Jateng

5 Fakta Rudal Khaibar Senjata Iran Lawan Zionis Israel, Ternyata Penamaan Terinspirasi dari Kisah Pertempuran Umat Muslim vs Yahudi

Arixc Ardana | 14 April 2024, 13:03 WIB
5 Fakta Rudal Khaibar Senjata Iran Lawan Zionis Israel, Ternyata Penamaan Terinspirasi dari Kisah Pertempuran Umat Muslim vs Yahudi

AKURAT.CO, 5 Fakta Rudal Khaibar Senjata Iran Lawan Zionis Israel, Ternyata Penamaan Terinspirasi dari Kisah Pertempuran Umat Muslim vs Yahudi

Ratusan rudal Khaibar dan drone ditembakkan Iran ke pangkalan militer Israel, dalam serangan balasan yang berlangsung pada Minggu dini hari 14 April 2024

Salah satunya menggunakan rudal Khaibar, yang menjadi senjata andalan Iran pada perang melawan Israel, berikut ini sejumlah fakta menarik terkait rudal tersebut

Baca Juga: Imbas Perang Iran vs Israel, Gelaran Piala Asia U23 Qatar Bakal Batal Digelar? Ini Respon Netizen Indonesia

Perang antara Iran vs Israel melibatkan senjata-senjata canggih berteknologi tinggi

Salah satunya rudal Khyber atau Khaibar

Menariknya, nama rudal Iran diambil dari Pertempuran Khaibar di mana orang-orang Yahudi dikalahkan momen tersebut.

Berikut ini 5 fakta menarik terkait rudal Khyber

1. Penamaan Diambil dari Perang Khyber atau Khaibar

Pada masa Nabi Muhammad SAW tercatat umat Islam berperang empat kali melawan kaum Yahudi Seluruhnya berujung kekalahan Yahudi

Tiga pertempuran pertama adalah perang Bani Qainuqa (623M/2 H) perang Bani Nadzir (625 M/4 H) perang Bani Quraidzah (627 M/5 H) dan yang keempat adalah Perang Khaibar (629 M/7 H)

Perang Khaibar juga menjadi perang terbesar di zaman Nabi SAW dalam arti melibatkan kekuatan dan pengerahan sumber daya terbesar dibanding perangperang sebelumnya

Kala itu, Yahudi tak mempunyai cukup kekuatan untuk menggempur kaum Muslimin

Namun mereka cerdik Mereka mampu menyatukan musuhmusuh Nabi Muhammad dari berbagai kabilah yang sangat kuat Koalisi itu tentu saja dipimpin oleh kabilah-kabilah Yahudi terkuat

Pertempuran Khaibar terjadi pada tahun 7 Hijriyah bulan Muharram atau 629 Masehi

Pasukan Islam berkekuatan 1400-1600 orang, sementara pasukan koalisi Yahudi berjumlah lebih dari 10 ribu personel

Meski kalah jumlah pasukan Muslim berhasil memenangkan peperangan tersebut

2. Berkecepatan 180 Km per Jam

Rudal Khaibar dapat melaju dengan kecepatan sekitar 180 km per jam, sehingga untuk sampai ke wilayah Israel dibutuhkan waktu cukup lama sekitar 8 jam

Mengingat jarak Iran ke Israel mencapai sekitar 2.313,9 kilometer

3. Memiliki daya jelajah 2.000 km

Meski jarak Iran - Israel sangat jauh, namun rudal ini mampu mencapainya

Sebagai perbandingan jarak Anyer ke Panarukan, sebagai jarak terjauh dari ujung barat ke ujung timur Pulau Jawa ' hanya' berjarak 1.069 km

4. Mampu Angkut Bom Nuklir

Dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dengan berat 1,5 ton.

Rudal Khaibar memiliki hulu ledak sekitar 4 meter, yang mampu membawa lebih dari satu ton amunisi

5 Sangat Presisi

Salah satu keunggulan Khaibar dengan rudal lain dari generasi sebelumnya adalah ketepatannya dalam mendeteksi target.

Khaibar juga mampu menyesuaikan lintasannya pada fase penerbangan tengah di luar atmosfer bumi.

Misil tersebut juga mampu menonaktifkan sistem panduannya saat memasuki atmosfer agar tidak dicegat oleh pertahanan udara negara asing

Dengan presisi yang lebih tepat dan sistem panduan dan kontrol yang canggih mampu menjadi pembeda dengan rudal serupa di Iran dan kawasan itu

***

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.