AR Hakim sekarang ini, kampung ini membelakangi wilayah pusat pemerintahan Tegal yang berada di Kaloran.
Pungkuran juga tempat abdi dalem yang merawat kuda-kuda milik Adipati serta tukang pungkur rumput.
3. Mangkukusuman: Tempat pejabat tinggi bernama Mangkukusuma.
4. Jero Benteng: Di dalam benteng ini terdapat pendapa kadipaten, ndalem Adipati, dan balai kadipaten sebagai kantor Adipati Tegal.
Transformasi Benteng Kaloran
Meski kini di sekitar lokasi Benteng sudah banyak perubahan, Benteng Pasar Pagi Tegal yang pada tahun 1920-an ini pernah dijadikan sebagai gardu listrik yang menerangi kota Tegal masih tegak berdiri gagah.
Mengapa Benteng Kaloran Penting?
Benteng Kaloran bukan hanya sebuah struktur fisik, tetapi juga simbol perjalanan sejarah dan peradaban Kota Tegal.
Setiap sudut benteng menyimpan cerita perjuangan dan kejayaan masa lampau yang layak untuk dikenang dan dihargai.
Mengunjungi Benteng Kaloran tidak hanya memberikan pengalaman sejarah yang mendalam tetapi juga menyadarkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Berjalan-jalan di Pasar Pagi Tegal kini akan terasa berbeda setelah mengetahui jejak sejarah yang tersembunyi di balik keramaian tersebut.
Benteng Kaloran menjadi saksi bisu betapa kaya dan beraneka ragamnya sejarah Kota Tegal.
Jadi, saat Anda berada di Tegal, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Benteng Kaloran dan merasakan sendiri jejak kejayaan masa lampau yang masih tersisa hingga kini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







