Jateng

Hari-Hari Terakhir Sang Diktator: Kisah Jatuhnya Nicolae Ceausescu di Hadapan Rakyatnya

Theo Adi Pratama | 4 September 2025, 16:24 WIB
Hari-Hari Terakhir Sang Diktator: Kisah Jatuhnya Nicolae Ceausescu di Hadapan Rakyatnya

JATENG.AKURAT.CO, Pada bulan Desember 1989, dunia menyaksikan salah satu momen paling dramatis dalam sejarah politik modern: jatuhnya Nicolae Ceausescu, diktator Rumania yang telah berkuasa selama 24 tahun.

Kisah yang bermula dari kerusuhan kecil di kota Timisoara ini dengan cepat memicu revolusi yang akan mengakhiri rezimnya secara tragis.

Kerusuhan meletus setelah tentara menembaki warga yang memprotes di Timisoara, memicu kemarahan publik yang lebih luas.

Merasa posisinya terancam, Nicolae Ceausescu mencoba mengendalikan situasi dengan mengadakan rapat umum massal di Bucharest pada tanggal 21 Desember.

Namun, apa yang seharusnya menjadi unjuk kekuatan berubah menjadi malapetaka.

Di tengah pidato Ceausescu, teriakan kemarahan dari massa terdengar jelas, mengacaukan siaran langsung televisi dan mematahkan ilusi dukungan yang selama ini ia bangun.

Keadaan segera memburuk. Ribuan demonstran membanjiri jalanan dan mengepung gedung Komite Pusat, tempat Nicolae Ceausescu berada.

Dengan massa yang sudah di depan mata, ia dan istrinya, Elena, terpaksa melarikan diri menggunakan helikopter dari atap gedung.

Momen pelarian yang dramatis ini menjadi simbol runtuhnya kekuasaan mereka.

Namun, pelarian itu tidak berlangsung lama. Setelah gagal mendapatkan bantuan militer, helikopter mereka dipaksa mendarat, meninggalkan pasangan itu tanpa perlindungan.

Mereka akhirnya ditangkap oleh polisi lokal dan diserahkan ke sebuah barak militer.

Di sana, sebuah pengadilan militer darurat dibentuk untuk mengadili mereka.

Dalam persidangan yang singkat namun penuh ketegangan, Ceausescu dan Elena dituduh melakukan genosida dan berbagai kejahatan terhadap negara.

Tanpa kesempatan untuk membela diri secara memadai, keduanya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Eksekusi mereka dilakukan segera oleh regu tembak di halaman barak.

Momen-momen terakhir Ceausescu terekam, termasuk penolakannya untuk diikat dan nyanyiannya yang lirih dari bait pertama lagu "The Internationale."

Keesokan harinya, rekaman jenazah mereka disiarkan di televisi Rumania, menjadi bukti tak terbantahkan bahwa era Ceausescu telah berakhir.

Peristiwa ini membuka jalan bagi Rumania untuk memulai transisi menuju demokrasi.

Pada Mei 1990, Rumania mengadakan pemilu bebas pertamanya, dan bertahun-tahun kemudian, negara ini bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, menutup bab kelam dalam sejarahnya dan memulai lembaran baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.