Deja Vu GP2 Engine: Mimpi Buruk Fernando Alonso Bersama Honda Terulang di Aston Martin

JATENG.AKURAT.CO, Sejarah seolah berulang di Formula 1. Fernando Alonso, pembalap paling senior di ajang jet darat saat ini, kembali dihadapkan pada situasi pelik yang mengingatkannya pada era kelam bersama Honda satu dekade lalu.
Kini, di usianya yang mendekati 45 tahun, pria asal Spanyol tersebut harus merasakan getirnya kembali bekerja sama dengan pabrikan asal Jepang itu, kali ini di bawah naungan tim Aston Martin.
Kolaborasi yang seharusnya menjadi awal manis bagi ambisi besar pemilik tim, Lawrence Stroll, justru berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih menjadi penantang gelar juara dunia, mobil Aston Martin AMR26 yang digadang-gadang akan menjadi senjata ampuh Alonso, justru lumpuh total. Sumber masalahnya pun tak jauh berbeda dengan apa yang ia alami di McLaren-Honda pada 2015 lalu: mesin Honda yang bermasalah.
Bedanya, kali ini masalahnya lebih krusial. Getaran keras yang dihasilkan oleh power unit Honda tak hanya merusak baterai mobil secara beruntun, tetapi juga memicu kekhawatiran serius terhadap kondisi kesehatan para pembalap.
Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi Alonso yang telah dua dekade lamanya mengejar titel juara dunia ketiga. Dengan kondisi mobil yang tak kunjung kompetitif, impiannya untuk kembali menjadi yang teratas di podium kini semakin terasa berat dan jauh dari jangkauan.
Bukan Sekadar Drama, Getaran Mesin Ancam Nyawa Pembalap
Sekilas, situasi ini memang mirip dengan insiden "GP2 engine" yang meledak di Sirkuit Suzuka tahun 2015 silam. Saat itu, Alonso dengan frustrasi melontarkan kritik pedas melalui radio tim setelah mobilnya terus menerus kehilangan tenaga di tikungan.
Kini, publik kembali bertanya-tanya, akankah sejarah kelam itu terulang? Namun, Alonso menegaskan bahwa kondisinya saat ini tidak seekstrem dulu, meski ia mengakui tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks.
"Saya rasa saya bisa melihat berbagai hal sekarang dengan perspektif dan kedewasaan yang berbeda," ujar Alonso dalam konferensi pers jelang Grand Prix China.
"Sepuluh tahun lalu, situasinya mungkin tidak sedramatis yang orang-orang kira. Ini adalah Formula 1, olahraga yang sangat berpusat pada media. Saat Anda menang, Anda seperti dewa. Tapi saat masa sulit, semuanya dibesar-besarkan."
Yang paling mengejutkan bagi Alonso adalah bagaimana persepsi publik terhadap masa lalunya berubah.
"Selama beberapa tahun terakhir, saya selalu berpikir bahwa orang-orang lupa akan apa yang terjadi di McLaren. Jenson Button, Stoffel Vandoorne, dan saya selalu mengatakan hal yang sama: proyek power unit Honda saat itu belum matang. Tapi dulu sepertinya saya dianggap gila karena mengkritik," kenangnya.
"Padahal itu hanya soal frustrasi di radio. Saya pembalap, juara dunia dua kali, masa saya harus bertepuk tangan di dalam mobil? Sekarang, setelah semua melihat situasi ini dari luar, mereka jadi lebih memahami kami. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah bekerja lebih keras, membantu Honda mengalokasikan sumber daya Aston Martin untuk mengatasi masalah getaran dan suplai energi ini."
Start Bumpy dan Target Realistis di Tengah Keterbatasan
Laju Aston Martin di Sirkuit Shanghai pada sesi latihan dan kualifikasi belum menunjukkan peningkatan signifikan. Alonso terpaut 0,82 detik dari pembalap Williams dan nyaris satu detik dari batas aman untuk bisa masuk sesi Q2. Namun, bagi tim yang berbasis di Silverstone ini, performa bukanlah prioritas utama saat ini. Fokus utama mereka hanyalah bisa menyelesaikan akhir pekan tanpa insiden.
Masalahnya, Aston Martin bahkan tidak memiliki stok baterai cadangan yang cukup. Keterbatasan ini memaksa tim untuk membatasi jumlah putaran yang ditempuh mobil. Alonso mengungkapkan betapa timnya tertinggal jauh dalam hal pengembangan.
"Jika tim lain sudah menyelesaikan 1.000 putaran sejak tes Barcelona, kami mungkin baru 100 putaran. Jadi kami tertinggal 10 kali lipat. Jika mereka saja belum sempurna, bayangkan kami yang baru di titik nol."
Menurutnya, satu-satunya target realistis di China adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin.
"Kami benar-benar butuh putaran demi putaran untuk memahami mobil dan mencari setelan yang tepat. Saya akan senang jika bisa meninggalkan China dengan sesi latihan yang normal, kualifikasi yang normal, mengumpulkan putaran, dan mungkin menyelesaikan balapan penuh pada Minggu—jika kami diizinkan," sindirnya, merujuk pada ketidakmampuan AMR26 menyelesaikan GP Australia karena masalah getaran tersebut.
Bagi Alonso, ini bukan sekadar soal finis di posisi berapa pun. Di usianya yang tak lagi muda, ia lebih bijak dalam memaknai perjuangan.
"Kami semua ingin menang. Ada 22 pembalap di sini, hanya satu yang akan menang. 21 lainnya akan berada dalam kondisi mental yang sulit. Buat saya, finis ketiga, kelima, atau ke-17 itu sama saja. Saya cukup beruntung bisa menjalani era yang berbeda di F1 dan meraih lebih dari 100 podium. Jadi sekarang, posisi apa pun yang bukan pertama, rasanya sama saja," pungkas Alonso, menegaskan bahwa rasa sakitnya hanya satu: tidak berada di puncak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 2Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 3MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 4Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 5Polda Jateng bersama BNN dan POM Lakukan Operasi Sarang Narkoba Serentak, Ribuan Pil Diamankan
- 6DPP Unnes Kucurkan Beasiswa Rp 3,38 Miliar untuk 530 Mahasiswa Kurang Mampu
- 7Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 8Tiga Hari Kendalikan Bara TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Terapkan Teknologi Thermal
- 9PSIS Semarang Bidik Kemenangan Keempat, Misi Tekuk Persiraja Bidik Pemuncak Klasemen Grup A!
- 10Asus ProArt P16 dan P14 Resmi Meluncur, Bawa Nvidia RTX Spark dan Layar OLED 120Hz




