Jateng

Sergio Perez Peringatkan Kecelakaan Besar di F1 2026: "Hanya Masalah Waktu"

Theo Adi Pratama | 12 Maret 2026, 13:52 WIB
Sergio Perez Peringatkan Kecelakaan Besar di F1 2026: "Hanya Masalah Waktu"
Sergio Perez

JATENG.AKURAT.CO, Kekhawatiran akan keselamatan dalam Formula 1 musim 2026 kembali mencuat. Insiden nyaris tabrakan mengerikan antara Liam Lawson (Racing Bulls) dan Franco Colapinto (Alpine) pada start GP Australia akhir pekan lalu menjadi alarm serius bagi seluruh tim dan pembalap.

Kini, pembalap Cadillac, Sergio Perez, angkat bicara dengan peringatan yang mengejutkan. Menurutnya, "kecelakaan besar hanya masalah waktu" jika prosedur start yang rumit akibat regulasi mesin baru tidak segera dievaluasi ulang.

Pernyataan ini tentu menjadi perhatian utama menjelang seri kedua yang akan berlangsung di GP China akhir pekan ini.

Baca Juga: Update Formula 1: Fernando Alonso dan Lance Stroll Terancam Grid Penalty Akibat Krisis Baterai?

Insiden Mengerikan di GP Australia

Pada seri pembuka di Melbourne akhir pekan lalu, Liam Lawson mengalami masalah besar saat start. Mobilnya kehilangan tenaga dan praktis "mogok" di grid.

Sementara itu, Franco Colapinto yang berada tepat di belakangnya melesat dengan kecepatan tinggi. Dengan refleks luar biasa, Colapinto berhasil membanting setir ke celah sempit antara mobil Lawson dan dinding pembatas, menghindari tabrakan yang bisa berakibat fatal .

"Saya sangat, sangat beruntung bisa melewati insiden lap pertama itu," ujar Colapinto seusai balapan, menggambarkan betapa dekatnya ia dengan maut .

Masalah ini berakar pada regulasi baru F1 2026 yang menghapuskan komponen MGU-H dari unit daya. Akibatnya, pembalap harus memutar mesin pada RPM sangat tinggi selama 10-15 detik untuk memutar turbo dan menghindari turbo lag.

Namun, prosedur ini sangat rumit dan rentan menyebabkan mobil masuk mode anti-stall atau bahkan mati total, seperti yang dialami Lawson. Kecepatan yang sangat berbeda antara mobil yang start sempurna dan yang bermasalah menciptakan situasi berbahaya di grid.

Perez: "Hanya Masalah Waktu Sebelum Kecelakaan Besar"

Menjelang GP China di Shanghai, Sergio Perez menyuarakan kekhawatiran terdalamnya. "Sayang sekali, tapi ini hanya masalah waktu sebelum kecelakaan besar terjadi," ujar Perez dengan nada prihatin. Ia menjelaskan bahwa unit daya baru ini sangat sulit untuk distarter.

"Banyak faktor berbeda yang bisa membuat start Anda bagus atau buruk. Anda bisa masuk mode anti-stall, seperti yang dialami Lawson, dan itu bisa sangat, sangat berbahaya. Perbedaan kecepatan dalam dua hingga tiga detik sangat ekstrem," paparnya .

Perez mengakui bahwa ini adalah masalah pelik. "Saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan. Mesin-mesin baru ini memang sangat sulit untuk distarter," tambahnya .

Kekhawatiran ini sebenarnya sudah muncul sejak pramusim. Bahkan, FIA sempat menambahkan waktu lima detik dalam prosedur start untuk memberi pembalap lebih banyak waktu mempersiapkan mobil. Namun, insiden di Melbourne membuktikan bahwa langkah tersebut belum cukup.

Peringatan dari Tim Lain dan Dukungan untuk Evaluasi

Andrea Stella, bos tim McLaren, juga menegaskan bahwa insiden di Melbourne membuktikan prosedur start masih menjadi risiko keselamatan.

"Kekhawatiran tetap ada. Start tadi adalah sebuah 'nyaris celaka'. Ada perbedaan kecepatan yang sangat besar di grid," tegas Stella . Ia meminta agar Formula 1 melakukan lebih banyak langkah untuk mengurangi perbedaan kecepatan ini .

Franco Colapinto sendiri mengaku masih membayangi insiden tersebut.

"Ketika saya melihat ulangan dari onboard, situasinya bahkan lebih dekat dari yang saya kira, lebih mengerikan," ungkapnya . Ia menambahkan bahwa masalah ini sudah diperkirakan sebelumnya.

"Kami sudah membicarakannya di berbagai situasi, bahwa hal-hal ini akan menjadi perhatian dan bisa menimbulkan situasi berbahaya. Itu terjadi. Untungnya saya bisa menghindarinya dan bisa menyelesaikan balapan," imbuhnya .

FAQ Seputar Prosedur Start F1 2026

Q: Apa penyebab utama masalah start di F1 2026?
A: Penyebab utamanya adalah penghapusan komponen MGU-H pada mesin baru. Tanpa MGU-H, pembalap harus memutar mesin pada RPM tinggi dalam waktu lama (10-15 detik) untuk memutar turbo, sebuah proses yang rumit dan mudah salah.

Q: Apa yang terjadi pada Liam Lawson di GP Australia?
A: Mobil Liam Lawson mengalami masalah dan tidak bisa melesat saat start, membuatnya menjadi penghalang di grid yang nyaris ditabrak oleh Franco Colapinto.

Q: Apa kata Sergio Perez tentang situasi ini?
A: Perez memperingatkan bahwa kecelakaan besar "hanya masalah waktu" jika masalah ini tidak segera diatasi. Ia menyebut start dengan mesin baru ini sangat sulit dan berbahaya.

Q: Apakah FIA sudah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini?
A: FIA telah menambahkan waktu lima detik dalam prosedur start untuk memberi pembalap lebih banyak waktu mempersiapkan mobil. Namun, insiden di Melbourne menunjukkan langkah ini belum cukup.

Penutup

Formula 1 berada di persimpangan jalan. Regulasi baru yang ambisius untuk meningkatkan efisiensi dan aksi balapan justru memicu masalah fundamental dalam hal keselamatan. Peringatan dari Sergio Perez, didukung oleh pengalaman nyata Franco Colapinto, adalah sirene yang tidak boleh diabaikan.

Para pembalap dan tim kompak meminta perubahan. Jika tidak, bukan tidak mungkin mimpi buruk akan benar-benar terjadi di salah satu grid start F1 dalam waktu dekat. Kini, semua mata tertuju pada FIA dan para pembuat aturan untuk mengambil langkah konkret sebelum semuanya terlambat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.