Jateng

Barantin Cek Kesehatan 1.138 Sapi Impor Asal Australia

Afri Rismoko | 19 Mei 2025, 06:25 WIB
Barantin Cek Kesehatan 1.138 Sapi Impor Asal Australia

JATENG.AKURAT.CO, Kabar baik bagi sektor peternakan sapi perah nasional! Sebanyak 1.138 ekor sapi ras Friesian Holstein asal Australia tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, pada Kamis (15/5).

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Jawa Tengah (Jateng) memastikan bahwa ribuan sapi impor ini bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Kepala Karantina Jateng, Sokhib, yang meninjau langsung proses pemasukan sapi tersebut menjelaskan bahwa seluruh sapi dalam kondisi bunting 3-4 bulan dan cukup stabil untuk menempuh perjalanan jauh.

Sapi-sapi ini diperuntukkan sebagai bibit sapi perah unggul. Perjalanan kapal dari dermaga Portland Australia menuju Cilacap memakan waktu sembilan hari dan sandar pada pukul 11.00 WIB.

"Selanjutnya, ribuan sapi tersebut menjalani serangkaian tindakan karantina yang ketat, meliputi pengasingan, pengamatan, dan perlakuan oleh petugas karantina di Instalasi Karantina Hewan Cilacap," ujar Sokhib.

Baca Juga: Drama VAR dan Kartu Merah Warnai Imbang Borneo FC Kontra Persebaya di Pekan ke-33 Liga 1

Sokhib menjelaskan bahwa tindakan pengasingan dan pengamatan dilakukan sesuai dengan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023.

Tujuannya adalah untuk mengamati potensi timbulnya gejala HPHK selama masa karantina yang disesuaikan dengan masa inkubasi dan sifat penyakit hewan.

Selain itu, sapi-sapi ini juga dijadwalkan menerima tindakan preventif berupa vaksin Lumpy Skin Disease (LSD) serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Lebih lanjut, Sokhib menegaskan bahwa sapi-sapi tersebut baru akan dilepas setelah dinyatakan benar-benar sehat dan bebas dari HPHK melalui serangkaian pengujian laboratorium.

Target pengujian meliputi deteksi Lumpy Skin Disease, Brucellosis, Enzootic Bovine Leukosis, Paratubercullosis, Bovine Viral Diarrhea (BVD), monitoring Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta pemeriksaan parasit darah.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, sebelumnya telah mengarahkan jajarannya untuk memperketat pengawasan importasi sapi guna mencegah masuknya hama dan penyakit yang dapat membahayakan populasi ternak nasional.

Sinergi dengan berbagai pihak terkait di pelabuhan, instansi pemerintah, dan pelaku usaha terus ditingkatkan untuk mendukung keamanan dan ketahanan pangan, serta produksi daging dan susu nasional dengan tetap mematuhi prosedur karantina yang berlaku.

Menutup keterangannya, Sokhib menyampaikan komitmen pemerintah untuk mendorong peternakan sapi perah modern dan ramah lingkungan.

Pemerintah juga membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat, serta mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi di bidang pembibitan sapi potong dan sapi perah dengan dukungan fasilitas fiskal dan non-fiskal.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut sejumlah pejabat penting, termasuk General Manager PT. Pelindo Cilacap, pimpinan PTGDA, pimpinan perusahaan investor, Direktur Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A