Jateng

Misteri yang Menaungi Brothel 35, Kanchanaburi: Lokasi Bersejarah yang Mendapat Julukan Kuburan Pelacur

Theo Adi Pratama | 8 Mei 2024, 07:00 WIB
Misteri yang Menaungi Brothel 35, Kanchanaburi: Lokasi Bersejarah yang Mendapat Julukan Kuburan Pelacur

JATENG.AKURAT.CO, Di provinsi Kanchanaburi, Thailand, terdapat sebuah lokasi yang sangat terkenal dengan sejarah kelamnya: rumah bordil terbengkalai yang bernama 'Brothel 35'.

Beroperasi dari pertengahan 1960-an hingga 1986, tempat ini menjadi dikenal dengan julukan yang mengerikan - 'Kuburan Pelacur'.

Julukan tersebut tidak terlepas dari sejarah kelam yang menyelimuti Brothel 35.

Aktivitas perdagangan manusia dan kekerasan mengerikan terhadap perempuan menjadi hal yang tak terhindarkan di tempat ini.

Para wanita ditahan dalam kamar-kamar sempit dan disiksa ketika mencoba melarikan diri.

Baca Juga: Tempat Angker di Filipina: Fort Santiago, Kisah Angker Benteng Bersejarah yang Dipenuhi Misteri di Jantung Manila

Mereka dipaksa melayani hingga 40 pria dalam sehari.

Tragedi tidak berhenti di situ. Saat hamil, para wanita dipaksa untuk melakukan aborsi ilegal, menyebabkan banyak di antara mereka meninggal dunia.

Bahkan, nasib yang sama dialami oleh bayi-bayi yang lahir di tempat ini.

Fotografer bernama Dax Ward pernah mengunjungi dan merekam kondisi mencekam bangunan tersebut.

Rekamannya memperlihatkan bangunan yang gelap dan kotor, tertutup oleh dedaunan dan puing-puing, dengan alunan musik yang menyedihkan di latar belakang.

Beberapa dinding masih memamerkan motif garis-garis merah muda, menyisakan jejak masa lalu yang kelam.

Baca Juga: Misteri dan Tempat Angker di Filipina: Hotel Diplomat, Mengungkap Legenda sekaligus Kisah Angker di Atas Bukit Baguio

Menurut Ward, bangunan ini dikelilingi oleh tembok luar setinggi 3 meter yang kokoh dan tebal.

Dinding bagian dalamnya pun memiliki tinggi dan ketebalan yang serupa, memisahkan berbagai bagian halaman.

Hal ini menjadikan seluruh bangunan terasa seperti "labirin yang disengaja."

Brothel 35 pada masa operasionalnya dilengkapi dengan jeruji besi, pagar berpaku, dan penjaga yang brutal, semakin mempersulit pelarian para wanita.

Properti ini bahkan memiliki ruang bawah tanah dengan lubang masuk berukuran 60x60 sentimeter, yang digunakan untuk menyembunyikan 'pekerja' saat razia polisi.

Dengan demikian, polisi dapat "secara resmi" menyatakan tidak menemukan praktik prostitusi di lokasi.

Baca Juga: Kisah Angker Dibalik Kemegahan Amber Court Malaysia: Sebuah Misteri yang Belum Terungkap di Tengah Genting Highlands

Tak heran, rumor juga menyebutkan bahwa polisi turut serta sebagai pelanggan tetap di sana.

Hingga kini, banyak warga sekitar yang masih percaya bahwa Brothel 35 adalah tempat angker.

Beberapa orang yang pernah melintas mengaku mendengar jeritan dari dalam gedung dan tangisan anak meminta tolong. Namun, ketika mereka bergegas masuk, tidak ada seorang pun di sana.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.