Jateng

Kisah Nyata Angker di Pangandaran, Misteri Terowongan Wilhelmina, Lokasi Shooting Film Siksa Kubur yang Penuh Aura Mistis

Arixc Ardana | 14 April 2024, 13:16 WIB
Kisah Nyata Angker di Pangandaran, Misteri Terowongan Wilhelmina, Lokasi Shooting Film Siksa Kubur yang Penuh Aura Mistis

AKURAT.CO, Kisah Nyata Angker di Pangandaran, Misteri Terowongan Wilhelmina, Lokasi Shooting Film Siksa Kubur yang Penuh Aura Mistis

Di balik cerita yang menarik, film Siksa Kubur juga ditunjang dengan set film yang menarik. Salah satunya keberadaan terowongan yang banyak mendapat porsi dalam film Siksa Kubur

Diketahui terowongan film Siksa Kubur tersebut merupakan bangunan asli, yang ada di wilayah Pangandaran Jawa Barat

Baca Juga: 5 Fakta Rudal Khaibar Senjata Iran Lawan Zionis Israel, Ternyata Penamaan Terinspirasi dari Kisah Pertempuran Umat Muslim vs Yahudi

 

 

Kondisinya yang suram lembap dan gelap, menambah kesan mistis di lokasi terowongan ini

Sisa-sisa rel yang tersembunyi di dalam tanah menjadi saksi bisu dari masa lalu yang tak terlupakan

Diibaratkan menjadi terowongan kematian, bangunan tersebut memberi kesan penuh mistis bagi pada penonton film Siksa Kubur

Terowongan tersebut diketahui bernama terowongan Wilhelmina, yang terletak di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat

Dibangun lebih dari 100 tahun yang lalu, Terowongan Wilhelmina memancarkan aura mistis yang kuat

Apalagi kondisinya saat ini terbengkalai dan terlihat suram

Namun dibaliknya, terowongan ini menghadirkan jejak sejarah yang mencengangkan serta misteri yang menggugah imajinasi

Nama Wilhelmina tidak sekadar angin lalu

Ia merujuk pada Wilhelmina Helena Pauline Maria seorang ratu yang berkuasa di Kerajaan Belanda pada periode 18901948

Ratu Wilhelmina memiliki peran penting pada kerajaan Belanda, tak hanya memberi dampak dalam politik Belanda namun juga menjangkau Hindia Belanda (Indonesia).

Salah satunya dengan memberlakukan politik etis atau balas budi, yang mendorong kemajuan sumber daya manusia serta pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dibangun pada tahun 1914 Terowongan Wilhelmina tidaklah sekadar jalur bawah tanah biasa

Pembangunannya diprakarsai oleh Staatsspoorwegen (NederlandschIndische Staatsspoorwegen), perusahaan kereta api Hindia Belanda yang bertujuan menyatukan jalurjalur kereta di Jawa

Dengan total panjang mencapai 11271 meter, terowongan ini mempermudah akses rel yang kerap terhalang oleh perbukitan, menjadi jalur utama kereta api yang melintasi rute Banjar Cijulang dan menghubungkan jalur alternatif kereta dari Kalipucang menuju Lembah Parigi.

Dalam proses pembangunan terowongan Wilhemina penuh risiko tinggi dengan lokasi yang terjal dan biaya yang besar

Belum lagi diperparah dengan kejadiankejadian di luar nalar

Selama pembangunannya konon terowongan ini sempat terbengkalai pada 1916 karena tidak ada tenaga ahli yang bekerja

Selain medan yang sulit banyak pekerja yang sakit dan berujung meninggal dunia secara tibatiba

Padahal pada zamannya terowongan ini sangatlah penting karena berfungsi sebagai rute pengangkut hasil bumi seperti kopra padi dan rempah

Butuh waktu hampir 10 tahun untuk menyelesaikan terowongan tersebut hingga diresmikan pada 1 Juni 1924

Dengan lebarnya mencapai 826 cm dan tingginya 450 cm terowongan ini membentang dari timur laut ke barat daya dengan pola garis lurus yang menakjubkan sepanjang 1.127,1 meter

Pasca kemerdekaan terowongan tersebut masih digunakan dan menjadi saksi kejayaan jalur kereta api Banjar Pangandaran Cijulang, yang dioperasikan PT KAI

Namun harus ditutup pada tahun 1982 dengan sejumlah pertimbangan, dan kemudian direncanakan untuk diaktifkan kembali oleh PT KAI pada tahun 2018 lalu, namun upaya tersebut hingga kini masih belum terealisasi

Kondisinya yang terbengkalai pun memunculkan banyak rumor terkait keangkeran dan kejadian mistis di lokasi tersebut

Ada yang menyebut jika terowongan tersebut digunakan orangorang tertentu untuk bertapa di tempat itu

Ada juga rumor yang menyebut jika ada harta karun yang disembunyikan di terowongan tersebut saat Belanda kalah perang atas Jepang

Meskipun kini terbengkalai terowongan Wilhelmina tetap menyimpan ceritacerita yang menggetarkan dan sejarah yang tak terlupakan

Sebuah monumen yang tidak hanya membelah perbukitan tetapi juga membelah alur waktu menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan menyimpan misteri yang tak terpecahkan

Dengan segala kekompleksan cerita dan pesan yang disampaikan Siksa Kubur bukan hanya sebuah film horor biasa

Film ini menjadi sebuah karya yang menginspirasi dan mengajak penonton untuk menggali lebih dalam tentang makna kehidupan kematian dan keberadaan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.