Incumbent Dapil II Jateng Ditantang Pendatang Baru

AKURAT.CO, Dapil Jawa Tengah II RI yang meliputi Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus bakal menjadi pembuktian kesaktian 7 caleg incumbent dalam mempertahankan kursinya karena di Pemilu 2024 para petahana akan ditantang caleg-caleg baru yang bukan kaleng-kaleng.
Hal itu dinyatakan oleh Pengamat Politik dan Ketua Bahurekso Jateng, Dr M Kholidul Adib pada Senin (5/2/2024).
"Beberapa di antaranya berasal dari elite parpol, mantan gubernur Akademi Militer, pimpinan pondok pesantren, hingga pengusaha yang pernah dapat rekor Muri," ujar Adin.
Pada Pemilu 2019, lanjut Adib, PDIP menjadi jawara dengan meraih 2 dari 7 kursi DPR di dapil Jateng II. Kedua kursinya diraih Gilang Dhiela Fararez dan Musthofa.
Baca Juga: Prabowo Adalah Ksatria, Menghargai Lawan Debat dan Menerima Masukan
Kedua nama itu tetap menjadi andalan PDIP untuk mempertahankan jumlah kursi DPR di Pemilu 2024. Sementara, lima kursi DPR terpecah kepada 5 parpol, yakni, Fathan dari PKB, Lestari Moerdijat dari Partai Nasdem, Abdul Wachid dari Partai Gerindra, Nusron Wahid dari Partai Golkar dan Rojih dari PPP.
"Ketujuh caleg petahana itu bakal mendapat tantangan yang cukup berat. Dari PKB misalnya, memasang Hindun Anisah yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari di Bangsri, Jepara," terangnya.
Hindun Anisah sendiri saat ini berkarir di staf khusus Menaker RI sangat populer di kalangan pemilih perempuan khususnya kalangan santri.
Gerindra yang sebelumnya cuma mendapat 1 kursi, coba mendongkrak perolehan suara dengan menurunkan Sudarto. Dia adalah elite Gerindra yang saat ini menjabat Ketua DPP Gerindra Bidang Kesra.
Sudarto mengakui tidak mudah menggeser incumbent di dapil Jateng II. Namun, dia optimis dengan kerja keras dan membawa visi-misi serta program kerja yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Sepertinya dia yakin bisa meyakinkan rakyat untuk memilihnya," tandas Adib.
PDIP yang sebelumnya sudah berhasil menyabet 2 kursi, masih berupaya untuk menambah pundi-pundi suaranya. Selain 2 incumbent, Banteng memasang Kepala Badan Diklat DPP PDIP Daryatmo Mardiyanto sebagai salah satu pendulang suara.
"Daryatmo Mardiyanto bukan orang asing di dapil II karena pada pemilu 2009 dan 2014 dia sudah pernah menjadi anggota DPR RI mewakili dapil II Jateng," tuturnya.
Kemudian ada caleg-caleg dari PPP. Adib mencatat, selain mengandalkan caleg incumbent, Rojih, juga menaruh Jadug Trimulyo Ainul mantan komisaris PT Sari Kreasi Boga (Tbk).
Jadug diketahui sempat dianugerahi oleh Muri sebagai komisaris termuda. Sementara PKS mencoba peruntungan dengan memasang Anggota Dewan Pakarnya Solichul Huda.
PAN juga berupaya mencuri kursi di dapil ini dengan Wakil Ketua DPP PAN, Nasrullah. Sedangkan Partai Demokrat memajukan anggota DPRD Provinsi Jateng Helmy Turmudhi dan mantan gubernur Akmil Hartomo.
Dari partai nonparlemen juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ada Ramidi dari Partai Buruh, Musyafa Ahmad Rahim dari Partai Gelora, Rian Mahendra dari PKN, Ali Abdul Rohman dari Partai Hanura, Sopi Algojali dari Partai Garuda, Wulan Yuniati dari PBB, Syarifuddin Tanzil dan Joko Supeno dari PSI, Siswadi Selodipoero dari Perindo, dan Kinarto dari Partai Ummat.
Baca Juga: Info Seputar Tips: Memutus Hubungan Instagram dengan Facebook, Panduan yang Mudah dan Praktis
Prediksi
Dengan mencermati pergerakan para caleg dan tim sukses, terjadi persaingan yang sengit di dapil II Jateng.
Prediksi Adib sementara ini PKB dapat satu kursi (antara Fathan dan Hindun Anisah), Gerindra satu kursi (antara Abdul Wachid dan Sudarto), Golkar satu kursi (antara Nusron Wahid dan Jamaludin Malik), Nasdem satu kursi (untuk Lestari Moerdijat), PDIP dua kursi (untuk Gilang Dhielafararez dan H Musthofa).
"Sementara kursi PPP (Rojih) belum aman dan sangat mungkin untuk direbut partai lain sehingga caleg PPP DPR RI butuh kerja keras untuk mempertahankannya," jelasnya.
Kursi PPP belum aman dan terancam diambil partai lain yang lebih gesit misalnya PDIP.
"Sistem komandante yang diterapkan PDIP dengan membagi caleg sesuai dengan teritori tertentu kalau berjalan efektif sangat memungkinkan bagi PDIP untuk mendapatkan tiga kursi di Dapil II Jateng mengingat pada Pemilu 2019 PDIP menjadi pemenang di Kudus dan Demak, dan peringkat kedua di Jepara setelah PPP," beber Adib.
Jika sistem komandante berjalan efektif maka kursi PDIP Dapil II berpotensi menjadi tiga, melalui caleg Daryatmo Mardiyanto.
Tetapi jika belum dikerjakan dengan efektif maka paling hanya bertahan dua kursi, sehingga kursi terakhir akan diperebutkan partai-partai lain seperti PPP, Demokrat, PAN, PKS, PSI atau Hanura.
"Bahkan PKB, Nasdem atau Golkar juga berpotensi menambah dengan merebut kursi terakhir di Dapil II," tutup Adib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









