Jateng

Menelusuri Jejak Sejarah: Kisah Kejayaan Marga Kolopaking, Trah yang Sangat Disegani di Kebumen

Theo Adi Pratama | 16 Juli 2024, 08:00 WIB
Menelusuri Jejak Sejarah: Kisah Kejayaan Marga Kolopaking, Trah yang Sangat Disegani di Kebumen

JATENG.AKURAT.CO, Di balik gemerlap gempita kemajuan modern, terhampar kisah-kisah leluhur yang sarat makna dan nilai.

Salah satu yang menarik untuk ditelusuri adalah jejak sejarah Marga Kolopaking, sebuah trah terpandang yang melegenda di tanah Kebumen.

Artikel ini mengantarkan Anda dalam perjalanan menelusuri jejak kejayaan Marga Kolopaking, menyingkap tirai kisah masa lampau yang penuh dengan dedikasi, perjuangan, dan kontribusi mereka bagi masyarakat.

Penikmat musik dan layar kaca awal 1990-an tentunya akrab dengan Novia Sanganingrum Saptarea Kolopaking atau yang lebih dikenal dengan nama Novia Kolopaking.

Tetapi Novia bukan satu-satunya dengan nama belakang Kolopaking.

Kolopaking ternyata nama yang disematkan kepada orang-orang dari trah keluarga Jawa, tepatnya di daerah Kebumen, Jawa Tengah.

Bahkan di sana ada sebuah hotel mewah bernama Grand Kolopaking.

Trah Kolopaking memiliki keterkaitan dengan Raja Mataram Islam, Amangkurat I.

Saat itu, Amangkurat I menjadi pelarian saat pemberontakan Trunojoyo dan diselamatkan oleh keluarga Kiai Bagus Kertawangsa.

Ketika datang, Amangkurat I dalam kondisi sakit, dan Kertawangsa kemudian memberikan kelapa aking (kelapa kering) kepada Amangkurat I.

Setelah sembuh, Amangkurat I memberi Kertawangsa gelar Tumenggung Kelapa Aking.

Baca Juga: Menjelajahi Jejak Kolonial di Tegal: 4 Bangunan Bersejarah yang Wajib Dikunjungi! Cara Unik Liburan Sambil Belajar Sejarah

Peran dalam Sejarah Kebumen dan Nasional

Keturunan Kertawangsa banyak mengukir sejarah baik di Kebumen maupun di pentas nasional.

Bangsa Kolopaking pernah menduduki jabatan sebagai bupati atau adipati Kebumen selama 156 tahun.

Keluarga Kolopaking juga terkenal gigih dalam menentang penjajahan Belanda.

Salah satunya adalah Tumenggung Kolopaking IV yang berdiri di belakang perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa.

Ketika Perang Jawa usai, keluarga Kolopaking juga terkena imbas.

Mereka disingkirkan oleh Belanda dari kekuasaan Kebumen.

Semua hal-hal berbau Kolopaking disingkirkan, tetapi banyak dari mereka tetap berjuang demi kemerdekaan.

Satu sosok yang begitu terkenal adalah Soemitro Kolopaking, Bupati Banjarnegara.

Dirinya sempat berkeliling dunia mulai dari Jerman dan bekerja di pertambangan dengan nama samaran WA Snell.

Soemitro adalah salah seorang pendiri Perhimpunan Indonesia.

Setelah tujuh tahun belajar di Belanda, dirinya kembali ke Hindia Belanda dan menjadi seorang polisi yang berhasil membongkar kasus Robin Hood lokal bernama Patra Kutang.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Masa Lalu: Benteng Kaloran Pasar Pagi Tegal Menyimpan Kisah Sejarah yang Menakjubkan! Bangunannya Masih Ada Lho Hingga Sekarang

Warisan Kolopaking: Makam dan Kenangan

Keluarga Kolopaking memiliki makam tersendiri di Desa Kalijirek, Kebumen.

Gerbang makam itu dapat dicapai setelah menapaki sekitar 11 anak tangga dan bangunannya cukup besar.

Di luar bangunan itu, terdapat beberapa makam yang bertuliskan nama seperti Rd. Ng. Mangoenantmojo yang meninggal pada 10 Oktober 1928 dan Rd. Ayu Mangoenatmojo yang wafat pada 31 Juli 1932.

Ada juga makam tunggal yang pada nisannya terdapat huruf Arab dan Jawa.

Di lokasi pemakaman itulah Tumenggung Kolopaking I dan Tumenggung Kolopaking dimakamkan.

Kondisi makam sendiri terawat dengan baik karena ada seorang kuncen yang ditugaskan khusus untuk merawat tempat itu.

Baca Juga: Petualangan Rasa di Surga Kuliner: Menyusuri Sejarah Pasar Gede Solo dengan Segala Keberagaman dan Keunikan

Menyusuri jejak sejarah Marga Kolopaking adalah sebuah perjalanan yang memperkaya wawasan dan memberikan apresiasi lebih terhadap dedikasi dan perjuangan leluhur.

Kisah mereka bukan hanya menjadi bagian dari sejarah Kebumen, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi bangsa ini.

Jadi, jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang sejarah dan warisan budaya, menelusuri jejak Marga Kolopaking adalah salah satu pengalaman yang tak boleh dilewatkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.