Update Formula 1: Fernando Alonso dan Lance Stroll Terancam Grid Penalty Akibat Krisis Baterai?

JATENG.AKURAT.CO, Tim Formula 1 Aston Martin dan pemasok mesin anyar mereka, Honda, enggan membuka detail jumlah baterai yang tersedia untuk pebalap Fernando Alonso dan Lance Stroll menjelang gelaran Grand Prix China 2026 di Sirkuit Shanghai.
Kerahasiaan ini muncul setelah krisis besar menerpa tim di seri pembuka di Australia akhir pekan lalu, di mana masalah vibrasi parah dari unit daya tidak hanya membatasi jumlah putaran, tetapi juga mengancam keselamatan pebalap karena risiko kerusakan saraf permanen pada tangan mereka.
Dengan hanya jeda empat hari antara kedua seri, tekanan besar menghinggapi tim untuk bisa tampil lebih baik di Shanghai.
Vibrasi dan Stok Baterai Jadi Momok di Melbourne
Peringatan mengejutkan dilontarkan oleh bos tim Adrian Newy di GP Australia. Ia mengungkapkan bahwa Fernando Alonso hanya mampu bertahan maksimal 25 putaran berturut-turut, sementara Lance Stroll hanya 15 putaran, sebelum risiko kerusakan saraf akibat getaran dari unit daya menjadi ancaman nyata. Selain masalah fisik bagi pebalap, getaran juga menyebabkan komponen seperti spion dan lampu belakang rontok.
Yang lebih parah, Aston Martin hanya memiliki dua baterai yang tersisa di Melbourne, itupun sudah terpasang di mobil . "Kami kekurangan baterai," ujar Newey. Situasi ini memaksa tim untuk menjalani akhir pekan dengan sangat hati-hati demi mengamankan komponen untuk balapan berikutnya di China.
Teka-teki Jumlah Baterai Jelang GP China
Memasuki akhir pekan GP China, pertanyaan krusial mengenai ketersediaan baterai kembali mencuat. Namun, dalam konferensi media bersama di Shanghai pada Kamis (12/3/2026), petinggi tim dan Honda memilih untuk bungkam. Chief Trackside Officer Aston Martin, Mike Krack, dengan tegas menolak berdiskusi lebih lanjut soal angka tersebut.
"I think we should not… What is the point if we go on about the number of batteries?" ujar Krack kepada media, seperti dikutip dari Motorsport.com .
"Saya tidak berpikir itu adalah sesuatu yang harus terus kita desak. Situasi sudah dijelaskan di Melbourne, dan saya rasa kita tidak perlu melanjutkan diskusi soal jumlah baterai ini," tegasnya .
Sementara itu, Manajer Umum Trackside dan Kepala Teknisi Honda, Shintaro Orihara, sedikit lebih longgar, namun tetap merahasiakan angka pastinya. Ia mengungkapkan bahwa timnya tengah berupaya memperbaiki baterai-baterai yang rusak di Melbourne.
"Kami tidak bisa menyebutkan angka pastinya, tapi kami terus mencoba memperbaiki baterai untuk mendapatkan lebih banyak suku cadang," kata Orihara .
Ia menambahkan bahwa ada kemajuan baik dalam proses perbaikan, karena masalah pada baterai tidak terkait dengan vibrasi, melainkan "hanya hal-hal kecil di dalam baterai" .
Honda Klaim Ada Kemajuan Atasi Vibrasi
Meski enggan bicara soal jumlah, Orihara mengonfirmasi bahwa Honda terus bekerja keras mengurangi vibrasi yang menjadi akar masalah.
"Kami telah menemukan beberapa kem kemajuan pada situasi vibrasi, dan kami masih terus bekerja keras untuk menguranginya," jelasnya .
Ia menambahkan bahwa keandalan adalah tantangan utama yang harus ditingkatkan.
"Kami masih bekerja keras dalam dialog dengan Aston Martin, dan kami menemukan beberapa hal, tindakan penanggulangan lain, jadi mungkin kami bisa mencoba sesuatu" .
Krack sendiri mengakui bahwa situasi ini sangat sulit bagi tim dan pebalap, namun menekankan pentingnya bekerja sama.
"Tidak ada seorang pun yang ingin berada dalam posisi ini, tapi para pebalap adalah bagian dari tim, sama seperti kami, dan kami berada dalam situasi ini bersama-sama," pungkasnya .
FAQ Seputar Krisis Baterai Aston Martin di GP China
Q: Apa masalah utama Aston Martin di GP Australia lalu?
A: Masalah utama adalah vibrasi parah dari unit daya Honda yang merambat ke sasis. Getaran ini tidak hanya menyebabkan kerusakan komponen, tetapi juga membuat pebalap Fernando Alonso dan Lance Stroll berisiko mengalami kerusakan saraf permanen di tangan mereka .
Q: Berapa jumlah baterai yang tersisa untuk GP China?
A: Pihak tim Aston Martin dan Honda menolak untuk mengungkapkan angka pastinya. Mereka hanya menyatakan tengah berupaya memperbaiki baterai yang rusak di Australia .
Q: Apakah Honda sudah menemukan solusi untuk masalah vibrasi?
A: Honda mengklaim telah menemukan beberapa kemajuan dalam mengurangi vibrasi dan berencana untuk menerapkan tindakan penanggulangan baru di GP China. Mereka juga terus bekerja sama dengan Aston Martin .
Q: Bagaimana target Aston Martin di GP China?
A: Target utama tim adalah bisa menyelesaikan balapan untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin. Krack menyatakan, "Setiap putaran yang Anda tempuh itu penting" .
Penutup
Aston Martin dan Honda memasuki akhir pekan Grand Prix China dengan diselimuti ketidakpastian. Kerahasiaan mengenai jumlah baterai dan masih adanya masalah vibrasi menunjukkan bahwa jalan keluar dari krisis ini masih panjang.
Namun, upaya perbaikan yang dilakukan Honda dan semangat kerja sama antara kedua pihak memberikan secercah harapan.
Bagi para penggemar, GP China akan menjadi ujian sesungguhnya untuk melihat apakah tim berjuluk "Tim Hijau" ini bisa bangkit dari keterpurukan atau justru kembali terpuruk dalam masalah yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 2Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 3MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 4Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 5Polda Jateng bersama BNN dan POM Lakukan Operasi Sarang Narkoba Serentak, Ribuan Pil Diamankan
- 6DPP Unnes Kucurkan Beasiswa Rp 3,38 Miliar untuk 530 Mahasiswa Kurang Mampu
- 7Tiga Hari Kendalikan Bara TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Terapkan Teknologi Thermal
- 8Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 9PSIS Semarang Bidik Kemenangan Keempat, Misi Tekuk Persiraja Bidik Pemuncak Klasemen Grup A!
- 10Dell XPS 16 RTX Spark Resmi Dijual, Harga Tembus Rp60 Jutaan dan Lebih Mahal dari Asus ProArt P16




